Siap tempur dan nyebur

Siap tempur dan nyebur

Selesai briefing, semua peserta yang sudah dibagi perkelompok lalu berjalan menuju perahu masing-masing. Setelah semua masuk ke perahu, ritual pertama yang membuat kaget dan heboh para peserta adalah, menyirami para peserta yang berada di perahu lain, oleh para leader yang berpura-pura mendayung perahu mereka. Hal ini membuat para peserta jadi heboh kareka kaget yang akhirnya jadi perang-perangan air diantara para peserta. Seruuu…..

Briefing tentang keselamatan berarung jeram

Briefing tentang keselamatan berarung jeram

Setelah semua perahu menjauh ke tengah danau, saya beserta para anggota team penyelamat atau rescue meninggalkan danau. Dengan mobil kami menuju jembatan yang berada disisi barat danau Cileunca, dimana hulu sungai Palayangan berasal. Saya sendiri memang memutuskan untuk tidak ikut arung jeram ini bersama perahu yang dinaiki teman-teman. Karena saya ingin mengabadikan seluruh kegiatan arung jeram ini melalui kamera saya, yang tak mungkin saya lakukan bila saya ikut sebagai peserta. Sebenarnya saya juga ingin ikut bersama mereka, menikmati serunya mengarungi sungai berarus deras itu. Sebagaimana sering saya nikmati saat kecil di kampung dulu! Tapi kalau saya ikut, tak akan ada dokumentasi lengkap acara ini, yang paling kecewa tentu saja Nchie Hanie. Karena dialah bersama Alaika Abdullah yang mengajak saya ikut acara ini.

 

Siap terjun dengan peralatan lengkap

Siap terjun dengan peralatan lengkap

Sampai di jembatan kami semua turun dari mobil. Dari jembatan saya melihat teman-teman di perahu mulai mendekat ke tempat kami menunggu. Saat itu saya mulai berfikir darimana teman-teman yang saat itu berada di tengah danau menerobos menuju sungai?  Pertanyaan itu kemudian terjawab saat mereka telah merapat ke jembatan. Setelah sampai di pinggir jembatan, para penumpang perahu semua turun, lalu berjalan ke atas jembatan. Sementara para petugas keselamatan mengangkat perahu keatas jembatan, lalu meluncurkannya kembali ke kali yang berada di seberang jembatan. Dari balik jembatan inilah hulu sungai Palayangan ini bermula, dan dari sini pula acara arung jeram yang sebenarnya dimulai, sementara Situ Cileunca tadi hanyalah sebagai tempat pemanasan.

 

Ayo cari perahu masing-masing

Ayo cari perahu masing-masing

Di saat perahu diturunkan dari jembatan, para peserta berjalan menuju sungai tempat start sebenarnya arung jeram ini. Sayapun mengikuti para peserta yang pakaiannya sudah basah ini menuju hulu sungai. Satu persatu mereka kembali menaiki perahu masing-masing. Jarak start antar perahu sekitar 5 menit atau kurang. Begitu perahu bergerak meninggalkan pinggir sungai, mulailah keseruan, heboh, lucu maupun menegangkan juga ketakutan akan terbaliknya perahu, menyelimuti para peserta. Untuk menghilangkan rasa tegang dan takut itu, berteriak adalah cara yang paling efektif. Maka ramaiah sungai Palayangan yang tadinya sepi itu dengan teriakan maupun jeritan para peserta.

Mari mendayung ke tengah danau

Mari mendayung ke tengah danau

Untuk mendapatkan hasil foto yang bagus, saya harus mencari tempat yang strategis di pinggir sungai. Maka setelah semua perahu selesai start, saya harus berlari mengikuti jalan setapak yang menurun maupun mendaki di sepanjang aliran sungai. Bila peserta seru-seruan di sungai mengikuti aliran sungai yang deras dan berbatuan, maka saya harus berlari sekuatnya agar bisa lebih sulu dari mereka, lalu menunggu kedatangan mereka di posisi yang baik untuk melakukan pemotretan. Sering saya harus mendahului para petugas keselamatan arung jeram untuk mendapatkan hasil foto yang bagus. Untungnya mereka juga cukup membantu dengan menunjukkan jalan-jalan yang harus saya lewati, yang kadang –kadang jalannya agak sulit dilewati karena licin atau terjal, juga karena terlalu mepet ke pinggir sungai, sehingga saya juga harus bisa menjaga keseimbangan tubuh agar tak tercebur masuk sungai, di mana saat itu di leher saya tergantung dua kamera. Tapi dari hasil kerja keras saya itu, saya bisa mendapatkan foto-foto bagaimana serunya teman-teman terjun melewati jeram yang terjal, atau mereka yang terpaksa terjun ke sungai karena perahu mereka terbalik, juga yang berteriak kesenangan karena lolos dari jeram dan pusaran air yang deras menggoyang perahu yang mereka tumpangi.

Mengarungi Situ Cileunca

Mengarungi Situ Cileunca

Di setengah perjalanan, rombongan beristirahat sejenak di badan sungai yang agak lebar dan di tengahnya terdapat pulau pasir. Para blogger peserta arung jeram inipun kembali memperlihatkan narsisnya di depan kamera dengan pakaian yang semuanya sudah kuyup membungkus tubuh masing-masing. Setelah empat perahu karet itu beserta segenap penumpangnya lengkap semua, setelah Istirahat sekitar sepuluh menit, perjalanan arung jeram inipun di lanjutkan.

Berpacu menuju  jembatan

Berpacu menuju jembatan

Tidak selamanya saya harus ngos-ngosan berlari mendahului peserta. Pada suatu belokan sungai yang cukup panjang, saya diajak oleh pemandu saya untuk mengambil jalan pintas. Jalan pintas yang sangat menakjubkan! Kami melewati kebun teh yang terhampar luas di hadapan saya, saya pun tak membuang kesempatan untuk sedikit narsis di sana. Boleh dong, kalau tadi saya harus mengabadikan narsisnya teman-teman blogger yang kini asyik berarung jeram, maka kini giliran saya yang mejeng sejenak di hamparan kebun teh itu, dan pemandu jalan saya itupun seketika menjadi fotografer dadakan. Untung saya membawa dua kamera, sehingga saya bisa tampil mejeng berikut dengan senjata andalan saya itu, hehehe…. Jangan syirik ya, yang nggak kebagian foto di kebun teh ini…

Mendarat

Mendarat

Rupanya perkebunan teh ini adalah jalan pintas menuju garis finis arung jeram. Karena begitu kami melanjutkan perjalanan, kami sampai di perkampungan. Saya melihat ada beberapa rumah di sana, saat saya tanyakan rupanya masih ada hubungan keluarga dengan petugas yang saat itu memandu saya.

Perahu digotong menyeberang jembatan

Perahu digotong menyeberang jembatan

Tidak jauh berjalan dari perkampungan itu, kami sampai di jembatan yang membentang di atas sungai Palayangan. Itulah garis finis acara arung jeram ini. Dari jauh saya melihat satu persatu perahu mulai berdatangan, suara-suara yang penuh tawa dan teriakan kegembiraan itupun mulai meramaikan suasana yang tadi sepi itu.

Mejeng lagi menjelang pertarungan

Mejeng lagi menjelang pertarungan

Satu-persatu perahu sampai di garis finis. Para penumpangnyapun lalu mendarat di pinggir sungai, lalu menunggu teman-teman lain yang masih ketinggalan. Setiap ada perahu yang datang suasana semakin ramai dengan kisah perjalanan masing-masing yang lucu, tegang dan mendebarkan saat perahu mereka terbalik.

Siap-siap untuk start arung jeram yang sebenarnya

Siap-siap untuk start arung jeram yang sebenarnya

Setelah semua lengkap tiba, kamipun naik mobil yang telah di menunggu untuk kembali ke grouphousecileunca. Perahupun di naikkan keatas tenda mobil dan di ikat kuat. Setelah semua naik ke mobil kamipun meninggalkan sungai Palayangan. Pulang ke penginapan kami melewati perkebunan teh yang menghampar di kiri maupun kanan jalan, pemandangan indah yang menakjubkan yang tak akan mudah dilupakan dalam waktu yang lama. Jalan yang berliku, lembah yang landai maupun bukit yang seakan ikut mengawal perjalanan kami, membuat perjalanan menuju tempat peristirahatan tak membosankan, malah sangat sayang kalau sampai tak dinikmati, walau badan sebagian peserta masih menggigil kedinginan.

Nyeburrrr.....

Lolos dari hadangan pertama…

 

Siap-siap nyebur...

Siap-siap nyebur…

 

Horeeee..... lolossss

Horeeee….. lolossss

 

Siap-siap tenggelam....

Siap-siap tenggelam….

 

 

Menghadapai tantangan...

Menghadapai tantangan…

 

Kelelep...

Kelelep…

 

Tersangkut dan macet...

Tersangkut dan macet…

 

Istirahat di setengah perjalanan

Istirahat di setengah perjalanan

 

 

Biar basah kuyup narsis jalan terus...

Biar basah kuyup narsis jalan terus…

 

Narsis bersama team penyelamat

Narsis bersama team penyelamat

 

Menikmati indahnya perkebunan teh

Menikmati indahnya perkebunan teh

 

Sang penunjuk jalan

Sang penunjuk jalan

 

Terjebak di kerumunan bambu

Melewati hadangan pohon bambu

 

Usai sudah perjuangan

Usai sudah perjuangan

 

Pulang ke penginapan...

Pulang ke penginapan…

 

Foto lengkap arung jeram ini bisa dinikmati disini

https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.1420507754832268&type=1

 

 

 

 

 

 

 

 


read more