Dengan menahan perasaan galau dan diselimuti kecemasan akhirnya pelayangan yang aku tumpangi sampai juga di dermaga sungai seberang, aku bernafas lega, karena apa yang aku cemaskan dan takuti tidak terjadi.

Karena tadi bus kami yang terakhir naik, sekarang bus kami pula yang pertama turun, karena jembatan penyeberangan antara pelayangan dan jalan yang terbentang di hadapan kami persis berada di depan bus yang kami tumpangi.

Setelah pelayangan benar-benar merapat dan tertambat dengan kuat, sopir kami mulai menyalakan mobilnya. Stokar mengambil besi engkol mesin bus, memasukkannya di lubang engkol mesin di depan bus lalu memutarnya dan hanya dengan sekali putaran, mesin bus Sinar Riau itu menyala berderum.


read more