Telah lahir seorang putri

Cantik jelita bagaikan dewi

Keluarga menyambut dengan berseri

Bak datangnya mentari di kala pagi

.

Engkau ditimang di buaikan

Hingga merangkak dan berjalan

Senyum tertawa sambil berlarian

Masa balita yang penuh kesan

.

Namun Tuhan punya rencana

Ayah di panggil kesisi-Nya

Tinggallah putri bersama bunda

Didampingi oleh sanak saudara

.

Takkan bunda marah padamu

Kecuali hanya untuk kebaikanmu

Engkau putri bungsunya tersayang

Putri kandung sibiran tulang

.

Bunda paham kau belum dewasa

Sehingga engkau sering alpa

Namun bunda tiada henti

Memberi nasehat petang dan pagi

.

Bunda lepas ananda pergi

Menuntut ilmu tinggi-tinggi

Agar hidupmu tiada merugi

Di masa depan yang tiada pasti

.

Di kampung bunda membanting tulang

Untuk putrinya yang tersayang

Karena dia tinggal seorang

Karena sang suami telah berpulang

.

Demi untuk putri tercinta

Hujan panas tiada dia rasa

Walau kadang harus berteman air mata

Namun tekadnya tetap membara

.

Dinginnya malam dia tahankan

Karena tiada putri dalam pelukan

Do’a tak putus terhadap Tuhan

Setiap saat selalu dipanjatkan

.

Belajarlah nak dengan sungguh-sungguh

Janganlah lemah atau pun rapuh

Agar ananda menjadi orang yang tangguh

Pembela bunda bila nanti telah sepuh

.

Bila masanya kelak telah tiba

Bunda dipanggil yang maha kuasa

Lepaslah dia dengan rela

Iringi kepergiannya dengan do’a

.

Tugas bunda selesailah sudah

Tinggallah ananda jangan berkesah

Tengoklah pusara bacakan do’a

Agar dia damai di alam sana

.

10062013


read more