Dari dalam bus aku melihat timbunan pisang yang masih lengkap dengan tandannya, menumpuk di depan beberapa kios. Begitu juga karung beras yang sering disebut goni, bersusun rapi di depan kios lainnya.

Kami melewati stasiun kereta api dengan rel ganda, tempat persilangan kereta api yang datang dari Bukittinggi dan yang datang dari Payakumbuh. Saat itu aku tak melihat ada kereta api disana, stasiun itu kosong. Aku belum tahu, seperti apakah kereta api yang di katakan pak Sopir itu?


read more