Fotografi Untuk Pemula : Rana

Rana

Kita sudah mengetahui bahwa untuk menangkap subjek foto untuk mengisi film di kamera kita dengan gambar, kita membutuhkan lensa.

Nah, kalau cahaya masuk terus tanpa penghalang, berarti film akan tercahayai terus. Tentu film yang ada di dalam kamera akan hangus alias gelap semua? Benar, dan kalau film negatif ini dicetakkan ke kertas foto maka hasilnya tentu saja seperti buku gambar yang belum dicoreti pakai alat-alat tulis, putih bersih!

Jadi bagaimana agar cahaya tidak masuk terus menerus, hanya masuk pada saat yang dibutuhkan, dan dalam waktu yang lamanya juga tertentu?

Inilah perlengkapan kedua, yaitu: Rana.

Rana, atau orang “sono”nya bilang shutter alias si Penutup pintu bidang lintas film dengan lensa. Dialah yang bertugas membebaskan atau menghalangi cahaya yang masuk lensa menuju film.

Rana itu bertugas bukan pula semaunya, melainkan juga dengan waktu yang di tentukan. Rana ini juga terdiri dan dua system menutup dan membukanya. Pertama yaitu rana pusat dan yang kedua rana celah.

Rana Pusat

Yaitu system rana yang terdiri dari beberapa lembar logam tipis yang disusun berdempetan dalam posisi melingkar mengelilingi bagian dalam lensa.

Rana ini akan saling mundur kepinggir bila membuka dengan bagian pusat yang terbuka lebih dahulu, kemudian setelah terbuka sepersekian detik, saling maju lagi ke posisi semula, menutup cahaya yang datang dari lensa.

Rana pusat umumnya di pakai oleh kamera kompak dan kamera format medium.
Khusus kamera format medium, walaupun memakai rana pusat, tapi konstruksinya lebih kompleks dan tentu saja tidak dirancang dengan sembarangan.

Sebuah Rana Pusat untuk kamera Kompak

 

Gambaran sederhana bekerjanya Rana pusat

 

 

 

Rana Celah

Rana Celah yaitu rana yang membuka dan meloloskan cahaya yang datang dari lensa menuju film melalui satu celah diantara dua ujung rana yang menutup berkejaran.

Rana celah itu juga terdiri dari dua system. Pertama rana celah yang bergerak horizontal atau mendatar, dan yang kedua rana celah yang bergerak vertikal yaitu membuka dari atas kebawah.

Bahan yang dipergunakan juga berbeda. Rana celah horizontal umumnya terbuat dari semacam kain nylon hitam, dengan kerapatan tinggi dan tidak tembus cahaya.

Sedangkan rana celah vertikal terbuat dan bahan metal tipis yang bersusun beberapa lembar. Lembar atas menghimpit lembar di bawahnya, begitu seterusnya agar cahaya tidak lolos menyinari film.

 

Rana celah horizontal

 

Rana Celah Horizontal

Bagaimana bekerjanya rana celah horizontal ini dapat kita perhatikan sebagai berikut.

Pada waktu kamera kita kokang, sepasang rana akan berjalan beriringan kekanan, searah dengan pengokang yang kita pegang, melintasi jendela bidang lintas film.

Ujung belakang rana pertama akan selalu berhimpitan dengan ujung depan rana kedua. Setelah pengokangan selesai, maka sekarang yang menutup pintu bidang lintas film adalah sepenuhnya rana kedua yang tadinya tersembunyi di gulungan rana sebelah kiri. Gbr. 3a merah

Sedang rana pertama yang tadinya menutup jendela bidang lintas film kini bergantian tergulung di sebelah kanan, dan dia akan terkunci disana sampai pada saat tombol pelepas kunci rana yang terletak diatap kamera tersebut kita tekan.
Perjalanan rana ketika kamera kita kokang itu, dapat kita lihat dengan membuka tutup punggung kamera, dan pengokangan kita lakukan dengan pelan-pelan.

 

Diagram bagaimana bekerjanya rana celah horizontal

 

Bila kita sudah menemukan objek yang akan kita foto dan membidiknya melalui jendela bidik, tombol pelepas rana kita tekan. Maka rana yang saat itu menutup (Gbr.3b warna merah) akan segera bergerak kekiri dan kembali tergulung ketempat persembunyiannya semula, sehingga jendela bidang lintas film terbuka dan film tercahayai.

Selanjutnya, begitu juga dengan rana pertama yang tadi tergulung disebelah kanan (Gbr.3c warna hijau). Akan segera mengejar pasangannya yang tadi telah kabur duluan, atau dia akan segera menutup celah terbuka bidang lintas film, yang tadi telah ditinggalkan pasangannya.

Berapa lama dia baru akan menyusul, itu ditentukan oleh setelan kecepatan rana yang kita pakai, dan itu bisa sangat cepat sekali, misalnya 1/1000 (seperseribu) detik. Bahkan kini untuk kamera dengan rana Vertikal, sudah ada kamera yang kecepatan tertingginya mencapai 1/4000 detik.

Setelah pemotretan selesai, maka kini jendela bidang lintas film kembali tertutup oleh rana pertama (Gbr.3d  warna hijau)

Urutan pengaturan lamanya waktu pencahayaan film ini, dapat kita lihat sebagai berikut:
B, 1, 2, 4, 8, 15, 30, 60, 125, 250, 500, 1000 (gambar bawah)

 

Selector/pemilih kecepatan rana celah horizontal

 

Lambang angka 1 menyatakan kecepatan rana terbuka 1 detik, sementara angka 2 bukan 2 detik, melainkan 1/2 detik. Begitu seterusnya hingga angka tertinggi 1000, yang menyatakan bahwa rana terbuka pada kecepatan 1/1000 detik. Sedang lambang huruf B adalah, Rana akan terbuka terus selama tombol pelepas rana kita tekan dan akan tertutup begitu tombol kita lepaskan.

Rana celah Vertikal

Tidak berbeda halnya dengan rana celah horizontal, pada rana celah vertikal prinsip kerjanyapun sama. Perbedaannya hanyalah bahan rananya serta arah gerak dari rana tersebut, serta jumlah daun rananya. Bila pada rana celah horizontal daun rananya hanya terdiri dari dua lembar, maka pada rana celah vertikal daun rana tersebut bisa terdiri dari sebelas lembar. Masing-masing mempunyai lebar yang tidak sama. Paling lebar adalah sekitar 1 cm, tapi ini untuk rana yang jumlah daunnya 8 lembar.

 

Rana celah vertikal

 

Kenapa daun rana celah vertikal ini banyak, dapat diterangkan sebagai berikut. Bagian atas dan bawah bidang lintas film ini sangat sempit. Sehingga tidak memungkinkan untuk memuat suatu daun rana yang lebar. Oleh karena itulah maka daun rana ini dibuat beberapa lembar dengan lebar yang tidak begitu memakan tempat. Karena lebarnya yang tidak seberapa itu maka dia harus banyak, sehingga dapat menutup seluruh permukaan bidang lintas film.

Posisi  daun rana ini diatur sedemikian rupa sehingga cahaya tidak bisa menembusnya. Bagian bawah daun rana pertama akan menindih bagian atas daun rana kedua, yang kedua menindih yang ketiga dan seterusnya.

.

Tulisan Berikutnya: Diafragma


read more