Fotografi Untuk Pemula: Lampu Kilat

  

.

Sebuah alat bantu yang tak dapat dipisahkan juga dari kamera adalah lampu kilat. Sebab tidak selamanya kita akan melakukan pemotretan di tempat yang terang dan mempunyai cahaya yang cukup. Bahkan ditempat yang terang sekalipun kadang-kadang kita juga memerlukan lampu kilat ini. Misalnya diwaktu mengadakan pemotretan yang berlawanan dengan arah datangnya cahaya matahari.Lampu kilat manualLampu kilat ini juga mempunyai banyak variasi model serta kekuatan pancaran cahayanya. Kekuatan atau besarnya pancaran lampu kilat ini diberi nilai atau angka pedoman. Satuannya diberi lambang GN atau Guide Number. Nilai GN lampu kilat ini selalu dikaitkan dengan nilai kepekaan film, umumnya pada 100ISO. Lampu kilat manualBagian belakang lampu kilat manual dengan petunjuk pemakaian

Bagaimana menghitung kombinasi pencahayaan ini dalam melakukan pemotretan agar didapatkan pencahayaan yang tepat tidak under dan tidak over, dapat dilakukan sebagai berikut.

Dari data lampu kilat kita ketahui bahwa lampu kilat tersebut mempunyai GN 33 (ISOlOO/meter). Maka untuk mendapatkan suatu pencahayaan yang akurat kita tinggal membagi GN tersebut dengan jarak pemotretan yang akan dilakukan, misalnya, jarak pemotretan 3 meter, maka cara menghitungnya yaitu,  33 : 3 = 11, jadi disini kita harus membuka diafragma f.11. Pada jarak 2 meter, 33 : 2 = 16, jadi diafragma kita buka f.16, dan seterusnya.

 

13099198782119694891
Lampu kilat internal, menyatu dengan kamera

 

Lampu kilat internal

Disamping yang lepas, ada juga lampu kilat yang menyatu dengan kamera. Tapi umumnya lampu kilat ini mempunyai GN yang kecil sebab lampu kilatnya sendiri juga kecil. Sehingga lampu kilat ini efektif hanya pada jarak dekat, maksimum 3 meter, bila lebih dari itu maka hasilnya akan under, atau kekurangan cahaya.
Umumnya lampu kilat yang menyatu dengan kamera ini mempunyai GN 12 pada ISO100/meter.

Lampu kilat otomatis

Selain yang manual, ada pula lampu kilat ini yang otomatis. Bila memakai lampu kilat yang berfasilitas otomatis ini, kita tidak perlu lagi sering-sering melakukan pengukuran pembukaan diafragma. Caranya mudah saja.

Dibelakang lampu kilat tersebut kita lihat saja berapa diafragma yang harus dibuka. Misalnya untuk jarak 1,5 sampai 5 meter kita dianjurkan membuka diafragma f.5,6 maka kita tidak perlu lagi merobah kedudukan diafragma tersebut dalam melakukan pemotretan diantara jarak yang telah ditentukan diatas. Bagaimana lampu kilat tersebut melakukan tugasnya sehingga kita selalu mendapatkan pencahayaan yang normal, tidak over bila dekat dan tidak under bila jauh, adalah sebagai berikut.

 

13099206111712739092
Sensor lampu kilat otomatis

 

 

13099206782087959361
Punggung lampu kilat otomatis. Garis kuning, hijau, merah menunjukkan tiga tingkat kekuatan lampu yang bisa di setel

 

Dibagian depan lampu kilat dibawah lampu terdapat sebuah alat sensor cahaya. Alat ini berfungsi menerima pantulan cahaya dari lampu kilat yang kita pakai, kemudian meneruskannya ke sirkit elektronik berikutnya yang berada didalam lampu kilat tersebut.  Dalam mengkalkulasi cahaya yang terekam, sirkit ini akan mengurangi cahaya dari lampu kilat tersebut, bila sensor yang berada di depannya menangkap pencahayaan yang berlebih  menerangi subyeknya.

Dengan kata lain, sirkit elektronik di dalam lampu kilat itu akan menahan arus listrik yang mengalir ke lampu, bila sensor telah menangkap cahaya yang cukup dari pantulan cahaya yang datang dasi subjek yang di foto.

Jadi untuk jarak yang dekat cahaya lampu kilatnya mengecil dan untuk jarak yang jauh cahayanya secara otomatis membesar, semakin jauh subyek, cahayanya semakin membesar lagi, sampai pada batas kemampuan daya pancar lampu kilat itu sendiri. Dan pada umumnya lampu kilat otomatis ini mempunyai daya pancar yang besar, atau mempunyai GN yang besar.

Begitu juga sebaliknya. Lampu kilat yang mempunyai GN yang besar dan mempunyai daya pancar yang juga besar, umumnya otomatis. Sebabnya bila tidak dilengkapi dengan fasilitas otomatis ini maka hasil pencahayaan lampu kilat ini akan sering over, dan lagi akan merepotkan. Sebab sebentar-sebentar setiap akan melakukan pemotretan harus mengatur diafragma sambil menghitung jarak pemotretan lagi,  sehingga moment yang akan di foto sudah lewat dan suasana sudah berobah lagi.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *