Merantau ke Pekan Baru (22)

Setelah melewati sayap dermaga itu dengan perasaan gamang, kami sampai di dermaga induk tempat kapal yang tadi aku lihat bersandar. Si Pemancing belok kekanan menuju lapangan parkir, aku tetap mengikutinya dari belakang. Sampai di lapangan parkir luar dermaga, dia belok kekanan dan kekanan lagi, menuruni tebing tepi sungai disamping dermaga. Aku terus membuntuti si pemancing […]

Merantau ke Pekan Baru (21)

Bosan hanya bengong melihat kakakku dan temannya sibuk bekerja, aku lalu keluar dari loket penjualan karcis. Melihat aku keluar kakakku sudah wanti-wanti agar aku tidak bermain jauh-jauh. Aku hanya menjawab: “ya…!, yang dalam hanya sekejap hilang dalam ingatan, karena sesuatu yang dari tadi bermain dalam imajinasiku, menarik langkah kakiku kesana. Jembatan ponton… Hanya dalam beberapa […]

Merantau ke Pekan Baru (20)

Disaat kakakku dan temannya sibuk dengan pekerjaannya, aku melihat keluar. Kulihat beberapa mobil berbaris di lapangan parkir yang menuju ke arah jembatan. Kutanyakan kepada kakakku kenapa mobil-mobil itu berhenti dan berbaris disana. Kakakku menjawab, ada kapal yang akan melewati jembatan, jadi mobil tidak bisa lewat. Dalam pikiranku jadi kapal itu akan menabrak jembatan besi yang […]

Berkelana di Ranah Minang (5) Muaro, Nafas Kehidupan Orang Padang Sejak Dulu Kala

Awal pusat sejarah dan kehidupan kota Padang ada di Muara atau orang Padang menyebutnya Muaro. Muaro adalah muaranya Batang (sungai) Arau. Hulunya adalah bukit-bukit yang mengelilingi Kota Padang. Dari dan ke Muaro inilah denyut nadi kehidupan warga Padang pada jaman dahulu bemula. Begitu juga awal penjajahan bangsa asing. Seperti kehadiran VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) pada tahun 1663. Melalui […]