Buruknya jalan yang kami lewati , membuat para penumpang bagaikan sedang menumpang perahu yang sedang diamuk badai. Terayun kekiri dan kekanan dan terhuyung kedepan bila bila tiba-tiba roda depan bus masuk lubang yang agak dalam.

Perjalanan malam dengan pemandangan terbatas, disertai tubuh yang lelah diayun dan di guncang oleh jalan bus yang tidak stabil, membuat mataku mengantuk. Kepalaku beberapa kali terantuk ke dasbor bus, karena tanganku yang memegang besi pegangan terlepas karena tertidur. Akhirnya aku tertidur sambil bersandar sandaran bangku bus, tapi inipun tak nyaman. Badanku sering miring ke kanan dan mengenai tangan sopir yang sedang mengemudi. Karena merasa terganggu, badan atau kepalaku suka disikut dan didorong oleh sopir, hingga kembali ke posisi semula, atau miring kekiri kearah familiku. Tapi itu tak berlangsung lama, karena kemudian aku tak merasakan apa-apa lagi, tidur pulas.


read more