Aku beserta famili teman seperjalalanku dari kampung, menunggu di depan rumah setelah mengetok pintu dan memanggil tuan rumah. Beberapa saat kemudian terdengar suara engsel pintu berderit dan pintu rumah itu terbuka. Seorang wanita yang nampaknya baru saja selesai melaksanakan shalat subuh dan masih memakaitelekungnya menyembul dari balik pintu, setelah bertegur sapa dia mempersilakan kami masuk. Famili teman seperjalananku menolak masuk, karena akan langsung pulang kerumahnya. Rupanya dia mampir kerumah ini hanya untuk mengantarkan aku. Tak lama kemudian diapun pergi meninggalkan aku di rumah itu. Rupanya aku tidak langsung diantarkan ke rumah kakakku. Akan tetapi kerumah kakak sepupuku yang lain tuan Ismail.

Setelah si pengantar pergi, aku dan istri tuan Ismail yang kalau di kampung kami panggil tuan Maie masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah rupanya tuan Maie telah bangun.


read more