Kepala Sekolah Dengan Penghasilan Sebesar Gaji PRT

Foto: Little Big Master

Foto: Little Big Master

Mengundurkan diri saat berada di puncak karir, karena menolak mengubah nilai ujian seorang murid yang kebetulan anak penyandang dana utama pada sekolah taman kanak-kanak yang dipimpinnya. Adalah keputusan yang di buat oleh Lui Wai-hung, sang kepala sekolah. Dia lebih memilih pensiun dini, daripada melacurkan idealismenya, demi sejumlah uang yang disumbangkan sang donatur untuk sekolah ternama yang dipimpinnya itu.

Langkah awal yang direncanakan bersama sang suami yang juga dipecat dari pekerjaannya di hari yang sama, adalah: merencanakan berlibur keliling dunia, menikmati hasil yang mereka peroleh setelah bertahun-tahun berkarya.

Namun belum lagi mereka sempat menikmati liburan yang telah direncanakan itu, sebuah iklan di sebuah koran mengubah segalanya. Iklan yang dibaca oleh sang istri adalah iklan yang mencari seorang kepala sekolah taman kanak-kanak yang terancam ditutup pemerintah bila tidak ada yang mengelolanya. Disamping sebagai kepala sekolah, sang calon juga sekalian sebagai pengawas disekolah tersebut. Sementara gaji yang ditawarkan oleh pihak pemilik sekolah sangat kecil, yaitu hanya 4.500 dolar Hongkong. Atau sama dengan gaji seorang buruh migran Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga disana.

Untuk melampiaskan keingintahuannya, Hung lalu mengunjungi sekolah yang terletak di luar kota. Setelah sampai, Hung melihat sekolah yang bangunannya sudah tua dan tak terawat yang halamannya penuh dengan sampah daun kayu yang berserakan.

Saat Hung mengintip dari jendela yang kotor dan berdebu, karena pintu sekolah itu ditutup dan dikunci. 5 orang murid yang belajar tanpa guru itu, segera berserabutan bersembunyi di balik meja. Ketika dipanggil, tak seorang anakpun yang menyahut. Dengan pengalamannya sebagai seorang kepala sekolah, Hung lalu memberikan pertanyaan yang mengharuskan anak-anak itu menjawab dengan menyebutkan namanya satu persatu. Trik ini berhasil, sehingga pelan-pelan satu persatu anak-anak itu menjawab sambil memperlihatkan diri.

Saat kelima anak-anak taman kanak-kanak itu telah memperlihatkan dirinya, Hung melihat mereka semua memakai masker. Setelah ditanyakan, mereka menjawab agar orang-orang yang melihat mereka tidak mengenalnya, bahwa mereka itu belajar di sekolah yang terancam ditutup.

Melihat situasi dan kondisi sekolah ini, rasa empati dan idealisme Hung terpanggil. Dong, sang suami. Ikut mendukung keputusan istrinya, dan mengubur dulu impian mereka untuk berlibur keliling dunia.

Keberadaan Hung sebagai kepala sekolah rupanya tidak hanya sebatas lingkungan sekolah. Semua murid-murid taman kanak-kanak yang dikelolanya, berasal dari keluarga miskin dengan segala problem pergulatan ekonomi, keluarga dan lingkungan, namun tetap menjadikan pendidikan adalah nomor satu.Watch Full Movie Online Streaming Online and Download

Pagi-pagi sebelum jam belajar tiba, Hung menunggu murid-muridnya datang satu persatu di halaman sekolah. Bila ada murid yang tidak masuk, siangnya disaat jam sekolah usai, Hung akan mengunjungi rumah sang murid. Dari kunjungannya ke rumah-rumah muridnya itu, Hung mengetahui persoalan-persoalan yang menimpa keluarga mereka. Dengan pendekatan yang manusiawi, Hung mencoba membantu mereka memecahkan masalahnya. Baik secara langsung maupun melalui lembagai lain, seperti kepolisian yang diminta oleh Hung menindak pihak pengembang yang menumpuk tanah urukan di depan rumah salah seorang orang tua muridnya.

Hung juga tidak keberatan mobil pribadinya dijadikan sebagai bis sekolah untuk menjemput muridnya yang rumahnya jauh, dan orang tua si murid tidak sanggup lagi membayar taksi untuk mengantar anaknya ke sekolah.

Bagaimana beratnya perjuangan Hung bersama sang suami dan para orang tua muridnya, dalam mempertahankan eksistensi sekolah ini agar tak sampai di tutup oleh pemerintah, serta proyek sang suami yang juga dalam masalah, dan sakit tumor yang diderita oleh Hung yang harus segera di operasi ulang, karena pertumbuhan tumornya yang kembali merebak disebabkan Hung sering lupa meminum obatnya. Dapat Anda saksikan tayangan perdananya di Celestial Movies mulai hari Minggu tanggal 25 Oktober di layar televisi berbayar Anda.

Film Little Big Master yang dibuat berdasarkan sebuah kisah nyata pada tahun 2009, mengingatkan kita pada film Laskar Pelangi. Tentu saja dengan latar belakang dan setingan yang berbeda.


read more