Setelah selesai makan, semua penumpang dipanggil melalui pengeras suara agar kembali naik bus. Begitupun kami, segera kembali naik bus. Setelah semua penumpang lengkap naik semua, bus yang kami tumpangi melanjutkan perjalanan. Sopir yang mengemudikan bus yang kami tumpangi ini telah berganti dengan sopir dua, tidak lagi sopir yang tadi yang dipanggil sebagai sopir satu. Sopir yang sekarang orangnya agak pendiam dan kurang suka mengobrol seperti sopir pertama.

Bus melaju meninggalkan nagari Lubuak Bangku, komplek rumah makan terbesar menjelang memasuki hutan raya Bukit Barisan, yang membelah dua pulau Sumatera menjadi Barat dan Timur. Pintu gerbang hutan Bukit Barisan ini adalah Kelok Sembilan. Dinamakan kelok Sembilan karena memang untuk mendaki puncak Bukit Barisan itu, semua kendaraan akan melewati jalan mendaki yang berkelok-kelok, dan jumlah kelok atau tikungan yang akan dilewati itu banyaknya Sembilan. Makanya dinamai Kelok Sembilan.


read more