Panas matahari pagi membangunkan aku dari tidurku. Rupanya aku tertidur tidak lama sejak keluar dari lubang kalam. Kini kudapati bus berhenti, rupanya aku di baringkan di atas bangku tempat dudukku yang menyambung dengan bangku sopir. Aku lalu melihat ke belakang, semua bangku kosong, begitu juga familiku tak ada di sampingku. Tiba-tiba aku mendengar pintu bus di buka, dan muncullah sopir bus kami. “awak lah tibo di palayangan Rantau Berangin…!” katanya.

Aku lalu melihat kedepan, rupanya benar, kami akan naik pelayangan lagi. Ketika itu aku mau turun, karena semua penumpang telah berada pelayangan. Tapi sopir melarang aku turun, karena bus sudah akan naik pelayangan. Bus yang di depan kami saat itu sudah mulai memasuki pelayangan dan mengambil posisi parkir. Setelahselesai, sekarang bus kami yang akan naik pelayangan.


read more