Merantau ke Pekan Baru (9)

Setelah muatannya penuh, cukup lama aku menunggu dan memperhatikan, bagaimana pelayangan itu menyeberangi sungai yang lebar dan airnya cukup deras itu. Dari tempat aku berdiri, kulihat pelayangan itu bergerak sangat lambat. Apalagi suasana malam yang gelap di tengah sungai, membuat pergerakan pelayangan itu terlihat begitu pelan. Aku tidak tahu berapa menit lamanya proses penyeberangan itu, […]

Merantau ke Pekanbaru (8)

Buruknya jalan yang kami lewati , membuat para penumpang bagaikan sedang menumpang perahu yang sedang diamuk badai. Terayun kekiri dan kekanan dan terhuyung kedepan bila bila tiba-tiba roda depan bus masuk lubang yang agak dalam. Perjalanan malam dengan pemandangan terbatas, disertai tubuh yang lelah diayun dan di guncang oleh jalan bus yang tidak stabil, membuat […]

Merantau ke Pekan Baru (7)

Bus Sinar Riau yang kami tumpangi sampai di kelok 9, atau tikungan terakhir dalam pendakian menjelajahi hutan raya Bukit Barisan. ¬†Setelah melewati tikungan terakhir itu kami mulai melewati jalan yang tidak terlalu menanjak, walau juga belum sepenuhnya datar. Belum begitu jauh kami melewati tikungan terakhir itu, jalan yang kami lewati tak lagi semulus jalan sebelumnya. […]

Merantau ke Pekan Baru (6)

Setelah selesai makan, semua penumpang dipanggil melalui pengeras suara agar kembali naik bus. Begitupun kami, segera kembali naik bus. Setelah semua penumpang lengkap naik semua, bus yang kami tumpangi melanjutkan perjalanan. Sopir yang mengemudikan bus yang kami tumpangi ini telah berganti dengan sopir dua, tidak lagi sopir yang tadi yang dipanggil sebagai sopir satu. Sopir […]