Hari minggu, anduang Ipah libur, aku diajak ke sentral listrik. Ada orang sekampung yang tingal dan bekerja disana.

Setiap aku diajak pergi oleh kakakku ini aku selalu di kuliahi, jangan ini, jangan itu, duduk yang baik jangan bikin malu. Karena tak ingin di cubit kecil yang maha perih itu bila berbuat salah, maka akupun berusaha tampil sebagai anak manis yang patuh dan santun, yang kalau di tanyapun sering menjawab hanya dengan senyuman.

Karena keseringan tak punya uang untuk ongkos, maka jadilah kami sebagai pejalan yang tangguh. Berjalan se jam dua jam bagi kami bukanlah masalah. Apalagi saat itu sarana transportasi masih sangat minim.


read more