Saya baru sekali berkunjung ke Malang, dan itu terjadi 14 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003. Kunjungan itu juga terjadi tak sengaja. Berawal saat saya sedang mengunjungi adik sepupu saya di Surabaya, tepatnya di Sidoarjo. Untungnya, kisah lumpur Sidoarjo saat itu belum terjadi, sehingga kunjungan saya ke sana belum dibumbui dengan kisah lumpur yang telah menelan korban ribuan rumah, desa dan juga kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Saat saya berada di rumah adik sepupu di Sepanjang, Taman, Sidoarjo. Saya mendapat telpon dari teman yang mengetahui saya sedang berada di sana. Kebetulan teman tersebut juga sedang dinas ke Surabaya, tapi sedang bersiap menuju Malang, dan dia menawarkan apakah mau ikut ke Malang. Tanpa berpikir panjang lagi sayapun menerima ajakannya, kami pun janji ketemuan di stasiun Gubeng. Dari Sidoarjo saya naik angkot ke Stasiun Gubeng, dari Gubeng kami lalu naik taksi ke Terminal bus Purabaya atau sering juga disebut terminal Bungurasih. Dari Terminal Bungurasih kami naik bus ke Malang.

Sampai di Malang, yang pertama kami cari adalah hotel. Kami dapat hotel yang lokasinya tidak begitu jauh dari kantor Walikota Malang, tapi saya lupa nama hotelnya, maklum sudah 14 tahun. Karena harus bertemu dengan rekan bisnisnya, saya ditinggal di hotel sendirian. Sementara teman mengurus pekerjaannya. Sayangnya, kami hanya semalam di Malang. Karena teman saya dapat panggilan dari kantornya agar segera kembali ke Jakarta. Akhirnya kami berpisah di Malang, saya kembali ke Sidoarjo dan dia langsung pulang ke Jakarta.

Memperingati ulang tahun ke 40 pernikahan kami, saya terinspirasi untuk kembali mengunjungi Malang, ada semacam kerinduan untuk kembali ke sana, mengingat kedatangan saya kesana dulu hanya semalam dan tidak sempat kemana-mana, selain berjalan-jalan di area terdekat dengan hotel tempat kami menginap waktu itu dan sekadar lewat sejenak di depan kantor Walikota Malang. Sebenarnya kami tidak pernah memperingati ulang tahun pernikahan ini, karena memang tidak ada tradisi di keluarga kami untuk merayakannya. Tapi kali ini, rasanya ada semacam keinginan untuk merayakannya. Anggap sajalah ini adalah bulan madu atas pernikahan kami yang tak pernah kami rayakan waktu pernikahan kami dulu.

Paket hotel dan penerbangan Traveloka

Walau ulang tahun pernikahan itu masih lama, tapi saya mulai mencoba mencari alat transportasi maupun hotel tempat kami menginap disana nanti. Saya pun lalu mencari penerbangan dari Jakarta dan juga hotel di Malang. Pilihan pertama saya langsung mencarinya melalui Traveloka, sebuah perusahaan travel yang saat ini memang sedang berkembang pesat. Hal yang pertama saya cari adalah tiket pesawat, kalau mungkin paket promo. Namun saya dikejutkan dengan adanya tawaran penerbangan dan hotel dalam satu paket. Tanpa berpikir panjang lagi saya lalu melakukan pencarian paket yang cukup menarik tersebut. Benar saja, setelah melakukan pencarian, saya lalu disuguhi paket penerbangan dan hotel yang tergabung jadi satu, dan di sana juga langsung tertera adanya penghematan sebanyak 15 persen dibanding kalau saya membeli secara terpisah antara pesawat dan hotel. Sebuah ide cemerlang dan juga inovasi yang sudah pasti akan menjadi pilihan bagi para pengusaha dan tentu saja bagi mereka yang akan melakukan perjalanan wisata, atau bahkan mungkin juga untuk berbulan madu.

Hasil pencarian paket hotel dan penerbangan Traveloka

Banyak tempat untuk menjadi tujuan wisata saya di Malang, karena paket wisata Traveloka  begitu banyak menyajikan tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Salah satu tempat wisata yang juga sudah lama saya ingin kunjungi adalah kota Batu, yang juga terkenal dengan buah apelnya. Kalau di kampung dulu kami punya kebun jeruk, maka di Batu kami juga akan menikmati bagaimana suasana bermain di kebun apel, pasti seru juga. Dinginnya kota Batu, pasti akan sama juga dengan dinginnya kampung kami di Kamang, Bukittinggi.

Lepas dari Malang, saya juga punya keinginan ke Seminyak, Bali. Menikmati keindahan Bali yang sudah mendunia, dan juga mencoba menikmati keunikan Hotel Alila beserta fasilitasnya yang hebat dan lengkap. Ah, tidak sabar rasanya menunggu saat yang menyenangkan itu.

 


read more