Setiap naik bus Transjakarta, atau yang lebih terkenal dengan sebutan busway. Kita pasti akan selalu melihat penumpang yang penuh sesak di dalam bus. Apalagi pagi atau sore hari, di saat para pengguna jasanya mau berangkat atau pulang kerja. Bus tersebut baru akan kelihatan sepi penumpang pada tengah hari, atau pada malam hari selepas para pemakai jasanya sudah berkumpul dengan keluarga masing-masing.

Namun, bagaimanapun sepinya bus tersebut, akan selalu ada beberapa penumpang yang berada di dalamnya. Yang akan pulang dari pekerjaan, atau berangkat menuju tujuan masing-masing penumpangnya.

Saya mendapat kesempatan emas, menumpang sebuah busway yang benar-benar kosong dalam satu kesempatan. Saat itu sekitar jam 2 siang kalau tidak salah, saya berangkat dari rumah di Tomang. Saya menunggu busway di halte Sumber Waras, jalan Kiyai Tapa.

Setelah menunggu beberapa menit, sebuah bus gandeng Transjakarta berwarna merah yang dari rute depannya tertulis koridor 1 Blok M – Kota, melintas dan berhenti di depan halte. Setelah pintu bus terbuka, saya lalu masuk. Beberapa penumpang yang juga antri dekat saya, tidak ikut masuk. Mungkin mereka memang sedang menunggu busway jalur reguler yang biasa melintas di sana. Mungkin juga mereka enggan masuk, karena awak bus yang berada di pintu mengatakan bahwa bus akan menuju Kota.

Sebenarnya ada satu penumpang lagi yang ikut masuk bus, yaitu seorang wanita yang sudah cukup tua. Dia masuk dari pintu depan, lalu duduk paling pojok di belakang sopir, sementara saya masuk dari pintu tengah.

Setelah sampai di dalam bus, saya lalu memilih duduk di bangku samping paling belakang. Setelah bus berjalan, timbul inspirasi saya untuk mengabadikan bagian dalam bus yang kelihatan kosong melompong tersebut.

Selfie di dalam busway yang ksosng melompong

Selfie di dalam busway yang kosong melompong

Saya lalu pindah ke bangku paling belakang yang berada diatas mesin bus dan menghadap ke depan. Saya lalu mengambil beberapa jepretan. Saat melihat foto hasil jepretan kamera handphone saya yang polos tanpa ada orang yang kelihatan, timbul ide saya untuk melakukan selfie. Saya turun dari bangku belakang, lalu berdiri dekat tiang yang berada dekat bangku samping, agar bisa berpegangan saat bus berjalan.

Saya lalu mengambil beberapa foto selfie. Setelah saya lihat hasilnya, tak satupun yang memuaskan saya, karena saya memotretnya saat bus tersebut sedang berjalan, sehingga hasilnya goyang dan tidak fokus.

Beruntung saat sampai di persimpangan jalan AM Sangaji, Petojo Utara. Busway yang saya tumpangi kena lampu merah, sehingga harus berhenti. Waktu emas yang hanya berlangsung sekitar satu menit itu, saya manfaatkan sebaik-baiknya. Saya mengambil foto selfie sekali, masih kurang bagus. Saya lalu mengulanginya beberapa kali, sehingga saya mendapatkan foto yang lumayan bagus, tidak goyang dan fokusnya pas. Di foto tersebut terlihatlah, busway yang biasanya penuh sesak dengan penumpang, kini kelihatan hanya berisi satu orang! Hehe… saya bagaikan pemilik busway ini. ūüôā

Walaupun hasilnya cukup tajam, mulai dari latar depan hingga latar belakang. Sayangnya pengambilannya kurang cukup luas bila dibandingkan bila diabadikan dengan¬†Smartfren Andromax C2s.¬†Kondektur bus dan wanita penumpang yang berada di belakang sopir juga tidak begitu kelihatan, kecuali kalau diamati dengan teliti, akan kelihatan lutut dan badannya yang tengah bersandar ke kursi dan kondektur yang berdiri dekat pintu. Mungkin suatu hari nanti saya akan mengabadikan selfie ini lagi dengan salah satu jajaran produk Smartfren, biar hasil fotonya tambah maknyus, hehe…

Nggak mau kalah sama teman-teman lain, foto tersebut lalu saya ikutkan di Lomba Selfie Story Emak Gaoel, Winda Krisnadefa. Boleh, kan? Boleh dong!

 

 


read more