Sambil menunggu Anazkia, kami lalu duduk di tangga ruang tunggu pengantar, karena kursi yang disediakan sudah penuh. Tidak berapa lama telepon saya berbunyi, dari display terlihat nama Anazkia.

“Assalamualaikum  Ana…”

“Alakum salam warahmatullah, bapak Ana sudah sampai…”

Saya terkejut mendengar jawaban Anazkia, rupanya pesawat Lion yang membawanya dari Surabaya sudah mendarat. Ini salah saya yang tidak melihat ke monitor yang menayangkan pergerakan pendaratan pesawat di bandara Soekarno Hatta itu. Sebagaimana yang saya lakukan disaat ingin mengetahui kedatangan pesawat yang membawa Fitri tadi. Tapi saya juga ingat, saat melihat  monitor tersebut saya juga tidak melihat ada pesawat Lion di monitor yang ada di terminal C itu.

“Ana dimana? Tanya saya khawatir.

“Di terminal B…” aduh pantas, monitor yang saya lihat tadi adalah jadwal kedatangan di terminal C. Astagfirullah…!


read more