IMG_20151206_073852aaa

 

Minggu adalah hari yang selalu ditunggu bagi mereka yang bekerja penuh di hari kerja. Beristirahat sehari penuh di rumah, atau berjalan-jalan menyegarkan diri, pikiran dan mungkin juga perasaan dari segala macam masalah yang menghimpit. Banyak hal yang dapat dilakukan dalam mengisi hari libur tersebut, mulai dari yang harus mengeluarkan uang cukup banyak, atau yang hanya membutuhkan dana minimal bila tanggal tua telah tiba.

Saya mengambil pilihan kedua, saat mengajak putra bungsu saya Rizqy mencari hiburan di hari minggu beberapa waktu lalu. Pilihannya adalah, ikut bergabung dengan ribuan penduduk Jakarta mengelilingi Monas, dan disambung dengan menyusuri jalan MH Thamrin di saat hari bebas kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal umum dengan sebutan Car Free Day. 

Berangkat dari rumah dengan naik ojek setelah shalat subuh, kami tiba di Monas saat matahari baru saja menyembul dari balik hutan beton yang menjulang di timur Jakarta. Memasuki gerbang lapangan Monas, kami disambut oleh dentuman alat musik yang menggelegar mengantarkan mereka yang mengikuti senam pagi massal yang diikuti oleh para peserta berbagai usia. Mulai dari anak-anak yang berumur belasan tahun atau di bawahnya, hingga nenek-nenek dan kakek-kakek yang telah uzur. Mereka melakukan gerakan senam dengan penuh semangat, membakar lemak yang tak diinginkan tumbuh di dalam tubuh mereka. Sebenarnya saya juga ingin ikut dalam rombongan senam tersebut, tapi karena tujuan saya ke sana adalah untuk mengajak Rizqy bermain, maka keinginan saya untuk ikut senam itu saya urungkan.

Selesai melihat senam kami melanjutkan jalan mengelilingi Monas. Berbagai atraksi mengisi alun-alun Monas yang luas itu, atraksi perorangan dengan bermain sepeda atau papan luncur skateboard maupun sepatu roda, serta mereka yang mengais nafkah dengan membiarkan diri mereka dibaluri cat dan berdiri diam seperti patung, sebagai teman mejeng bagi mereka yang ingin selfie atau rombongan. Hiburan lain yang sedikit berbeda adalah mengunjungi salah satu bagian di taman Monas yang di dalamnya di pelihara rusa tutul, seperti yang banyak juga terlihat di pekarangan istana Bogor.

Puas mengelilingi Monas kami berjalan keluar, memasuki ujung jalan Merdeka Selatan yang juga sudah dipadati oleh para pengunjung. Melihat pedagang ketoprak mangkal di sudut pintu keluar jalan Silang Monas, rizqy minta jajan karena lapar. Kami memang belum sarapan apapun saat berangkat dari rumah subuh tadi. Setelah menanyakan harga sepiring ketoprak yang kemudian kami ketahui 12 ribu, kamipun duduk di bangku yang telah disediakan si pedagang, saya hanya memesan satu porsi, karena Rizqy makannya tidak banyak, jadi satu porsi itu cukup buat kami berdua.

Selesai makan ketoprak saya dan Rizqy melanjutkan perjalanan. Kami melewati Air Mancur yang berada di persimpangan jalan MH Thamrin, Budi Kemuliaan, Merdeka Barat dan Merdeka Selatan, berjalan di depan patung MH Thamrin yang berdiri kokoh di ujung jalan Merdeka Selatan.

 

Memasuki jalan MH Thamrin yang juga telah ramai dipadati para pejalan kaki, saya dan Rizqy berjalan santai. Tapi Rizqy nampaknya benar-benar ingin menikmati keramaian itu dengan berjalan cepat bahkan kadang berlari mendahului saya. Saya membuntutinya sambil tetap berjalan santai, namun tetap mengawasinya agar tidak kehilangan jejak. Setelah capek berlari Rizqy akhirnya menunggu saya di perempatan jalan Sarinah, kebetulan lagi lampu merah, dan banyak kendaraan yang melintas memotong jalan MH Thamrin tersebut dari arah jalan KH Wahid Hasyim. Setelah lampu hijau dan kami menyeberangi perempatan jalan, di depan Sarinah, lewat sedikit dari jembatan penyeberangan kami, menemukan beberapa penyayang binatang tengah bermain-main dengan binatang peliharaannya, ada ular berwarna kuning pucat, tupai Papua dan beberapa jenis hewan lainnya lagi yang saya tidak tahu namanya, karena baru pertama kali melihatnya.

Setelah puas bermain dengan tupai Papua yang sempat diletakkan di lengan Rizqy sambil menahan geli, kami berjalan melanjutkan perjalanan menuju bundaran Hotel Indonesia yang di tengah kolamnya di bangun tugu selamat datang, dengan patung sepasang pemuda dan pemudi melambaikan tangan sambil memegang seikat bunga. Kembali disini Rizqy melampiaskan kesenangannya bermain air. Walau hanya sendiri, tapi dia sangat menikmati bermain air yang mengalir di pelataran pinggir kolam. Kadang-kadang di tengah keasyikan bermain air sesekali dia menoleh kepada saya, atau melihat para seniman yang membalur seluruh tubuhnya dengan cat seperti di Monas tadi yang berpose seperti patung dalam berbagai gaya untuk teman selfie oleh para pengunjung yang berada disana.

Setelah puas bermain air, saya lalu mengajak Rizqy ke Grand Indonesia. Saat kami sampai disana rupanya belum buka. Karena hanya tinggal beberapa menit menjelang buka, saya dan Rizqy menunggu bersamaan beberapa pengunjung lainnya. Setelah pintu gerbang dan pintu masuk Grand Indonesia itu dibuka, kami langsung masuk. Saya mengajak Rizqy ke lantai tiga, lalu berjalan menuju Gramedia. Rupanya kami adalah pengunjung pertama pagi itu, Rizqy pun segera berjalan menuju buku yang ingin dilihat maupun dibacanya, sementara saya asyik juga melihat beberapa buku yang dipajang di sana.

Setelah capek berkeliling  sambil melihat dan mencari buku yang dicarinya namun tidak bertemu, Rizqy lalu bilang:

“Yah, pulang yah, capek…”

“Ayo deh…”

Dengan naik busway ke Blok M dan kemudian menyambungnya dengan Metromini, kami pun pulang. Tuntaslah jalan-jalan refreshing hari minggu itu berdua dengan Rizqy, hiburan murah meriah ala orang kecil. Di Metromini yang kami tumpangi, Rizqypun tertidur pulas di pangkuan saya karena kecapekan.


read more