Gedung Republika

 

8 tahun aktif sebagai blogger, saya sudah mengikuti berbagai kegiatan workshop atau pelatihan, yang bagi para blogger lebih familiar disebut sebagai Blogshop. Blogshop adalah ladang pencarian ilmu, maupun update tentang sesuatu yang baru di dunia internet yang berhubungan dengan sosial media, blog, dan sebagainya untuk pengembangan diri agar senantiasa dapat mengikuti perkembangan yang terjadi.

Hadirnya Republika sebagai media mainstream terjun dalam pelatihan blog, adalah sesuatu yang sudah lama saya rindukan. Sempat hadir dalam pikiran saya, kenapa Republika yang mempunyai ciri khas ini tidak ikut menghadirkan dan mengelola dunia blog untuk para pembacanya. Rupanya kerinduan saya itu terjawab saat Ani Berta men-share informasi tentang akan diadakannya Workshop untuk para blogger di group Indonesian Social Blogpreneur, Facebook,  dimana Ani Berta sendiri yang akan menjadi pemateri utamanya. Keikutsertaan saya dalam blogshop ini juga adalah untuk men-charge kembali semangat ngeblog saya yang belakangan ini agak mengendor, disamping aktifitas sehari-hari yang juga cukup menyita waktu, sehingga dua personal blog saya, http://diankelana.web.id/dan http://diankelanaphotography.com/ seakan jadi rumah tinggal yang tak terurus. 🙁

Minggu, 16/07/2017. Walau kondisi kurang begitu fit karena malamnya pulang dari Bekasi mengabadikan acara ulang tahun putri seorang teman, sampai di kost teman di Kota Bambu sudah mendekati jam 24.00. Paginya setelah sarapan di warteg dekat kost, saya langsung menuju Warung Buncit. Naik angkot ke Slipi, lalu disambung dengan busway. Sampai di Kuningan, transit busway yang menuju Ragunan. Sambil mengikuti perkembangan obrolan di group Messenger dan sempat menanyakan tempat turun halte busway yang berdekatan dengan Republika.

Saya agak cemas juga, kalau sampai saya terlambat dan acara sudah dimulai. Syukurlah, walau saya tiba sudah mendekati pukul 09.30, namun acara belum dimulai, karena masih ada peserta yang belum tiba. Panitiapun mengatakan acara akan dimulai tepat pukul 10.00, alhamdulillah.

Saat acara dimulai dan Ani Berta tampil di depan dengan presentasinya, saya mengikuti dengan serius sambil merekam dengan hp. Walau materinya telah saya kuasai, karena materi yang sama juga pernah saya pakai saat saya dipercaya oleh Indosat sebagai pelatih blog untuk para guru, di 6 kota Bodetabek 4 tahun lalu. Namun tentu saja penampilan Ani Berta lebih profesional dibanding apa yang saya tampilkan dulu. Suatu hal yang harus saya pelajari dari Ani sebagai blogger yang lebih senior dari saya, dan juga dengan pengalamannya yang segudang.

 

Ani Berta, saat menyampaikan materi Blogshop

Blog, Dunia Baru Bagi Para Penulis.

Saya terjun pertama kali sebagai penulis tahun 1970, saat berusia 15 tahun. Itu juga karena saya magang di sebuah surat kabar harian di Padang, yaitu Harian Haluan. Tulisan saya saat itu bukanlah sebuah artikel opini, melainkan sebuah reportase pertandingan sepakbola antar 3 Nagari (kelurahan) di kampung saya Kamang Hilir. Reportase yang hanya satu kolom surat kabar yang lebarnya hanya 6 cm itu dan terdiri 12 baris, telah membuat saya bahagia luar biasa. Bagaimana tidak, gara-gara saat saya pulang kampung ada teman yang menyebut saya seorang wartawan! Wow, tidak terbayangkan bagaimana kembang kempisnya lubang hidung saya saat itu. 🙂 Bayangan seorang wartawan dengan kamera di tangan, mesin tik dan sebuah sepeda telah menari-nari di ruang mata. Huh, lebay…

1. Semua orang punya sejarah

Bagi mereka yang suka menulis diary, yang dulu berupa sebuah buku yang halamannya wangi, dengan ilustrasi grafis berupa bunga dan juga pakai gembok, lalu disimpan di tempat yang khusus, sehingga tidak seorangpun boleh tahu.

Apa yang tertulis di buku diary itulah sejarah penulisnya. Semua kegembiraan dan kesedihan, bahagia serta derita, cinta dan benci, menjadi satu dalam sebuah buku yang hanya pemiliknya yang tahu. Hingga pada suatu saat nanti sang pemilik membukanya dihadapan seseorang yang dia percayai untuk membacanya. Atau hanya kematian yang memisahkan dirinya dengan sang diary.

Dengan berjalannya waktu dan peralatan komunikasi semakin canggih, diary kini telah berubah bentuk, menjadi sebuah tulisan yang bisa dilihat semua orang. Di dunia maya yang bernama internet, dan wadahnya berupa blog. Diary kini tak lagi hanya dibaca oleh sang pemilik sejarah, namun bisa dinikmati oleh siapapun yang singgah ke blog yang bersangkutan. Semua yang dirasakan dan dituliskan, tidak lagi untuk dinikmati sendiri, tapi dibagi dengan siapa saja. Tak adalagi kegembiraan dan kesedihan yang dipendam sendiri, tiada bahagia dan derita yang ditanggung sendiri, begitupun cinta dan benci. Diungkap dihadapan para pembaca. Itulah kehebatan blog dan dunia maya yang lebih akrab disebut dengan media sosial, tempat saling berbagi dan berintegrasi tanpa dibatasi dinding dan waktu.

2. Berkembangnya Wawasan

Dari dunia yang penampilannya hanya selebar monitor pc atau laptop, bahkan lebih kecil lagi pada sebuah gadget atau smartphone. Banyak Ilmu bisa dipelajari secara mandiri, sehingga berujung pada ilmu yang semakin meningkat dan wawasan yang semakin berkembang luas. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.

3. Tersalurnya Hobi Menulis

Bagi mereka yang punya hobi menulis, blog adalah wadah yang paling besar manfaatnya. Apapun inspirasi yang berkelebat di kepala atau yang dirasa di hati, blog akan menampung semuanya tanpa bertanya untuk apa dan mengapa.

4. Curhat

Tidak semua orang dapat menyimpan dan menyembunyikan perasaan di dalam hati. Apapun yang dilakukan, dunia terasa sempit. Lagi-lagi blog akan menampung semua curhat, apapun yang dirasakan, semua akan terekam dengan baik di dalam blog. Setelah semua rasa di ungkapkan,  hati akan tenang, lega dan dunia akan kembali terasa lapang. Lalu interaksi dengan para pembaca yang terhimpun dalam kolom komentar, akan membuat suasana hati akan semakin tenteram.

5. Bahan Penulisan Buku

Bagi mereka yang kreatif, blog akan menjadi tabungan tulisan. Hingga suatu saat nanti kumpulan tulisan itu akan menjelma menjadi sebuah buku yang bercerita tentang apa saja. Seperti yang sudah saya buktikan sendiri dengan terbitnya novel saya berjudul “Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI”. Itu adalah kumpulan artikel saya di Kompasiana. Sebuah sejarah dan kisah tentang kehidupan saya di masa kecil.

6. Reportase.

Sebuah peristiwa yang terjadi di depan mata, adalah sumber inspirasi bagi mereka yang punya kepekaan dan jiwa kewartawanan. Sebuah reportase aktual pada sebuah peristiwa, akan mendapat perhatian khusus dari pembaca, dibaca banyak orang, lalu viral, dan sang penulispun akan ikut dapat bagian jadi terkenal.

7. Kampanye

Di zaman internet belum ada, saat pemilu adalah saat kampanye lapangan mengumpulkan ribuan orang. Kini dunia maya telah mengambil peran itu dengan ebih efektif. Kampanye dengan segala macam triknya, kini menguasai dunia maya. Blog pun dapat berperan aktif sebagai buzzer, menyuarakan program mereka yang kita dukung.

Manfaat apa yang kita dapatkan dari ngeblog?

1. Jadi Motivator

Punya kemampuan dan pengalaman memotivasi orang? Dengan blog pun kita melakukan hal tersebut. Banyak orang tidak tahu harus berbuat apa dalam menjalani hidupnya. Apakah itu dalam keluarga, bermasyarakat, berbisnis maupun bekerja. Ini adalah ladangnya para motivator untuk membukakan pintu hati maupun pikiran para pembacanya. Kalimat penuh inspirasi maupun motivasi, akan membangkitkan semangat para pembacanya dalam menghadapi tantangan hidup yang mereka hadapi.

2. Personal Branding.

Bila Anda punya kemampuan atau keahlian khusus dalam kehidupan sehari-hari, lalu menuliskannya di dalam blog. Maka kumpulan tulisan Anda yang tentang hal yang Anda kuasai itu akan menjadi personal branding Anda. Bila orang menyebut sesuatu yang berhubungan dengan keahlian yang Anda kuasai, nama Anda ada dibarisan paling atas yang akan mereka tuliskan untuk dimintakan bantuannya.

3. Menambah Ilmu

Seorang penulis itu juga harus seorang pembaca, sebagai modal baginya untuk memperluas jangkauan tulisan dan wawasan keilmuannya agar tidak membosankan pembaca. Maka seorang blogger itu juga akan senantiasa bertambah ilmunya dengan semakin banyaknya dia membaca.

4. Menambah Teman Baru

Kehidupan dalam dunia blog, tidak dapat dipisahkan dari media sosial lainnya. Kita tidak bisa hanya mengandalkan blog sebagai satu-satunya jalan dalam berinteraksi dengan orang lain. Maka aktifitas di media sosial lainnya seperti FB, Instagram, Twitter dan yang lainnya akan semakin mempermudah hadirnya teman-teman baru. Apalagi kalau kita bergabung dalam sebuah komunitas yang sama-sama aktif di media sosial.

5. Menambah Followers

Hadirnya teman baru, juga membuka kesempatan bagi kita bertambahnya follower, dan juga sama-sama saling mengikuti. Banyaknya follower akan semakin memudahkan kita dalam bernegosiasi dengan brand yang akan memanfaatkan jasa blog kita. Atau bila sebuah brand akan mencari partner kerjasama, maka mereka juga akan melihat berapa jumlah follower Anda, agar kampanye produk mereka tepat sasaran dan dilihat banyak orang. Seperti pada blogshop ini, bila semua peserta saling memfollow, maka hanya dalam satu hari follower kita akan bertambah sebanyak 60 orang.

6. Pekerjaan Sampingan

Bagi mereka yang sudah punya pekerjaan tetap, blog juga bisa dipakai sebagai pekerjaan sampingan yang menghasilkan uang tambahan, sebagai buzzer atau kerjasama penempatan artikel advertorial atau review sebuah produk di blog yang Anda punyai.

7. Penambah Penghasilan

Bagi mereka yang bekerja, tapi punya penghasilan pas-pasan, blog juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk menambah penghasilan, sebagaimana mereka yang menjadikan blog sebagai pekerjaan sampingan

8. Media Promosi Produk Sendiri

Punya produk sendiri? Blog adalah sarana yang baik untuk berpromosi untuk menjangkau calon pembeli yag jauh dari kita. Bisnis online adalah sarana pemasaran yang kini diminati banyak orang, yang berawal dari sebuah blog pribadi

9. Peluang

Peluang lain yang dapat dijalani oleh seorang blogger diluar menulis di blog pribadi, misalnya adalah menjadi copy writer, content writer dan buzzer untuk Twitter dan Instagram.

 

 

Tuntas sudah acara Workshop bersama Republika dan Ani Berta. Menjelang pukul 15.00 saya meninggalkan tempat, namun sebelumnya sempat foto bersama dengan Pemred Republika, Irfan Junaidi. Seperti yang saya harapkan, acara yang saya ikuti pagi hingga siang tersebut, berhasil membangkitkan lagi semangat ngeblog saya.

19/07/2017

 

 


read more