IMG_5378 (FILEminimizer)

Studio Metro TV sebelum Taping acara Kick Andy dimulai

Selesai shalat Ashar, saya mengambil perlengkapan yang sudah saya siapkan di tas ransel. Sebelum keluar rumah saya melihat jam dinding, hampir setengah lima. Saya mendekati tukang ojek langganan yang mangkal di mulut gang buntu,  masih dalam lingkungan RT tempat saya tinggal.

Hanya memakan waktu sekitar duapuluh menit, saya tiba di Metro TV, Kedoya. Setelah masuk ke ruang tunggu, hal pertama yang saya lakukan adalah mengontak Anazkia yang sudah duluan sampai di sana dengan mengirimi dia sms. Sambil melihat keberbagai sudut di sela-sela undangan dari berbagai komunitas maupun kampus yang sudah berkumpul di ruangan,  saya tidak melihat Anazkia. Saat sms dari dia masuk, baru saya tahu bahwa dia masih berada di luar komplek Metro TV. Menunggu di warung kaki lima yang ada di sana.

Ary Amhir

Ary Amhir

Saya keluar ruang tunggu, ke halaman dan berjalan menuju jalan raya dan terus mencari warung seperti yang ditulis di smsnya Anazkia. Setelah bertemu, kami kembali memasuki ruang tunggu gedung Metro TV yang jaraknya dari warung sekitar duaratus meteran.

Sampai di ruang tunggu,saya mencoba menghubungi Ary Amhir di salah satu nomor ponselnya. Tidak ada jawaban. Saya lalu menghubungi nomornya yang lain, nyambung. Ary Amhir mengatakan saat itu dia tengah diwawancara oleh Metro TV, jadi tidak bisa bicara banyak.

Saya berfikir keras bagaimana caranya agar kami bisa bertemu sebelum acara dimulai, lalu sayapun bergerilya mencarinya. Saya lalu pergi ke lantai dua, lalu melihat sekilas ke seluruh ruangan terbuka itu, tapi saya tidak melihat Ary di sana. Saya lalu turun lagi ke lantai dasar, kembali ke ruang tunggu. Pengalaman saya berbaur lebih dari 40 tahun dengan kalangan orang media dan wartawan, membuat saya akhirnya menemukan di mana Ary sedang diwawancara. Rupanya wawancara saat itu sudah selesai, sehingga saya bisa langsung bergabung.

Ngobrol sejenak menjelang magrib, sebelummasuk ruang studio

Ngobrol sejenak menjelang magrib, sebelummasuk ruang studio

Walau baru pertama kali bertemu, keakraban kami di dunia maya, khususnya di Kompasiana maupun Facebook. Membuat saya dan Ary bagaikan bertemu kawan lama. Tak lama kemudian Anazkiapun ikut bergabung.

Menjelang magrib kami berpisah, Ary Amhir dibawa keruangan khusus tempat berkumpulnya para nara sumber yang akan mengisi acara bertajuk “Sang Petualang” itu, untuk melakukan persiapan akhir. Sayapun lalu pergi menuju masjid yang terletak dekat lapangan parkir Metro TV, untuk melaksanakan shalat Magrib, mengikuti rombongan lain yang sudah berjalan duluan.

Kembali dari masjid, saya mendapati ruang tunggu sudah mulai sepi. Rupanya para undangan sudah dipersilakan masuk ke ruang studio Metro TV, dimana pengambilan gambar acara Kick Andy ini akan dilaksanakan.

Ary Amhir saat diwawancara oleh Andy F. Noya, host Kick Andy

Ary Amhir saat diwawancara oleh Andy F. Noya, host Kick Andy

Nara sumber pertama yang dihadirkan Andy F. Noya, host Kick Andy, adalah Hendra Jaya. Seorang petualang yang mengelilingi Indonesia dengan mengendarai Vespa. Hanya bermodalkan uang 3.5 juta rupiah, Hendra memulai petualangannya tujuh tahun yang lalu. Hingga akhirnya dia berhasil menuntaskan perjalanannya menjelajahi 33 propinsi di Indonesia. Hendra yang juga adalah anak seorang Polisi Militer, membuat dia selalu menjadikan pangkalan militer sebagai institusi pertama yang dihubunginya disetiap daerah yang dikunjunginya. Nasionalisme yang dipupuk dan tumbuh subur di keluarganya, menjadikan Hendra punya nasionalime yang tinggi yang layak di teladani, dengan menjadikan NKRI sebagai harga mati.

Ary Amhir tampil sebagai nara sumber kedua. Perjalanannya selama 30 hari di Sumatera yang menghasilkan sebuah buku berjudul “30 Hari Keliling Sumatera”, menjadi topik pembicaraan saat itu. Ditambah lagi dengan kondisi Ary yang saat melakukan perjalanan itu, baru habis menjalani operasi kanker kulit yang berkemungkinan di dapatkannya saat menjadi TKI, dan bekerja di sebuah pabrik di Penang, Malaysia. Di mana saat itu para buruhnya tidak di perlengkapi dengan perlengkapan keamanan yang memadai, saat bekerja berhadapan dengan mesin-mesin yang mengandung radio aktif dan sinar X.

Beberapa Kompasianer yang hadir menonton taping acara Kick Andy

Beberapa Kompasianer yang hadir menonton taping acara Kick Andy

Nara sumber ketiga adalah Wahyudi Panggabean, seorang backpacker yang awalnya ingin pergi ke Papua, namun karena mahalnya biaya tiket akhirnya malah terdampar di Australia. Sempat menjadi gelandangan karena tidak mempunyai tempat tinggal, lalu hidup dan makan hanya sekali sehari, dari pemberian toko kue yang membagikan sisa kue mereka yang tidak habis terjual kemarinnya, kemudian membagikannya kepada para gelandangan yang hidup dan tinggal di taman-taman kota. Namun karena keuletannya dan pantang menyerah, kini Wahyudi yang dipanggil Why oleh teman-temannya, berhasil membentuk komunitas backpacker sendiri dan saat berkeliling di Indonesia selalu mengumpulkan alat musik tradisional, dari daerah yang dikunjunginya.

Hiburan selingan sebelum acara di mulai

Hiburan selingan sebelum acara di mulai

 

Di akhir acara, dalam perjalanan keluar studio, kami mendapatkan souvenir berupa bukunya Ary Amhir, 30 Hari Keliling Sumatera.

Beberapa kompasianer ikut hadir dalam taping acara Kick Andy Show ini. Anda ingin menikmati tayangan ini? Sabar ya,  rekaman ini baru dapat anda nikmati nanti, di hari Jum’at pertama atau kedua di bulan Oktober. Silakan tandai sendiri tanggalnya di kalender Anda.

Komunitas Backpakers tengah memainkan musik Tradisional tabf d gabung dengan alat musik modern

Komunitas Backpakers tengah memainkan musik Tradisional tabf d gabung dengan alat musik modern


read more