Kebersamaan kami dalam mengarungi kehidupan enam bersaudara tidak bertahan lama.

Melihat keadaan kami yang dalam usia begitu muda telah harus membanting tulang untuk mempertahankan hidup, mendapat perhatian dari orang-orang yang masih ada ikatan keluarga dengan kami, yang berada di rantau orang. Ada diantaranya yang sudah agak berkecukupan karena usahanya mulai berkembang, walau mungkin belum dapat dikatakan kaya. Ada juga yang tersentuh melihat keadaan kami yang mempunyai masa depan yang tak jelas kemana arahnya, lalu mengajak salah seorang diantara kami ikut dengan mereka.


read more