Janjang 40 dilihat dari bawah

 

Bukittinggi yang terkenal sebagai Kota Wisata, dengan Jam Gadang, Ngarai Sianok dan Lubang Japang sebagai icon-nya. Sebenarnya mempunyai satu Icon lagi, yaitu: Janjang 40.

Janjang atau jenjang alias tangga yang jumlahnya 40 ini terletak di bagian belakang Pasar Atas Bukittinggi, itu kalau kita melihatnya dari Jam Gadang yang terkenal itu. Tapi bagi mereka yang datang dari arah Pasar Banto atau jalan Soekarno Hatta yang menghubungkan kota Bukittinggi dengan Payakumbuh. Maka Janjang 40 ini adalah pintu gerbang menuju Pasar Atas Bukittinggi.

Sebenarnya jumlah anak tangga Janjang 40 ini lebih dari 40 buah, tepatnya 100 buah anak tangga. Itu kalau dihitung dari anak tangga paling bawah yang berawal dari trotoar jalan Pemuda. Lalu kenapa di namai Janjang 40?

Angka 40 ini adalah jumlah anak tangga yang terdapat pada bagian paling curam di bagian paling atas dari Janjang 40 ini.

Sebagai pintu gerbang menuju Pasar Atas dan juga sebagai penghubung antara Pasar Bawah dan Pasar Atas. Didirikanlah Janjang 40 ini pada tahun 1898 masa Westeenek menjadi Asisten Agam.

Anda ingin menaikinya sekarang? Ayo aja….

 

Anak tangga terbawah Janjang 40, kelihatan disebelah kiri bekas terminal Pasa Banto yang telah di sulap menjadi Pertokoan dan sebelah kanan adalah bagian depan dari Pasar Bawah. Sementara tengah adalah mulut jalan Soekarno Hatta dan jalan yang membentang dari kiri kekanan pada latar depan dekat trotoar adalah jalan Pemuda. Foto ini di ambil ketika ada perbaikan di jalan Pemuda yang memperlihatkan pasir-pasir yang menumpuk

 

 

Janjang 40 ini tidakah lurus, tapi menikung ke kiri.

 

Setengah jalan menjelang puncak

 

Janjang 40 dilihat dari anak tangga paling atas

 

Saluran air Jalan Pemuda sedang di perbaiki


read more