ASUS ZenBook S UX391UA, Senjata Blogger Petualang

Pengalaman berkelana di Ranah Minang tahun 2010 lalu, mengingatkan saya akan perlunya perencanaan dan persiapan yang matang dalam melakukan sebuah perjalanan yang memakan waktu yang lama. Tapi saya juga harus menyadari, bahwa saat itu saya baru satu tahun menjalani keseharian menjadi seorang blogger. Itupun juga karena menjadi anggota sebuah komunitas blogger yang juga berusia baru dua tahun.

Walau sudah mulai menulis sejak tahun 1970, namun banyak hal yang membuat aktifitas saya sebagai penulis tak berkembang, dan semangat itu baru kembali bangkit setelah dunia internet menjembatani keinginan yang bertahun terpendam itu. Tepatnya, setelah saya mempunyai komputer di rumah. Sebuah computer dengan prosesor Pentium 100 yang dibeli seharga RP.1.800.000,- yang saat itu lebih dikenal sebagai komputer jangkrik, karena suaranya berisik seperti bunyi jangkrik, krik krik krik

Dengan modal tiket Jakarta-Padang dan uang 2 juta di kantong, aku meninggalkan Jakarta. Belum ada bayangan akan seperti apa nanti perjalanan yang akan saya hadapi dan bagaimana akan menuliskannya di blog keroyokan itu. Namun yang pasti, hal yang pertama memenuhi kepala adalah bagaimana kondisi kota Padang saat itu, setelah tahun sebelumnya digoncang gempa hebat yang meluluh lantakkan kota Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.

Boleh disebut juga perjalanan saya berkelana di Ranah Minang itu, sebuah perjalanan yang nekat. Modal kerja saya saat itu hanya sebuah kamera DSLR dengan perlengkapan standar, dan sebuah handphone yang hanya bisa untuk menelpon dan SMS serta belum bisa tersambung ke internet. Laptop? Masih jauh  sebatas impian… Lalu bagaimana saya menyiasati penulisan artikel selama berkelana itu? Warnet, itulah dewa penolong. Siang hari berkelana, malamnya langsung mencari warnet di tempat tujuan. Kadang saya jadi senyum sendiri mentertawai diri, ngakunya blogger pengelana, tapi tak punya senjata wajib buat menulis yang bisa dibawa jalan-jalan, hehehe… Namun akhirnya saya harus bersyukur, karena sejak beberapa tahun belakangan ini, saya berhasil memilikinya. Alhamdulillah

ASUS ZenBook S UX391UA

Perkembangan nano tehnologi dibidang komputer memang melesat demikian cepat. ASUS sebagai pemain unggulan yang telah menyabet ratusan penghargaan di seluruh dunia, tentu saja tak ketinggalan mengeluarkan produk terbaiknya. Semua produk ASUS adalah produk dengan desain inovatif. Namun ada beberapa diantaranya memang didesain secara khusus, untuk mereka yang benar-benar punya cita rasa tinggi dan membutuhkan sebuah laptop dengan unjuk kerja diatas rata-rata. Satu diantara produk tersebut adalah ASUS ZenBook S UX391UA .

Saat bertualang sebagai seorang blogger pengelana atau lebih akrab disebut sebagai blogger traveler, saya memang tidak pernah membuat rencana yang ketat, karena saya sering bergerak tanpa rencana dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Kecuali saya sedang menggarap sebuah pesanan khusus dari client, yang telah menentukan apa yang akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disusun secara rinci.

Untuk mendukung mobilitas, saya membutuhkan perlengkapan kerja yang ringan dan tidak terlalu memakan tempat di backpack saya. Hadirnya ASUS ZenBook S UX391UA  ini, memang menjadi impian dan menjawab semua kebutuhan saya. Bentuk fisiknya yang begitu tipis hanya 12,9 milimeter dan beratnya yang hanya 1 kilogram, bagi saya yang sudah tua ini, berat yang hanya segitu terasa sekali manfaatnya bila sedang bepergian.

Ketangguhan dengan standar Militer


Kadang ada juga terlintas di pikiran, apakah laptop setipis ini cukup kuat untuk dibawa ke medan yang berat? Namun ASUS menjawabnya dengan sertifikat Military Grade MIL-STD 810G, sebagai jaminan bahwa laptop ini telah melewati berbagai pengujian dalam berbagai kondisi ekstrim, sebagaimana seorang prajurit yang siap bertempur di medan perang.

Ada empat pengujian penting yang dilewati ASUS ZenBook S UX391UA  ini, yaitu; drop test dengan menjatuhkan laptop ini ke landasan keras;  altitude test dengan membawanya ketempat yang tinggi dengan grafitasi yang rendah; temperature test pada suhu udara dingin dan panas. Terakhir, karena Indonesia sebagai negara yang tingkat kelembaban tinggi, maka sang jagoan ASUS ini juga melewati humidity test.

Bagai juara yang telah mengalami beratnya medan latihan, ASUS ZenBook S UX391UA  ini melewati semua pengujian ini dengan sukses.

ErgoLift Design yang serba guna


Tangguh dengan standar militer, bukan berarti kaku bagai pengawal Kerajaan Inggris di gerbang Buckingham Palace, walaupun sudah dikerjain oleh Mr. Bean, tetap saja diam bagaikan patung… 🙂 Namun  ASUS ZenBook S UX391UA  ini juga datang dengan gaya. Di samping keunggulan yang telah di uraikan di atas seperti ringan, ringkas, tipis dan kuat.

ErgoLift Design, demikian desainer ASUS menyebutnya. Di saat laptop ini tertutup, dia tak ada bedanya dengan laptop biasa. Namun begitu laptop ini dibuka dan engselnya terbuka dan berputar 145 derajat, kelihatanlah keunikannya. Dilihat dari samping, persis pada bidang yang menempel dengan layar kelihatan tubuh laptop ini terangkat dengan sudut 5,5 derajat, bertumpu pada penopang yang menyatu di bagian bawah layar yang juga berfungsi sebagai kaki layar. ASUS mengatakan 5,5 derajat merupakan sudut optimal untuk mengetik.

Dilihat dari depan, tubuh laptop yang terangkat di dekat layar tersebut terlihat berbeda dengan laptop lain pada umumnya. Posisi keyboard yang ergonomis, membuat posisi tangan saat mengetik terasa begitu nyaman. Apalagi dengan dukungan keyboard yang memiliki travelling distance 1,2 milimeter yang dilengkapi dengan LED backlight berwarna keemasan. Seandainya lampu ruangan mati dan suasana gelap pun, kita masih tetap dapat mengetik dengan nyaman.

Selain keyboard, laptop ASUS ZenBook S UX391UA dilengkapi dengan touchpad dengan sistem sentuh hingga lima jari dengan fitur gesture, sehingga pengguna akan mudah melakukan navigasi selama memakainya.

Bila biasanya kita memakai password untuk membuka dan mengunci sistem operasi Windows, maka ASUS ZenBook S UX391UA ini dilengkapi dengan sensor sidik jari atau fingerprint yang terletak di ujung kanan atas touchpad. Tak akan ada lagi kerepotan untuk mengetik password, karena sensor ini sudah terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10. Sensor sidik jari ini juga memberikan rasa aman dibanding password yang sering mudah dijebol atau malah lupa… 🙁

Ruang Kolong Serba Guna.

Dengan terangkatnya tubuh laptop, maka kita akan melihat kolong di bagian bawah laptop. Ruang kosong ini bukannya hiasan tanpa makna, tapi berfungsi sebagai ventilasi udara yang dihembuskan kipas pendingin di dalam mainboard, sehingga laptop tetap berada dalam suhu normal, walau bekerja dalam jangka waktu yang lama.

Tidak hanya itu, menghadap ke bagian bawah laptop, terdapat dua buah speaker berkualitas tinggi dengan smart amplifier bersertifikasi Harman Kardon, dengan audio system ASUS SonicMaster Premium. Dengan audio system berkualitas ini, anda akan terbuai mendengar dentingan gitar klasik Christopher Parkening  dan membahananya suara Pavarotti, atau bergemuruhnya music cadas dari Rolling Stones dalam tata suara surround sound yang memanjakan telinga di ruang konser pribadi. Buat saya, cukuplah untuk mendengarkan lagu keroncong Bengawan Solo, ciptaan almarhum Gesang, atau Rayuan Pulau Kelapa gubahan almarhum Ismail Marzuki.

Kepuasan menikmati musik di ASUS ZenBook S UX391UA  ini juga disebabkan oleh halus bahkan nyaris tak terdengarnya bunyi kipas pendingin yang berputar pada kecepatan tinggi di dalam tubuh ZenBook ini. Fitur Quiet Fan Asus,yang walaupun harus diaktifkan melalui Quick Launch di Taskbar, mampu meredam bunyi perputaran kipas. Diaktifkannya fitur Quiet Fan ini, tidak akan mengganggu kinerja system secara keseluruhan. Pendingin yang dipakai ASUS adalah kipas yang sangat tipis yang ketebalannya hanya 0,3 milimeter. Walau tipis namun kipas ini bisa menghasilkan perputaran  udara 13,4 persen lebih baik dibanding yang dipakai di laptop ASUS lainnya. Dengan lancarnya aliran udara di kolong ASUS ZenBook S UX391UA  ini, Panas yang terdapat di dalam mesin bisa ditekan lebih dingin hingga 5 derajat Celcius dibanding serial laptop ASUS lainnya

Panel yang Ultra Tipis


Sebagai bagian terpenting dari keseluruhan penampilan ASUS ZenBook S UX391UA , para insinyur ASUS selalu berinovasi dan mencari terobosan baru layar laptop mereka. Bila kita meperhatikan tampilan layar ASUS ZenBook S UX391UA  ini, jelas terlihat perbedaannya. Bezel atau panel Laptop ini begitu tipis, hanya 5,9 milimeter. Itu berarti layar laptop ini mempunyai rasio yang besar, 85 persen dari keseluruhan luas layarnya. Bahkan saya sangat yakin, bila tak lama lagi ASUS akan meluncurkan produk Bezelless terbaru mereka.

Layar ASUS ZenBook S UX391UA  yang berupa layar LED, memiliki ukuran diagonal 13,3 inci dengan resolusi 1920×1080 pixel Full HD. Besarnya rasio layar ultrabook ini diatasi ASUS dengan tehnologi NanoEdge Display. Kehebatan tehnologi ASUS ini adalah keakuratan reproduksi warnanya yang memiliki color gamut Adobe sRGB 100% dengan kerapatan pixel 331ppi sehingga reproduksi detail gambarnya tinggi. Sudut pandang yang mencapai 178 derajat, menjadikan layar ini tetap bagus dilihat dari samping, tanpa kehilangan detail warna.

Konektivitas Cepat Tanpa Kompromi.


Sebagai peralatan tempur yang selalu terhubung dengan setiap sudut dunia, ASUS ZenBook S UX391UA  tidak berkompromi dalam urusan konektivitas. Tiga port USB Type-C, dua diantaranya merupakan port Thunderboilt 3. Port tersebut mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi mencapai 40Gbps.

Melalui Thunderbolt 3, banyak aksesoris high-end yang bisa dikoneksikan, seperti external graphic card dock, display output untuk dikoneksikan dengan big size wall monitor, atau LCD proyektor.

Pada paket penjualan ASUS ZenBook S UX391UA , terdapat dua dongle khusus yang tersedia, yaitu USB Type-C to USB Type-A, serta USB Type-C to HDMI.

Selain konektivitas melalui kabel data, ASUS juga menyediakan  konektivitas melalui fitur nirkabel atau wireless. ASUS ZenBook S UX391UA  sudah dilengkapi dengan Wi-Fi dual-band 802.11ac untuk terus terkoneksi ke internet. Pilihan lainnya adalah konektivitas melalui Bluetooth 4.2 yang bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan berbagai perangkat seperti wireless headphone, mouse dan handphone.

Baterai Yang Tahan Lama

Untuk menunjang tugas lapangan ASUS ZenBook S UX391UA  ini, ASUS telah menyiapkan sebuah baterai Lithium-polymer 4-cell untuk seharian. Seharian? Iya dong, masak hanya untuk sejam dua jam?! 

ASUS mengklaim laptop ini bisa bertahan selama 13,5 jam melalui pengujian internalnya. Andai ASUS meminjami saya ASUS ZenBook S UX391UA  ini barang seminggu aja, mungkin saya bisa menguji laptop ini hingga dia teriak-teriak minta ampun. Atau malah sebaliknya kali, ya. Saya yang klepek-klepek kecapekan melawan ketangguhan ASUS ZenBook S UX391UA  ini, kwkwkw…

Disaat tenggat waktu pengiriman artikel Anda sudah mepet, sementara baterai sudah menunjukkan tanda selamat tinggal, ASUS menyediakan fitur Battery Health Charging. Bua tapa? Fitur ini berguna untuk menentukan batas isi baterai yang anda charge. Misalnya artikel Anda hanya membutuhkan hanya sedikit waktu lagi untuk posting atau dikirim via email, yang Anda perkirakan hanya butuh sekitar 40 persen isi baterai.

Nah agar proses pengisian baterai tidak memakan waktu lama karena kebutuhannya hanya sedikit, Anda bisa mengatur proses pengisian baterai ini secukupnya, yaitu 40 persen dari kapasitas baterai. Nanti bila proses pengisian baterai sudah mencapai 40 persen, maka proses pengisian akan secara otomatis berhenti. Andapun segera dapat menyelesaikan tugas yang tersisa. Proses pengisian ini akan menghemat baterai, Karena kebiasaan kita adalah mengisi baterai secara terus menerus sambil bekerja, hingga baterai penuh.

ASUS ZenBook S UX391UA Dengan Jeroan Kelas Premium
Bila dilihat sepintas lalu, ASUS ZenBook S UX391UA  ini akan kelihatan biasa-biasa saja, tapi mari kita lihat seperti apa jeroan produk unggulan ASUS ini.  ASUS ZenBook S UX391UA ini dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i7-8550U generasi ke 8 dengan 8M Cache dan kecepatan processing hingga 4.00 GHz. Tidak hanya kencang tapi juga irit daya karena sudah memakai tehnologi nano. Karena irit daya, maka panas yang dihasilkan juga lebih rendah.

Agar bekerja maksimal, prosessor ini didampingi oleh Memory LPDDR3 16 GB yang bekerja pada frekwensi 2133MHz. Kerja keras Prosessor dan Memory ini tidak akan bermanfaat bila tidak didukung oleh media penyimpanan yang juga berkecepatan tinggi dan kapasitas yang juga besar. Untuk itu ASUS membenamkan sebuah Solid State Drive PCIe 3.0 x4 berkapasitas 512 GB ke dalam ASUS ZenBook S UX391UA ini.

Dengan tiga senjata kelas premium ini, hanya dibutuhkan beberapa detik bagi laptop Asus ini untuk melakukan booting Windows 10 dan siap untuk bekerja keras sesuai tugas yang dibebankan oleh Anda sebagai operator dan pemiliknya.

Dukungan Grafis pada ASUS ZenBook S UX391UA


Sebuah komputer bagaimanapun canggihnya, tak kan berarti apa-apa tanpa dukungan Graphics Processor Unit yang memadai. Untuk Laptop canggihnya ini, ASUS memakai GPU Intel 620 Shared memory 32 GB Max. Ini bukanlah GPU tercanggih buatan Intel. Tapi karena ASUS ZenBook S UX391UA  ini lebih dititik beratkan untuk pekerjaan seorang Blogger Traveler dan bukan seorang gamer, maka GPU ini sudah lebih dari cukup untuk mengolah foto maupun video perjalanan.

Spesifikasi ASUS ZenBook S UX391UA

Berikut kita lihat spesifikasi laptop canggih Asus ini.

Berbekal laptop canggih dan tahan banting seperti ASUS ZenBook S UX391UA ini, rasanya semangat bertualang saya semakin berkobar, dan liburan akhir tahun ini tentu akan lebih asik lagi pakai ASUS. Tak perlu lagi pusing mencari warnet setiap mau posting, kapanpun dan dimanapun selagi sinyal masih rajin mendekati saya. Aamiin, insya Allah.

Join the Conversation

4 Comments

  1. Luar biasa pak, pengalaman sebagai bloger senior, meski awalnya untuk posting aja mesti nyari warnet, tetapi ttp semangat dan konsisten menulis. Saya mesti lbh banyak belajar untuk konsisten… eh laptop yg saya pakai juga Asus hehe

    1. Emka Lathifa

      Tapi saya juga masih dalam proses belajar, kok 🙂
      Karena belajar itu mulai dari ayunan hingga maut menjemput…

      Terimakasih sudah berkunjung

      Salam

  2. Wah udah lama nulis mantap. Btw warnet emng skg juga masih banyak usernya. aku juga kadang. cuma medianya aja yg bawa laptop sendiri.:)
    salam kenal ya pak, semoga bisa saling bersilaturahmi

    1. Aldhi Fajar
      Walau masih bisa bertahan, tapi kondisinya tidak seperti dulu lagi, sebelum hadirnya hp canggih yang bisa dipakai untuk online. Warnet saat itu benar-benar panen uang.

      Salam kenal juga bung Aldhi, terimakasih sudah berkunjung dan menjalin silaturrahim.

      Salam

Leave a comment

Tinggalkan Balasan ke Emka Lathifa Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.