Siap menuju Bandung dengan XTrans

Siap menuju Bandung dengan XTrans

Bermula dari inbox Nchie Hanie dan Alaika Abdullah yang masuk di akun facebook saya. Sebuah undangan yang datang bagai sebuah jawaban atas kerinduan saya  untuk berkunjung ke Bandung, seperti yang pernah saya alami sekitar 30 tahun yang lalu. Tanpa berfikir panjang lagi, saya menanggapi undangan itu. Sebuah kesempatan yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Kesempatan untuk bertemu, berkenalan dan kopdar dengan teman-teman blogger Bandung. Serta bertatap muka dengan pakar SEO yang dikenal dengan Dewaseo, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konsultan internet marketing dan bisnis online.

Jalan Tol dalam kota Jakarta menjelang macet, saat melintas di  jembatan layang Kuningan.

Jalan Tol dalam kota Jakarta menjelang macet, saat melintas di jembatan layang Kuningan.

Rencana keberangkatan yang tadinya hari Jumat pagi, harus dimajukan sehari ke Kamis siang. Ini disebabkan ada sedikit perubahan acara di kantor Dewa SEO di Bandung. Kebingunganpun mulai menyergap saya, mau nginap dimana di Bandung?  Memang sih ada beberapa nama dan alamat sahabat yang bisa dikunjungi. Tapi datang mendadak tanpa konfirmasi apa layak? Dan lagi saya tidak tahu dimana alamatnya! Akan terlalu repot bila harus mencari alamat dulu dengan waktu yang semakin mepet, saya sempat menghubungi seorang rekan, tapi sayangnya dia tengah berada di Kuningan.

Antara serius dan guyon, saya minta dicarikan mushalla buat nginap kepada Nchie Hanie, yang dijawab nggak usah difikirkan soal tempat nginap, yang penting saya sampai di Bandung dulu!

Melewati Cawang Interchange

Melewati Cawang Interchange

Saya belum tahu acara apa yang akan saya ikuti di Bandung, tapi saya sudah menduga ini pasti acara yang seru. Dugaan saya itu rupanya terbukti setelah Nchie Hanie mengirimi saya link http://airrisadventure.com/ yang saat saya singgahi situsnya, langsung membuat semangat bertualang saya bergelora dan ingin segera menikmatinya!

Kamis 26 September saya mempersiapkan diri. Rencananya saya berangkat dari Tomang jam 2 siang dengan bus Xtrans yang poolnya ada di jalan Kamboja, Tomang. Tapi karena ada urusan lain yang harus saya kerjakan, saya tidak keburu berangkat jam 2 dan mengudurkannya ke trip berikutnya, jam 4 sore. Dalam kesibukan saya, saya tidak tahu bahwa Nchie Hanie telah mengirim sms menanyakan posisi saya dan selalu berkomunikasi tentang posisi saya. Hal ini baru saya ketahui setelah saya berada di perjalanan menjelang Purwakarta.

Selamat tinggal Jakarta

Selamat tinggal Jakarta

Jam setengah empat sore, setelah menunaikan shalat asyar. Dengan menumpang ojek, saya meluncur menuju pool XTrans di jalan Kamboja. Sampai di sana saya memesan tiket dan mendapatkan tempat kursi nomor 1, di depan, di samping pengemudi. Tempat yang selalu saya cari bila sedang “berdinas” keluar kota, dengan kamera yang selalu siap di tangan, mengabadikan apapun yang menarik perhatian di sepanjang perjalanan.

Sambil menunggu jam berangkat saya online dengan HP, mengikuti obrolan dengan WA dan melihat status teman-teman di FB. Lima menit menjelang keberangkatan, petugas pool XTrans menyuruh para penumpang naik kendaraan. Saat bersiap hendak naik bus, baru saya teringat power bank saya ketinggalan di rumah, sementara bus sudah mau berangkat. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap berangkat tanpa membawa power bank itu. Padahal saya saya sengaja membelinya khusus untuk acara ini, sekarang malah ketinggalan. Busyet dah…

SPBU Pertamina Cipularang, Purwakarta

SPBU Pertamina Toll Cipularang, Purwakarta

Tepat jam 4 sore, bus XTrans meninggalkan pool. Setelah mobil berjalan, baru saya tahu bahwa penumpang mobil itu hanya tiga orang, berempat dengan pengemudi. Selepas jalan Kamboja, mobil belok kiri memasuki jalan Tomang Raya. Di Simpang Susun Tomang, kami belok kiri lagi memasuki jalan S. Parman. Perjalanan kami mulai merambat, wajah Jakarta yang berselimut kemacetan mula terasa. Tapi untunglah kemacetan belum mencapai puncaknya. Karena jam kantor baru saja berakhir sebagian, belum untuk semua kantor. Puncak kemacetan akan tejadi mulai jam 5 hingga jam 7 sampai jam 8 malam.

Di depan Polres Slipi, kami masuk tol dalam kota. Walau kendaraan sudah mulai menumpuk memenuhi jalan tol, tapi belum tersendat, masih bisa di katakan lancar. Lepas dari Semanggi baru jalan mulai agak lega, mobil yang saya tumpangipun bisa menambah kecepatannya. Untuk menghemat baterai saya mematikan Lumia saya, sebuah gadget yang saya dapatkan sebagai hadiah dari seorang sahabat saat mengikuti Festival Blogger Asean di Solo, beberapa waktu lalu.

Check point XTrans di SPBU Toll Cipularang, Purwakarta

Check point XTrans di SPBU Toll Cipularang, Purwakarta

Jam 18.20, kami tiba di pos kontrol XTrans yang terdapat di SPBU Pertamina, di tol Cipularang, Purwakarta. Kami berhenti sekitar 15 menit, saya memanfaatkan waktu istirahat itu untuk shalat magrib di mushalla yang terdapat di belakang kantor pengelola SPBU. Kegelapan malam mulai menjemput, saat kami meneruskan perjalanan menuju Bandung. Untuk mengembalikan kesegaran fisik, saya mencoba untuk istirahat dengan tidur sejenak. Mungkin hanya sekitar setengah jam atau kurang, tapi cukuplah membuat saya bangun lebih segar dari sebelumnya. Saat melihat handphone, ada sms dari Nchie Hanie yang menanyakan posisi saya. Karena saat itu tengah macet, saya menanyakan posisi kami kepada pengemudi. Rupanya kami sudah menjelang pintu tol Pasteur, sayapun lalu mengabarkan ini kepada Nchie Hanie.

Sewaktu melewati jalan Pasteur, saya sudah berharap sesaat lagi saya akan bertemu dengan Nchie Hanie. Tapi karena masih buta dengan kota Bandung, saya membiarkan saja mobil yang saya tumpangi berjalan terus. Setelah cukup lama melewati macetnya Bandung yang sudah hampir menyamai Jakarta, kami sampai di pool XTrans di Ciampelas.Setelah turun dari mobil, saya tidak melihat keberadaan Nchie Hanie. Beberapa saat kemudian sms dari Nchie Hanie masuk menanyakan posisi saya, kok belum sampai di pool XTrans di Pasteur.

Selamat datang di Kota Bandung

Selamat datang di Kota Bandung

Saya lalu menelpon Nchie Hanie, setelah tersambung saya lalu menyerahkan hp saya ke petugas keamanan pool XTrans, agar bisa memberikan keterangan yang lebih lengkap dan mendetail ke Nchie Hanie tentang posisi pool XTrans di Cihampelas ini. Saya menyesal juga akan ketidak tahuan saya ini. Bila seandainya saya tadi turun di pool XTrans di Pasteur, tentu Nchie Hanie tidak akan repot-repot menjemput saya sejauh ini ke Cihampelas.

Menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya yang saya tunggu datang juga. Dari balik helm, saya tidak tahu siapa yang meluncur masuk area parkir XTrans. Tapi begitu dia membuka helmnya diiringi senyumnya yang sudah saya kenal, baru saya tahu yang datang itu Nchie Hanie. Ada rasa tidak enak yang saya rasakan, karena telah membuat Nchie Hanie harus mutar-mutar menjemput saya, dari kantornya ke Pasteur dan kini ke Ciampelas. Tapi bagaimana lagi, saya memang belum hafal dengan situasi Bandung. Maaf ya Nchie Hanie L

Disuruh carikan mushalla buat nginap, yang di kasih malah hotel Dewi Sartika, Alhamdulillah

Disuruh carikan mushalla buat nginap, yang di kasih malah hotel Dewi Sartika, Alhamdulillah

Dari Cihampelas kami langsung menuju Alun-alun Bandung. Berboncengan dengan Nchie Hanie, saya tak menduga dia begitu gesit mengendarai motornya. Sehingga saya sempat berkomentar, seperti naik motor bersama anak-anak geng motor J. Diselingi lagi bunyi klakson motornya yang juga bisa bikin kaget orang lagi bengong… hehehe…

Sampai di alun-alun kami langsung ke jalan Dewi Sartika, Nchie Hanie langsung membawa saya ke hotel yang juga mengambil naman jalan itu, Dewi Sartika. Rupanya di sana sudah menunggu sepasang suami isteri yang datang khusus dari Tasikmalaya, Dudi Jaya dan isterinya Karmila Dwie, yang juga akan ikut acara bertajuk “Rafting Adventure Bareng DEWA SEO” ini.

Makan malam dengan hidangan masakan Padang

Makan malam dengan hidangan masakan Padang

Sampai di hotel Nchie Hanie langsung membooking kamar untuk saya. Setelah meletakkan peralatan di kamar, saya kembali ke lobby hotel. Rupanya di sana sudah berkumpul Dudi Jaya, Karmila Dwie dan bos DEWA SEO, yang di FB memakai akun bernama Argun Ciptaan Tuhan, serta Nchie Hanie. Setelah bersalaman dan berkenalan, kami kemudian mencari Restoran buat makan malam. Setelah sempat mencari di beberapa tempat, akhirnya pilihan akhir jatuh ke rumah makan Padang yang berhadapan persis dengan hotel Dewi Sartika.

Selesai makan, kami kembali ke hotel. Karena harus mempersiapkan stamina untuk acara besoknya, kami hanya ngobrol sebentar di lobby hotel. Kemudian berpisah dan membuat janji bertemu esok pagi di kantor Dewaseo di ITC Kebon Kelapa.

 

Tuan Rumah Dewa SEO Argun dan Nchie Hanie yang diapit oleh tamu dari Tasikmalaya, Dudi Jaya dan istrinya Karmila Dwie

Tuan Rumah Dewa SEO Argun dan Nchie Hanie yang diapit oleh tamu dari Tasikmalaya, Dudi Jaya dan istrinya Karmila Dwie


read more