Diah Kusuma Dewi, saat memberikan presentasi tentang ISTC

 

50 juta! Siapa yang tidak akan tergiur dengan uang sebanyak itu. Itulah modal yang diberikan kepada kami para peserta Training Pasar Modal dan Aplikasi virtual online trading Indosat Ooredoo Stock Trading Contest (ISTC) yang diadakan Selasa 13 Desember lalu.

Selama ini saya mengenal Pasar Modal atau Saham itu hanya dari berita dari media mainstream, atau obrolan dari teman-teman yang bermain di sana, tanpa pernah tahu dan juga ingin tahu bagaimana aturan mainnya. Maklum, mau beli saham apa kalau buat hidup saja pas-pasan. Tahu kan, maksud saya?

Namun tawaran yang disampaikan Indosat Ooredoo melalui email ini, tentu saja tidak mungkin saya tolak. Kapan lagi dapat ilmu yang bagi saya sama sekali baru secara gratis dari pakarnya? Apalagi ilmu yang diajarkan ini tidak hanya sekadar teori diatas kertas, tapi langsung praktek dilapangan secara realtime!

Maka dengan semangat dan antusias yang tinggi, jam delapan lewat beberapa menit saya berangkat dari kosan teman di Kota Bambu, naik ojek online yang begitu sampai di kantor pusat Indosat Ooredoo hanya membayar 5 ribu rupiah! Busyet dah… mahalan semangkok baso lagiii…

Setelah mengisi buku tamu di lobby, saya langsung masuk lift dan menuju lantai 4. Keluar lift langsung menuju meja registrasi mencari nama yang sudah tercatat disana, nomor 13. Selesai tanda tangan lalu berjalan menuju ruangan, masih kosong…! Rupanya saya adalah peserta pertama yang datang. Saya lalu melihat sekeliling ruangan, di meja operator saya melihat seseorang sedang duduk bekerja. Saya lalu berjalan mendekati lalu menyapa dan besalaman. Dialah Diah Kusuma Dewi, tuan rumah yang mengundang kami ke acara training Indosat Ooredoo Stock Trading Contest.

Karena sudah kenal lama, saya lalu duduk dekat meja operator sambil ngobrol menemani Diah yang tengah mengerjakan persiapan akhir presentasi yang akan disampaikan pagi itu. Tak lama berselang teman-teman peserta lainpun mulai berdatangan, yang semuanya blogger yang tinggal di seputar Jabodetabek, diantara mereka ada yang sudah kenal lama juga ada yang baru kenal dan ada juga muka baru yang belum saya kenal.

Sambil menikmati sarapan pagi berupa snack dan air mineral, saya menunggu acara dimulai sambil berbincang-bincang dengan teman-teman tentang materi yang akan kami terima nanti, sambil membayangkan bagaimana situasi di bursa saham di Bursa Efek Indonesia di kawasan SCBD Sudirman, Senayan sana. Dan tidak lupa perbincangan kans PSSI Garuda di aajang sepak bola AFF Suzuki Cup 2016, yang akan bertanding esok harinya.

Jam 9 lewat beberapa menit acarapun dimulai. Materi pertama pagi itu diisi oleh tuan rumah Indosat Ooredoo yang disampaikan oleh Diah Kusuma Dewi, dept CSR Indosat Ooredoo

Di awal presentasinya, Diah menyodorkan data yang membuat saya terkejut dan terperangah tak percaya! Diah mengatakan, hanya 529.257 orang yang berinvestasi saham dari total 250 juta penduduk Indonesia atau kurang dari 1%-nya! Dari total 529.257 orang tersebut, yang aktif (Single Investor Identification: ISD) hanya kurang lebih 34%. Dengan kondisi tersebut, rasio penduduk Indonesia yang mengenal pasar modal masih di bawah 4% dari total penduduk. Hampir separuh total jumlah investor di Indonesia terdapat di Jakarta.

Mari kita bandingkan dengan dua negara tetangga kita. Malaysia sudah mencapai 4 juta investor atau 13 persen dari populasi penduduknya yang sekitar 30,8 Juta. Lalu Singapura memiliki 1,5 juta investor atau 30 persen dari populasi penduduknya yang 5,5 juta. Jumlah emiten di BEI hanya 525 emiten, masih kalah jauh dibandingkan Malaysia yang berjumlah lebih dari 900 emiten dan Singapura yang berjumlah lebih dari 1.000 emiten.

Namun satu hal yang menggembirakan, BEI semakin diminati untuk berinvestasi. Sebagai contoh, Per Februari 2016, jumlah investor saham di Indonesia meningkat 8% dibandingkan bulan Desember 2015. Hal ini menjadikan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menempati urutan kedua terbaik dunia. Suatu kejadian yang patut di appresiasi.

Grafik pertumbuhan BEI

Selanjutnya Diah menjelaskan bahwa ISTC adalah program CSR dari Indosat Ooredoo untuk memperkenalkan dan mengajak para mahasiswa Indonesia untuk mengenal dan belajar tentang bursa saham dan kemudian menguasainya serta terlibat langsung di perdagangan bursa saham Indonesia. Dalam kerjasamanya dengan  Bursa Efex Indonesia, Indosat Ooredoo menggandeng Trimegah Securities sebagai perusahaan efek yang mengembangkan aplikasi virtual mobile trading.

Agar program ini lebih dikenal masyarakat luas, maka Indosat Ooredoo mengajak kami para blogger Jabodetabek mengenal juga perdagangan bursa saham ini, mempelajarinya terus mencoba dan menguasai aplikasi mobile virtual trading yang dikembangakan oleh Trimegah Securities ini.

Hal pertama yang kami lakukan dalam pengenalan aplikasi ini adalah menginstal aplikasi ISTC Indosat Ooredoo ini melalui Play Store di HP Android masing-masing peserta.

 

Antar muka Aplikasi Mobile Virtual Trading ISTC setelah di install di Handphone Android. Pojok kanan atas adalah nomor akun peserta.

 

Untuk ikut bermain saham, kami diberi modal virtual sebanyak 50 juta untuk berbelanja saham yang masuk dalam kategori Kompas 100

 

Sayangnya, karena sinyal yang kurang bagus, saya beberapa kali gagal dalam melakukan installasi aplikasi ISTC ini, khususnya saat pengambilan kode otp dan password yang dikirim melalui email dan sms. Disaat teman-teman telah melakukan transaksi jual beli saham, saya masih berkutat dengan masalah installasi aplikasi. Namun akhirnya saya berhasil juga melakukan instalasi aplikasi dan ikut melakukan transaksi saham, namun sudah tertinggal jauh dari teman-teman yang sukses melakukan instalasii aplikasi tanpa gangguan. Sehingga lebih leluasa dalam mempelajari aplikasi maupun saham-saham yang akan dibeli maupun di jual lagi di pasar bursa yang tampil realtime di hape kami masing-masing.

Data diatas ini adalah data realtime pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia -BEI

Data yang saya ambil dari Bursa Efek Indonesia ini, saya capture beberapa saat sebelum postingan ini tayang. Terlihat disini terjadinya kenaikan dan penurunan harga saham beberapa perusahaan. Melihat pergerakan saham yang begitu cepat, pastilah menimbulkan tekanan mental tersendiri bagi mereka yang bermain disana, tapi memang begitulah bisnis yang pergerakannya sangat dinamis ini, jatuh bangun atau untung rugi bisa terlihat hanya dalam hitungan detik. Anda berminat? mari segera bergabung…

 

 


read more