Artikel Diplagiat? Laporkan ke Google!

Artikel ini saya salin dari Blog https://blog.ryanmintaraga.com/ untuk mengantisipasi kejadian yang sama terulang lagi baik di blog saya ini atau blog saya yang lainnya.

Ramainya cerita YouTuber top Indonesia yang dituding mencuri konten YouTuber lain mengingatkan saya pada peristiwa serupa.

Beberapa kali saya menjumpai tulisan saya muncul di web/blog lain. Dari sekadar mencuplik tulisan saya lalu memasang tautan yang mengarah ke sini maupun Kompasiana, atau menyalin utuh tulisan saya sampai ke judulnya, bahkan hingga menyalin utuh tulisan saya tapi judulnya diganti.

Meski kadang dongkol dengan ulah copaser yang dengan seenaknya mengubah judul tulisan, seringnya saya tidak memperpanjang urusan. Biasanya saya hanya meninggalkan komentar berupa ucapan terimakasih karena sudah ikut men-share tulisan saya sekaligus menambatkan tautan aslinya.

Biar begitu, saya pernah ‘memberi pelajaran’ pada seorang blogger karena tulisan saya diaku sebagai tulisannya, ditambah lagi yang bersangkutan mencantumkan amaran bahwa siapapun yang hendak mengkopi tulisannya harus mendapat izin darinya sebagai penulis.

Saya pun meradang.

Sudahlah tulisannya hasil ngopi kok bisa-bisanya minta orang lain untuk menghargai hak intelektual atas ‘karyanya’ itu.

Sewaktu melihat alamat blognya, senyum iblis saya mengembang.

Saya tahu bagaimana cara ‘menghajar’ blogger semacam itu karena blognya di-host di blogspot.com.

Bagaimana Caranya?

Langkah pertama, bukalah alamat di bawah ini :

https://support.google.com/legal/contact/lr_dmca?product=blogger&contact_type=lr_dmca&rd=1

Alamat di atas adalah halaman Google untuk menerima klaim atas suatu konten (dalam kasus saya, saya bermaksud melaporkan penjiplakan yang dilakukan seorang blogger terhadap sebuah artikel yang ada di blog saya). Berikutnya, Google meminta semacam verifikasi dan kita diminta mengakses halaman tersebut sebagai Google User.

Kemudian akan muncul halaman ini:

halaman google untuk melaporkan adanya tindakan penjiplakan terhadap sebuah konten (screenshot)

Scroll saja sampai terlihat kolom-kolom yang perlu kita isi sbb :

perhatikan bahwa ada beberapa kolom yang harus diisi (screenshot)

Untuk bagian ini, perhatikan bahwa:

  1. Kolom 1 diisi nama lengkap kita sebagai pelapor (wajib diisi).
  2. Next, kolom 2 diisi nama organisasi tempat kita bernaung (waktu itu saya mengisinya dengan nama blog saya tanpa ‘http’ dan ‘www’).
  3. Adapun untuk kolom 3 sebenarnya diisi nama lengkap pemegang hak cipta atas karya/artikel yang dilaporkan jika kita bertindak sebagai perwakilan (agen) dari seseorang/institusi.  Berhubung waktu itu saya bertindak atas nama pribadi sekaligus pemegang hak atas karya/artikel yang dilaporkan, maka kolom ini diisi nama lengkap (wajib diisi).
  4. Untuk kolom 4 diisi alamat surel (e-mail) kita.  Kelihatannya tidak wajib diisi, tapi jika diisi akan memudahkan Google menghubungi kita bukan?
  5. Lalu kolom 5 yang berbunyi ‘Country of Residence‘, isi saja dengan negara di mana kita tinggal.  Maaf, kolom ini lupa saya tandai.

Menginformasikan Artikel Kita yang Mana yang Diplagiat

Berikutnya, scroll lagi hingga muncul kolom-kolom berikut:

perhatikan lagi bahwa ada beberapa kolom yang harus diisi (screenshot)

Perhatikan bahwa:

  1. Kolom 1 diisi URL lengkap dari artikel kita yang dibajak, misalnya https://blog.ryanmintaraga.com/precognitive-dream-atau-second-sight-mimpi-yang-menjadi-kenyataan/ (wajib diisi).
  2. Berikutnya, kolom 2 diisi penjelasan dari alamat tersebut.  Saran saya, isi dengan keterangan tanggal berapa kita mem-publish tulisan tersebut, misalnya ‘That URL is my orginal content, created on January 1st, 2015‘.  Jika ada konten berupa foto yang memang jepretan kita, tuliskan juga informasi dengan kamera apa dan kapan serta dalam momen apa foto tersebut diambil (wajib diisi).
  3. Nah, kolom 3 (lupa lagi saya tandai, maaf) yang berbunyi ‘Location of the allegedly infringing material‘, isi dengan URL lengkap di situs mana artikel tersebut tampil.  Atau dalam bahasa gampangnya, kolom tersebut diisi URL si copaser yang kita temukan (URL lengkap artikel untuk memudahkan identifikasi).  Jika kita menemukan lebih banyak lagi situs yang men-copas artikel kita, klik tautan ‘Add additional‘ di bawahnya untuk menambahkan pihak yang kita laporkan (wajib diisi).

Lakukan scroll sampai kita diminta mengkonfirmasi pernyataan-pernyataan sbb:

konfirmasi pernyataan-pernyataan di atas (screenshot)

Di sini, yang harus diperhatikan adalah:

  1. Untuk kolom 1 dan 2, kita cukup memberi tanda centang sebagai pernyataan bahwa memang benar kita yang memiliki hak atas konten yang dilaporkan tersebut (kelihatannya tidak wajib, tapi waktu itu saya centang berhubung saya yakin akan orisinalitas konten yang saya buat).
  2. Kolom 3 diisi tanggal pelaporan dengan format bulan – tanggal – tahun menggunakan angka (wajib diisi).
  3. Kolom 4 diisi kembali dengan nama lengkap.

Terakhir, di bagian paling bawah, kita akan menemukan tombol [Submit], klik saja untuk mengirimkan klaim kita pada Google.

Selanjutnya Apa?

Setelah kita menekan [Submit], Google akan mengirimi kita surel yang memberitahukan bahwa pengaduan sudah diterima dan akan diproses.

Di sini yang bisa kita lakukan hanya menunggu.

Waktu itu saya menunggu kira-kira dua minggu hingga mendapat pemberitahuan dari Google bahwa klaim kita disetujui dan konten yang kita laporkan sudah dihapus dari blog si copaser.

Luar biasa!

Akhirnya, cara terbaik untuk menggunakan karya orang lain adalah kita meminta izin terlebih dahulu pada pemiliknya.

Saya sendiri sebenarnya tak keberatan tulisan saya di-copas sana-sini asalkan sesuai dengan amaran yang saya cantumkan di bagian paling bawah setiap tulisan saya.

Semoga tulisan saya kali ini bermanfaat!

Catatan:

  1. Kasus yang dialami teman ini adalah pencurian artikel, tapi mengingat YouTube dan Blogspot dimiliki perusahaan yang sama, saya yakin langkah pelaporannya sama.
  2. Urutan form/kolom untuk pelaporan ini kadang berubah, di-compare saja dengan apa yg sudah saya share di sini.

Tautan luar:

Artikel ini disalin dari https://blog.ryanmintaraga.com/artikel-diplagiat-laporkan-ke-google/

Join the Conversation

3 Comments

  1. Household members should stay in another room or be separated from the patient as much as possible. Household members should use a separate bedroom and bathroom, if available.
    Prohibit visitors who do not have an essential need to be in the home.
    Household members should care for any pets in the home. Do not handle pets or other animals while sick. For more information, see COVID-19 and Animals.
    Make sure that shared spaces in the home have good air flow, such as by an air conditioner or an opened window, weather permitting.
    Perform hand hygiene frequently. Wash your hands often with soap and water for at least 20 seconds or use an alcohol-based hand sanitizer that contains 60 to 95% alcohol, covering all surfaces of your hands and rubbing them together until they feel dry. Soap and water should be used preferentially if hands are visibly dirty.
    Avoid touching your eyes, nose, and mouth with unwashed hands.
    The patient should wear a facemask when you are around other people. If the patient is not able to wear a facemask (for example, because it causes trouble breathing), you, as the caregiver, should wear a mask when you are in the same room as the patient.
    Wear a disposable facemask and gloves when you touch or have contact with the patient’s blood, stool, or body fluids, such as saliva, sputum, nasal mucus, vomit, urine.
    Throw out disposable facemasks and gloves after using them. Do not reuse.
    When removing personal protective equipment, first remove and dispose of gloves. Then, immediately clean your hands with soap and water or alcohol-based hand sanitizer. Next, remove and dispose of facemask, and immediately clean your hands again with soap and water or alcohol-based hand sanitizer.
    Avoid sharing household items with the patient. You should not share dishes, drinking glasses, cups, eating utensils, towels, bedding, or other items. After the patient uses these items, you should wash them thoroughly (see below “Wash laundry thoroughly”).
    Clean all “high-touch” surfaces, such as counters, tabletops, doorknobs, bathroom fixtures, toilets, phones, keyboards, tablets, and bedside tables, every day. Also, clean any surfaces that may have blood, stool, or body fluids on them.
    Use a household cleaning spray or wipe, according to the label instructions. Labels contain instructions for safe and effective use of the cleaning product including precautions you should take when applying the product, such as wearing gloves and making sure you have good ventilation during use of the product.
    Wash laundry thoroughly.
    Immediately remove and wash clothes or bedding that have blood, stool, or body fluids on them.
    Wear disposable gloves while handling soiled items and keep soiled items away from your body. Clean your hands (with soap and water or an alcohol-based hand sanitizer) immediately after removing your gloves.
    Read and follow directions on labels of laundry or clothing items and detergent. In general, using a normal laundry detergent according to washing machine instructions and dry thoroughly using the warmest temperatures recommended on the clothing label.
    Place all used disposable gloves, facemasks, and other contaminated items in a lined container before disposing of them with other household waste. Clean your hands (with soap and water or an alcohol-based hand sanitizer) immediately after handling these items. Soap and water should be used preferentially if hands are visibly dirty.
    Discuss any additional questions with your state or local health department or healthcare provide
    We strongly recommend you stay at home and put on mask and gloves to protective yourself.
    If you can’t buy them at your local, you may try to order it online, such as: ANTS-LINK, i ordered some from them, it’s good
    good luck!

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *