Fotografi Untuk Pemula: Lampu Kilat Dedikasi

13100025161361655373
Dua lampu kilat dedikasi Nikon SB 900 (kiri) dan Canon Speedlite 420 (kanan)

 

Disamping lampu kilat manual dan otomatis, masih ada satu lagi model lampu kilat yang akan kita jumpai, yaitu lampu kilat dedikasi. (Dedicated Flash Unit).

Lampu kilat dedikasi ini dirancang dan dibuat oleh pabrik kamera yang sama mereknya. Dan juga hanya dapat dipakai untuk kamera keluaran pabrik yang bersangkutan. Kita tidak dapat memasangkannya begitu saja pada setiap kamera keluaran pabrik merek lain. Bahkan dengan kamera yang sama mereknya, tapi lain type atau modelnya, juga belum tentu lampu kilat ini dapat dipakai. Kalau toh akan bisa maka pemakaiannya hanya pada fasilitas manual. Baik kamera maupun lampu kilat itu sendiri. Karena itulah makanya lampu kilat ini di namakan Lampu Kilat Dedikasi

 

Telapak Lampu kilat Dedikasi dengan lima kontak elektronik (Canon, Kiri) dan telapak lampu kilat biasa yang hanya punya satu kontak (kanan)

Ciri khas atau keistimewaan pada lampu kilat dedikasi ini adalah pada kontak penghubung elektronik yang lebih dari satu buah yang terdapat ditelapak kaki lampu kilat yang bersangkutan. Ada yang mempunyai kontak penghubung dua, tiga bahkan ada yang empat. Dalam pemakaiannya masing-masing kontak ini mempunyai tugasnya sendiri-sendiri. Misalnya, 1. Kontak lampu kilat (hot shoe), 2. Kontak lampu siap pakai, 3. Kontak monitor, dan 4 Kontak pengukuran cahaya otomatis melalui lensa (TTL= Trough The Lens auto flash output control).

Itulah sebabnya tidak semua kamera dapat memanfaatkan lampu kilat dedikasi ini. Itu pula sebabnya dia dinamai lampu kilat dedikasi. Yaitu dia hanya mempunyai dedikasi untuk satu atau beberapa kamera yang mempunyai sepatu kontak (hot shoe) yang sama dengan model “telapak kakinya!”.

Dalam operasinya lampu kilat dedikasi ini memanfaatkan sensor yang berada di kamera sebagai alat pengukur cahayanya.

 

1310007323627882633
Sensor pencahayaan pada kamera SLR

 

Seperti terlihat pada gambar diatas, cahaya yang masuk melalui lensa pada kaca reflektor utama di pantulkan keatas menuju prisma. Setelah di pantulkan beberapa kali lagi di prisma, cahaya akhirnya keluar melewati jendela bidik. Inilah yang kita lihat sewaktu membidik sebelum memencet tombol pelepas Rana.

Tidak semua cahaya itu dipantulkan, tetapi sebagiannya lolos menuju reflektor sekunder yang berada di belakang reflektor utama. Reflektor sekunder ini memantulkan lagi cahaya yang datang dari lensa menuju sensor yang terdapat di bawahnya (lingkaran merah).

Dari hasil kalkulasi otak elektronik yang terdapat di kamera serta juga di lampu kilat inilah, lampu kilat dedikasi mengeluarkan energi cahayanya, sehingga menghasilkan pemotretan dengan pencahayaan yang normal, tidak over dan under exsposure

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.