Perjalanan Menuju Masa Depan…

Dengan sampainya kami di jalan ini berarti kini kami sudah memasuki nagari Salo Bungo Koto Tuo. Tapi umumnya penduduk  sering menyebutnya hanya Salo, karena terlalu panjang untuk di sebut lengkap. Memasuki jalan raya itu, kami langsung belok kekanan, dan itu berarti langsung naik jembatan yang membentang di atas Agam yang tadi kami lewat di pematangnya. […]

Kacamata Pengikat Tali Silaturrahim

Si Progresif teman sepanjang hari Saat berpisah dengan teman, kita tidak pernah tahu kapan lagi akan bertemu, walau dalam hati tetap tersimpan keinginan semoga kita berjumpa lagi. Namun kita tidak pernah tahu akan seperti apa perjalanan hidup yang akan kita lewati dan berapa jauh kita berjalan. Hal inilah yang saya alami bersama teman-teman yang pernah tinggal […]

Saya Pernah Jadi “Tukang Cebok”

  Mayoritas kita pasti tahu apa arti kata “cebok”, yaitu mencuci (maaf) selangkangan kita dan sekitarnya setelah buang air besar atau buang air kecil. Namun bagi masyarakat Minang, cebok juga bisa bermakna lebih luas namun masih tetap berarti sebagai pekerjaan bersih-bersih. Seperti halnya yang sering disebut oleh para pekerja rumah makan Padang, di sana ada […]

Puasa Batal Gara-gara Tangguli

Bulan puasa, sekitar 50 tahun lalu. Libur bulan puasa membuat aku punya banyak waktu untuk bermain. Rasanya tidak ada lagi sudut kampung yang belum aku jelajahi, sendiri atau bersama teman sepermainan. Pagi itu aku meninggalkan rumah kak Izah, kakak sepupu yang tinggal di seberang jalan rumah kami, salah satu dari tiga rumah keluarga besarku yang […]

Idul Fitri 1975

Azan subuh berkumandang. Membangunkan kami yang tidur di kubah besar yang berada di puncak Masjid Raya Muhammadiyah yang terletak di jalan Bundo Kanduang, persis di tengah kota Padang itu. Aku buru-buru bangun, membenahi pakaian dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Setelah itu keluar dari kubah lalu bergegas turun melewati anak tangga kayu yang menghubungkan lantai […]