Pulang untuk Pergi…

Hampir seminggu umi di tahan, aku bergantian dengan uda Des di ajak oleh anduang Ipah menjenguk umi. Pada hari kelima, pagi, ketika matahari belum lagi sepenggalahan, disaat semua anggota keluarga sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan aku sedang bermain sendirian di halaman rumah gadang, kami dikejutkan oleh hal yang tak kami duga sebelumnya, umi pulang!

Kami semua terkejut dan berhamburan menyambut kedatangan umi. Wajah-wajah yang selama beberapa hari ini kuyu tak bergairah dan kehilangan semangat hidup, saat itu bercahaya agi. Kami semua berlarian mendekati umi. Semuanya ingin sekaligus memeluk umi,  tangis bahagiapun pecah. Umipun memeluk anak-anaknya satu persatu, membelainya dengan penuh kasih sayang. Akupun kembali dapat menikmati pelukan umi yang hangat dan menenteramkan hati. Begitu lama umi mendekap dan menciumi aku dengan airmata yang tak berhenti mengalir, saat itu seakan-akan umi hanyalah milikku sendiri…


read more