Motorola seri TLKR T80 Walki-Talkies

Motorola seri TLKR T80 Walkie-Talkies

 

Di penghujung tahun tujuh puluhan hingga tahun delapan puluhan. Indonesia, khususnya Jakarta, dilanda demam radio komunikasi 2 arah. Bagi mereka yang mampu, maka pilihannya adalah radio komunikasi dua arah yang lebih canggih dengan jangkauan yang lebih jauh yang lebih populer disebut sebagai radio CB atau Citizen Band. Dari sekian banyak merek yang beredar, Motorola hadir sebagai market leader.

Maraknya pemakaian radio CB yang masih illegal ini, membuat pemerintah melalui Departemen Perhubungan membentuk komunitas yang diberi nama Komunikasi Radio Antar Penduduk disingkat KRAP. Setiap pemilik radio diharuskan mendaftarkan radio komunikasi mereka, dan pemiliknya diberi call sign setelah melalui pelatihan pengoperasian radio komunikasi, yang dilakukan oleh Depastemen Perhubungan dan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia, ORARI.

Manajemen PT Jesa Artha Karya, saat  Motorola TLKR  gathering bersama Blogger dan Komunitas lainnya.

 

Meledaknya radio CB, memancing hadirnya pula radio komunikasi yang lebih sederhana yaitu, Walkie Talkie. Buat anak-anak dengan jangkauan yang lebih pendek dan tanpa lisensi dan registrasi callsign. Bagi mereka yang kreatif dan menguasai dasar-dasar elektronika, radio komunikasi ini dirakit sendiri dan tidak sedikit pula bengkel-bengkel elektronika yang juga kecipratan rizki dadakan ini. Merakit Walkie Talkie ini di bengkel mereka. Bahkan sebuah majalah remaja terbitan Jakarta, membuat artikel khusus bagaimana merakit radio komunikasi sederhana ini, yang mereka beri nama Radio Petualang. Lengkap dengan diagram skema dan petunjuk lengkap bagaimana merakit dan mengoperasikan radio rakitan mereka tersebut.

Masa keemasan radio komunikasi dua arah itu sudah lama berlalu. Tapi Motorola, sang pemain yang masih tetap eksis, nampaknya ingin mengembalikan kejayaan yang pernah mereka rasakan itu. Khususnya radio komunikasi yang license free 409 Mhz.

Bertempat di XXI lounge lantai 6 Plaza Indonesia, 10 November lalu. PT Jesa Artha Karya, distributor Motorola Solutions  meluncurkan produk baru Walkie Talkie ini. Ada tiga seri yang diluncurkan saat itu, yaitu: TLKR T60, T80 dan T80 Extreme. Beruntung saya dapat menguji coba salah satu diantaranya, yaitu T80. Berikut hasil uji coba yang saya lakukan tersebut. Tapi sebelumnya kita pelajari dulu spesifkasi serta kelengkapan paket pasangan Walkie Talkie TLKR TR 80 ini.

Sudah cocok jadi Brand Ambasador Motorola TLKR?

KESELAMATAN PRODUK DAN PAPARAN RF UNTUK RADIO DUA-ARAH PORTABEL

Sebelum menggunakan produk ini silahkan membaca petunjuk operasi untuk penggunaan yang aman yang ada dalam buklet Keamanan Produk dan paparan RF dalam paket radio Anda.

 

PERHATIAN!

Sebelum menggunakan produk ini, baca informasi tentang energi RF dan instruksi operasi di buklet Keamanan Produk dan Paparan RF agar sesuai dengan batas paparan energi RF.

 

Isi Paket

  • 2 x TLKR T80/T80 Extreme Radio
  • 2 x Belt Clip
  • 1 x 2-Slot Charging Cradle
  • 1 x AC Adapter
  • 2 x Battery support brackets
  • 2 x Rechargeable NiMH battery packs
  • 2 x Headset (for T80 Extreme Only)
  • 2 x Lanyard (for T80 Extreme Only)
  • TLKR T80/T80 Extreme Panduan Manual

 

Bagan Frekuensi

Channel Freq(MHz) Channel Freq (MHz)
1 409.7500 11 409 8750
2 409.762S 12 409.8875
3 409 7750 13 409 9000
4 409.7875 14 409.9125
5 409.8000 15 409.9250
6 409.8125 16 409.9375
7 409.8250 17 409.9500
8 409.8375 18 409.9625
9 409.8500 19 409.9750
10 409.8625 20 409.9875

 

Fitur dan Spesifikasi

  • 20 PMR Channels
  • 121 Sub-Codes (38 CTCSS Codes & 83 DCS codes) Jarak sampai dengan 10 km*
  • Internal VOX Circuitry LED Torch
  • 10 Selectable Call Tone Alerts
  • Backlit LCD Display
  • Roger Beep
  • Up Timer
  • Room Monitor
  • Battery Charger
  • Battery Level Meter
  • Channel Monitor
  • Channel Scan
  • Dual Watch
  • Keypad Lock
  • Auto Power Off
  • Auto Squelch Control
  • Auto Repeat (Scrolling)
  • Battery Save Battery Low Alert Battery Low Sleep Tone (On/Off)
  • Direct Call (Caller ID Call)
  • Group Call Silent Mode All Call
  • Auto Channel Change
  • IP Rating : IPX2 (for T80). IPX4 (for T80 Extreme) Power Source: NiMH battery Pack / 4 AAA baterai Alkaline
  • Battery Life: 16 Jam (tergantung penggunaan)

*Jarak dapat bervariasi tergantung pada lingkungan dan/atau kondisi topografi

 

 

img_9663aaaa

Sepasang TLKR T80 yang baru dikeluarkan dari box

 

Hal pertama yang saya lakukan saat mengeluarkan kedua pesawat Tolker (plesetan dari TLKR) ini keluar dari box adalah mengecas baterai. Seperti yang dianjurkan di buku panduan, pengecasan baterai ini berlangsung selama 14 jam. Sementara baterai dicas, saya memeriksa dan mengecek kelengkapan pasangan Walkie Talkie yang desainnya begitu indah, pas dalam genggaman dan penampilan yang tidak beda jauh dari radio komunikasi HT yang biasa di bawa polisi, satpam atau petugas keamanan lingkungan. Begitu juga saya membaca buku manual yang disertakan dalam paketnya.

Saya tentu tidak bisa membandingkan produk Walkie Talkie tahun 80an dengan produk masa kini yang tehnologinya semakin canggih. Kalau dulu tehnologinya masih analog, sementara sekarang semua telah serba digital, lalu dipercanggih lagi dengan nano tehnologi. Sehingga semua komponen bisa dibuat sekecil mungkin, namun kinerjanya jauh melampaui tehnologi analog.

 

T80 dan perlengkapannya

 

Sedikit mengenal sejarah Motorola.

Motorola berdiri sejak tahun 1928 dengan nama Ludwig van Beethoven and Johannes Brahms. Bermarkas di Schaumburg, Illinois, Amerika Serikat. Perusahaan yang telah berusia dua generasi ini, sejak awal berdirinya khusus bergerak di bidang tehnologi komunikasi radio. Tahun 1930, dua tahun setelah berdiri, Motorola mulai memasuki pasar dengan produknya, berupa public safety radio dalam betuk walkie talkie. Tahun 1943 Motorola memproduksi FM portable two way radio. Tahun 1969 Motorola ikut terlibat dalam perjalanan sejarah manusia mendarat di bulan. Karena pada saat itu, system komunikasi radio antara bumi dan bulan dengan awak pesawat Apollo memakai radio kumunikasi Motorola.  Pada tahun 1977 pertama kali Motorola meluncurkan tehnologi enkripsi pada radio. Tahun 1983 pertama kali didunia mengeluarkan komersial cellular phone. Masih banyak prestasi yang ditorehkan Motorola, tahun 2000, 2004 dan 2008 juga 2012 dn 2014, Motorola telah meraih banyak sekali award atas temuan dan produk tehnologi tinggi mereka.

 

T80 Extreme berwarna kuning ini dengan manisnya tergantung di jaket saya

 

Selesai mencas baterai jam 11 malam, pagi hari esoknya baru saya menyempatkan diri untuk mencoba T80 ini. Pertama melepas clip belt dari tempatnya, selanjutnya membuka tutup baterai dan memasang baterai ke tempatnya. Sebenarnya kita juga bisa memakai baterai Alkaline type AAA sebanyak 4 buah sebagai sumber dayanya. Jadi bila kita bepergian cukup jauh, apalagi kalau ke pantai atau ke gunung. Sebaiknya membawa baterai cadangan ukuran AAA ini didalam tas perlengkapan kita.

Kemudahan dalam mengecas baterai benar-benar di perhatikan oleh Motorola. Ada tiga cara dalam mengecas baterai. Pertama, dengan menancapkan langsung pesawat ke Slot Charging cradle. Kedua, dengan melepas baterai dari pesawat lalu mengecasnya di Slot Charging cradle, sementara pesawat diaktifkan dengan baterai cadangan. Dan yang ketiga dengan menancapkan jack DC Adaptor 9V langsung ke soket yang berada di samping sebelah kanan pesawat sebelah bawah.

 

 

Baterai NiMH ukuran AAA yang di paralel 4 buah sedang dicas di Charging Cradle selama 14 jam

 

 

Pengecasan baterai di Slot Charging Cradle: Sebelah kiri pesawat Walkie Talkie langsung di tancapkan di cradle dan sebelah kanan baterai dilepas dari pesawat dan di pasang di cradle

 

img_9677aaaa

Cara ketiga pengecasan baterai, dengan menancapkan jack adaptor DC 9 V ke soket catu daya yang berada di samping kanan pesawat.

 

img_9683aaaa

Kontak listrik saat pesawat dicharge di Slot Charging Cradle

 

img_9694aaaa

Soket Headset

 

img_9710aaaa

Tempat baterai dalam keadaan terbuka, sebelah kiri Clip Belt dan kanan tutup baterai

Tak sabar rasanya untuk segera mencoba unjuk kerjanya. Anak saya Rizqy yang berusia 10 tahun pun begitu antusias menyambutnya. Tapi sebelum dia memegangnya, saya sudah wanti-wanti dulu agar hati-hati, supaya barang yang baru pertama kali dipegangnya ini tidak rusak.

Sebenarnya saya menginginkan untuk uji coba ini adalah yang type T80 Extreme, sebagaimana yang terlihat berwarna kuning tergantung di jaket saya pada foto di atas. Tapi karena perbedaanya tidak begitu jauh, T80 yang datang ke rumah ini, juga sudah cukup memadai untuk menjawab keingin tahuan saya.

Hal pertama yang saya lakukan setelah semua siap adalah menyalakan kedua pesawat Walkie Talkie ini. Satu pesawat saya suruh pegang oleh anak saya Rizqy, saya lalu mengajarkan bagaimana cara memakainya. Tidak terlalu sulit, karena desain Walkie Talkie ini memang simple dalam pengoperasiannya. Hanya dalam sekejap Rizqy pun sudah berhasil “ngebrik” ke saya.

 

Rizqy tengah mencoba T80

 

Saya menyuruh Rizqy menjauh dari rumah, dengan pedenya diapun berjalan sambil tetap cuap-cuap bergantian ke saya. Setelah saya rasa cukup jauh, Rizqy saya suruh balik pulang. Kalau saja tidak saya suruh pulang, saya yakin dia akan semakin jauh dan pamer kepada teman-temannya. Selanjutnya setelah Rizqy kembali, yang saya lakukan adalah mencoba seluruh channel yang tersedia yang jumlahnya 20 channel dan semuanya oke. Sebenarnya saya ingin mencoba jangkauan pesawat T80 ini yang di buku manualnya tertulis sampai 10 km. Sayangnya, gara-gara saya kena diare selama 4 hari, dan ketika sembuh fisiknya belum pulih sebagaimana biasanya, hal itu tidak sempat saya lakukan. Tapi saya yakin kalau hal ini tidak akan meleset jauh dari apa yang ditulis di sana. Karena tidak mungkin Motorola akan mempertaruhkan nama besar mereka, dengan sesuatu yang tidak valid. Hanya saja yang harus dimaklumi adalah kultur tanah dan topografi alam dimana pesawat ini di pakai.

 

Untuk siapa pesawat T80 Walkie Talkie ini di produksi?

Walau komunikasi selular saat ini semakin canggih dan boleh dikatakan sudah sampai keseluruh pelosok nusantara, namu saya yakin pesawat ini pasti masih diminati. Karena pesawat ini juga punya keunggulan yang tidak dimiliki oleh telpon selular. Yang pasti saja, pesawat ini tidak butuh pulsa untuk berkomunikasi, dan itu sudah pasti sebuah penghematan. Selanjutnya karena fleksibelnya, hanya dengan satu sentuhan tombol panggil, komunikasi sudah langsung terjadi tanpa harus menunggu. Komunikasi dalam satu group dalam jumlah yang banyak pun tidak masalah. Sehingga semua terhubung pada satu titik saluran atau channel. Sehingga sistem komando bisa langsung di dengar oleh semua anggota group.

Bagi mereka yang suka bertualang atau traveling, pesawat ini benar-benar di butuhkan. Komunikasi antar teman seperjalanan, sangat terbantu dengan pesawat ini. Apalagi kalau medan yang ditempuh cukup sulit, sehingga setiap tindakan yang akan diambil bisa dibicarakan dulu secara bersama-sama, dengan memanggil rombongan yang terpisah.

Si Tolkar T80 inipun tidak akan menolak bila diajak bertualang malam hari, karena dia sudah dilengkapi dengan senter. Walaupun bolam senternya terlihat imut, tapi cahayanya cukup untuk menerangi lokasi sekitar tempat lampunya diarahkan. Nah kurang apa lagi? Yuk kita bertualang…!

Pesawat ini juga dilengkapi dengan senter. Tombol senter terdapat di samping atas pesawat, sedang senternya berada di bagian tengah atas pesawat, berdampingan dengan soket headset

 

Jakarta, 10122016


read more