Pohon Mangga sehari setelah ditanam

Menjelang akhir Juli lalu, saya lupa tanggalnya, tapi sekitar tanggal 24-26. Kami menanam mangga di depan rumah. Melihat dan menikmati perkembangan tumbuhnya mangga ini, membuat rasa semakin takjub atas kebesaran Ilahi. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan, karena sibuk bolak-balik Jakarta-Tangerang. Hingga saya pulang dua minggu yang lalu, dan sempat di rumah 5 hari, karena kebetulan kondisi tubuh saya tidak begitu baik. Saat di rumah itulah saya memperhatikan pertumbuhan mangga yang ada di halaman ini. Awalnya tidak begitu serius, tapi melihat ada sedikit keunikan dari pertumbuhan mangga itu, saya lalu membuat dokumentasinya dengan kamera telepon genggam saya menjelang kembali ke Jakarta.

Cabang mangga yang di tengah ini tumbuh lebih cepat dari dua cabang yang lain yang berada di kiri dan kanannya.

Pertumbuhan dua cabang yang berada di kiri dan kanan, lebih lambat dari yang di tengah. Seperti terlihat pada foto ini yang memperlihatkan pucuknya yang masih muda dan baru mekar.

Keunikan pertama yang begitu menonjol adalah, salah satu cabang terlihat tumbuh lebih cepat dari dua cabang lainnya. Seperti terlihat pada foto di atas, terlihat juga cabang yang dikiri dan kanan sama tingginya dengan anak saya Rizqy. Dahan yang di tengah tumbuh lebih cepat sekitar 30 sentimeter dari dahan yang ada di kiri dan kanannya. Dua foto sebelah bawahnya memperlihatkan pertumbuhan yang tidak seimbang dengan cabang yang di tengah. Disini kelihatan pertumbuhan pucuk baru hanya sekitar 6 sampai 9 sentimeter. Juga kelihatan cabang yang di kanan juga agak lebih cepat pertumbuhannya dibanding dengan yang di kiri. Yang di kanan pucuknya sudah terlihat mekar, sementara yang di kiri masih kuncup namun sudah mulai merekah.

Pucuk baru. Disamping lebat, daunnya juga lebih lebar dan panjang daripada daun bawaannya

Karena ada sedikit kesibukan di Jakarta, saya baru pulang lagi setelah sepuluh hari. Itu juga saya tiba di rumah sudah mendekati pukul 10 malam. Karena saya berangkat dari Kota Bambu, Jakarta, setelah shalat magrib. Empat kali naik kendaraan umum yang dimulai dengan bus Transjakarta, dua kali naik angkot dan terakhir naik ojek online, baru sampai di rumah.

Pagi kemarin, habis shalat subuh dan olah raga bersama Rizqy, saya lalu melihat pohon mangga di halaman. Saat itulah saya terkejut dan tercengang! Pucuk mangga cabang tengah yang tadinya berwarna coklat muda atau ungu dan seperti terkulai layu, karena masih muda dan tulang daunnya masih lemah, telah berganti warna dengan hijau dan daunnya juga sudah mekar ke samping. Uniknya juga, daun yang baru ini lebih lebar dan panjang daripada daun yang di bawah, daun bawaan saat mangga ini dibeli dan ditanam di halaman satu setengah bulan yang lalu. Kenapa hal ini bisa terjadi? Dugaan saya, karena saya bukanlah ahli tanaman. Cepatnya pertumbuhan cabang yang di tengah ini mungkin karena distribusi makanan yang tidak seimbang saat makanan itu tiba di pertigaan cabang. Cabang yang di tengah mungkin mendapat suplay lebih lancar dari dua cabang lainnya, sehingga pertumbuhannya lebih cepat daripada dua cabang lainnya. Dengan berjalannya waktu, dua cabang berikutnya juga mulai mendapatkan suplay makanan yang baik, sehingga bisa mengejar pertumbuhan cabang yang di tengah. Sehingga saat saya pulang, saya sudah menemukan ketiga cabang itu sudah hampir sama tinggi. 

10 hari saya tinggalkan, cabang yang di kiri dan kanan sudah menyusul, hampir sama tinggi dengan yang di tengah.

Mengenai daun baru yang lebih lebar dan panjang dari daun bawaan saat baru ditanam, saya menduga karena itu disebabkan mangga ini tumbuh dan mendapat suplay makanan yang terbatas saat akarnya masih berada dan terbungkus dengan plastik sejak di tempat pedagangnya, sehingga pertumbuhannya lambat. Begitu ditanam di halaman dan bungkus plastiknya dibuang, akar pohon mangga ini mulai mendapatkan asupan makanan yang cukup dari tanah tempat dia ditanam atau mungkin malah berlebih, karena tidak ada tumbuhan atau tanaman keras lainnya yang berada di halaman, dengan begitu tidak terjadi perebutan makanan yang bersumber dari tanah. Sehingga perkembangan pertumbuhannya menjadi lebih cepat.

Keunikan lainnya yaitu, cabang yang sebelah kiri dan kanan, yang sebelumnya pertumbuhannya seakan tertinggal jauh dari cabang yang di tengah, juga sudah tumbuh menyusul dan hampir sama tinggi dengan cabang yang di tengah.  Kesemua pucuk yang berada di kedua cabang, waktu saya tinggalkan masih kecil dan baru mekar, sekarang sudah jadi daun yang utuh dan tumbuh berkembang normal. Dalam 10 hari sejak saya tinggalkan, perkembangan yang terlihat begitu nyata. Kalau tadinya selisih ketinggian cabang yang di tengah dengan yang di samping kiri dan kanannya mencapai hampir 30 sentimeter, sekarang hanya berkisar sekitar 3 hingga 5 sentimeter. Berarti kedua cabang yang sebelumnya kelihatan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhannya ini, berhasil mengejar ketertinggalannya, tumbuh 3 cm sehari untuk mengejar ketinggian cabang yang di tengah. Seperti yang terlihat pada foto di atas ini.

 

Hal lain yang terlihat adalah lambatnya perkembangan batang dan cabang. Sehingga sekarang cabangnya harus ditopang dengan kayu agar batangnya tetap tegak lurus dan tidak miring keberatan daun… 🙂 Seperti terlihat pada foto di bawah.

Keberatan daun, terpaksa dahan dan pohon mangganya ditopang dengan kayu

 

 

read more