Zahir tengah memamerkan kemempuan mendalangnya      Zahir tengah memamerkan kemempuan mendalangnya di hadapan wartawan dan blogger

 

Saat masa kecil ketika masih di sekolah dasar puluhan tahun yang lalu, sebagaimana anak laki-laki di Minangkabau yang bila setelah  belajar mengaji di surau malam hari, kami semua tidur di surau tempat kami mengaji tersebut. Mengisi waktu menjelang tidur, kami isi dengan saling bercerita atau berdongeng. Dongeng yang paling laku saat itu adalah kisah kecerdikan sang kancil menghadapi bahaya saat bertemu dengan hewan pemangsanya seperti harimau atau buaya. Sering terjadi, belum lagi ceritanya selesai, beberapa orang diantara kami sudah tertidur duluan. Sehingga kadang-kadang teman yang tengah bercerita tidak sadar kalau dia ngomong sendiri tanpa ada yang mendengar, karena teman yang lainnya sudah tertidur.

Bagi teman-teman yang telah agak dewasa lain lagi ceritanya, mereka sering bercerita tentang hantu dan sejenisnya. Maksudnya adalah untuk menakut-nakuti kami teman-teman yang masih kecil. Masalahnya saat bercerita, tangan sang teman sering ikut mencolek atau menyentuh dan meraba tubuh anak-anak yang masih kecil yang sedang ketakutan mendengarkan cerita mereka, seakan yang meraba atau menyentuh itu adalah sang hantu yang tengah diceritakannya. Sehingga teman yang masih kecil yang sedang ketakutan semakin takut saat di sentuh oleh si pendongeng yang sengaja dan tidak membiarkan seorangpun tertidur saat mendengarkan ceritanya. Apalagi kalau saat bercerita soal hantu, lampu penerangan yang berupa lampu templok atau lampu dinding sengaja dimatikan oleh mereka untuk semakin menampilkan efek seram.

Lain daerah tentu lain pula ceritanya, seperti halnya di Jawa misalnya. Dongeng pengisi waktu menjelang tidur bisa jadi berupa kisang wayang. Sebagaimana kita ketahui, wayang adalah salah satu alat bermain atau bercerita bagi masyarakat Jawa, mulai dari masa kanak-kanak hingga masa dewasa. Pertunjukan wayang semalam suntuk adalah salah satu bukti tentang hal itu. Kalau dulu cerita wayang bisa disaksikan melalui pertunjukan yang diadakan oleh mereka yang punya hajatan atau melalui siaran radio, maka kini wayang juga sering di tampilkan di televisi.

Karena sering mendengarkan acara wayang di radio maupun menonton di televisi, maka akhirnya lahirlah seorang dalang cilik yang baru berusia 4 tahun. Zahir, demikian nama sang dalang cilik. Zahir sempat menunjukkan kebolehannya mendalang saat diadakan Talk Show dalam rangka Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015, yang diadakan di restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat. Walaupun masih agak terbata-bata saat mendalang, tapi kemampuan Zahir dalam mengingat maupun menghafal nama-nama wayang bisa diacungi jempol. Zahir mampu menunjukkan dan menyebutkan setiap wayang yang dia pegang.

Selain Zahir, di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015 ini, kita juga akan berjumpa dengan Anabel yang lebih akrab di panggil Bella. Bella memang lahir dari keluarga pendongeng. Ayahnya Tony adalah pendongeng yang sudah malang melintang di banyak acara atau mendapat panggilan mendongeng dari keluarga yang tengah mengadakan acara ulang tahun anak mereka. Penampilan Bella yang telah duduk di kelas 6 home schooling ini memang lebih atraktif, kemampuan olah vokal, ekspresi dan penguasaan panggungnya sudah tertata apik. Sehingga dongeng yang ditampilkannya semakin memikat para audiensnya, seperti yang ditampilkannya saat talk show Rabu 28 Oktober yang lalu.

Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015 ini akan dibuka hari ini dan berlangsung di Museum Nasional Indonesia dan akan dibuka oleh Kementerian Pedidikan dan Kebudayaan Indonesia, dan terbuka untuk umum. Festival ini juga akan dihadiri oleh para pendongeng dari Malaysia, Singapura dan India.

Tema festival kali ini adalah “Dongeng Itu Baik”. Karena dongeng yang baik itu menghibur, mendidik, memberikan pemahaman tentang moral dan menginspirasi, demikian Ariyo Zidni.

Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015 ini disponsori oleh Bintang Nutricia. “Kami membekali orang tua dan anak-anak dengan pemahaman nutrisi dan gaya hidup sehat agar terbentuk generasi yang sehat. Dongeng adalah salah satu media yang tepat untuk menyampaikan nilai-nilai penting yang akan membentuk karakter anak dalam proses tumbuh kembangnya. Salah satu nilai yang ingin kami tanamkan adalah hidup sehat dengan asupan nutrisi yang tepat” jelas Putri Realita, Head of Regulatory & Corporate Affair Nutricia.

 

 

 

Ekspresi Bella saat mendongeng

Ekspresi Bella saat mendongeng

 

Ariyo Zidni, ketua panitia Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015 saat jumpa pers di Bebek Bengil Menteng, Jakarta Pusat. Putri Realita dari Nutricia.

Ariyo Zidni, ketua panitia Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015 saat Talk Show di Bebek Bengil Menteng, Jakarta Pusat, didampingi Putri Realita dari Nutricia (kiri).

 

Banner Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015Banner Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015

 


read more