Menyadari bahwa saya salah jalan, akhirnya saya menyetop angkot KWK B 01, jurusan Grogol-Muara Karang. Dengan badan berkeringat karena berjalan dan kepanasan di bawah sinar matahari sore, plus polusi udara Jakarta. Ditambah lagi rasa stress waktu yang semakin petang dan ketakutan terlambat sampai di Bandara, di atas angkot saya hanya bisa diam dalam kecemasan dan detak jangtung yang semakin kencang. Saat itu saya hanya bisa berdoa, sayang doa saya itu jelek yang sungguh tidak pantas untuk ditiru, yaitu agar pesawat yang membawa Fitri sedikit delay dan jangan mendarat dulu sebelum saya sampai di bandara. Enak banget!  🙂

Belum lagi sampai di persimpangan Pluit Selatan, yang di bagian utara persimpangannya terdapat halte busway yang sebelumnya sudah saya lewati bersama Zulfikar Akbar, saya langsung turun dari angkot, membayar ongkos Rp. 2.000,- lalu berjalan cepat menuju lampu merah, setelah sampai belok kekiri memasuki jalan Pluit Selatan, lalu tancap gas berjalan  lebih cepat lagi seperti atlet triathlon, menuju titik kumpul menunggu taksi, sekitar 200 meter dari persimpangan.


read more