Anakku…

Bagaikan petir menyambar di tengah hari benderang

Begitulah berita itu menghantamku

Aku terperangah badanku lemah

Remuk hati tak kuasa ku hindarkan

.

Anakku…

Sekian belas tahun lalu kalian dipertemukan

Dalam satu wadah yang maha agung mahligai perkawinan

Dalam perjalanan yang tak seberapa panjang itu

Lahirlah dua putri dan satu putra kalian

Menemani dan mengisi hari-hari yang berlalu

Hidup bersama dalam suka maupun duka

Membangun mahligai impian setiap keluarga

Dalam senang maupun susah

Sakitnya terinjak onak dan duri telah kalian tempuh

Sandungan kerikil-kerikil kecilpun telah kalian rasakan

Berbagai ujian telah kalian alami

Kalian pun berhasil menata diri

Dalam bimbingan rahman dan rahimnya Ilahi

Derai tawa telah kalian nikmati bersama

Derai airmatapun tak kurang ikut menimpa

Dalam mengharungi ombak dan gelombang samudra kehidupan

Yang menggoncang dan menghempaskan bahtera kehidupan kalian

Tapi kalian tetap bertahan dan tak jadi korban

Kini, perpisahanpun tak terelakan

Perpisahan yang telah tertulis di tangan Tuhan

Sehelai daun kehidupan telah gugur di Lauhulmahfudz sana

Sang Pemilik telah memanggilnya kepangkuan-Nya

Sabar nak, kuatkan imanmu, tegarlah

Ikhlaskan kepergiannya

Doakan dia agar tenang di alam sana

Ajarkan anak-anakmu mendoakan ayahnya

Krena do’a merekalah yang akan menyelamatkan ayahnya

Izinkan ayah memeluk ananda dari jauh

Sebagai tanda rasa duka cita dan penghiburan

Juga cucu-cucu ayah RaDiAl.

Bila Tuhan mengizinkan,

Kita akan dipertemukan-Nya nanti di suatu saat.

Insya Allah

.

21062013

 

 

 

 

 


read more