Dari tahun ketahun bila Ramadhan tiba, kita senantiasa di suguhi berita duka dari kalangan masyarakat miskin. Dari berbagai media terutama televisi, kita menyaksikan bagaimana antrian masyarakat golongan bawah itu berdesakan, saling dorong, lalu jatuh dan terinjak. Ada yang hanya sekadar luka memar namun tak jarang ada yang sampai pingsan bahkan meninggal karena tak tertolong lagi. Semua itu terjadi hanya karena ingin mendapatkan selembar uang 20 ribuan atau sekantong plastik sembako dari orang “dermawan” maupun orang kaya yang tinggal di suatu kota besar maupun kota kecil.


read more