Foto Saya Dicuri, Lalu Ditampilkan di Media Mainstream!

 

1336014199828853351Foto saya yang dicuri oleh Tribun Pekanbaru dan kemudian juga di tayangkan di kompas.com 

Saya ikut prihatin dengan apa yang terjadi pada kasus yang menimpa Iskandar Zulkarnaen yang di tulisnya di Kompasiana dengan judul Foto Saya Ada di Media Mainstream Siapakah Pencurinya?  Dimana dalam tulisannya itu Isjet menyatakan bahwa foto hasil karyanya dicuri oleh CrackBerry dan kemudian dilabeli di medianya sebagai foto mereka. Sementara mereka sendiri sebenarnya mengambil dari detik.com,  saya tidak tahu bagaimana kisahnya foto tersebut bisa tampil di media saingannya kompas.com tersebut.

Rupanya saya juga ketiban sial, sama dengan apa yang dialami oleh rekan Iskandar Zulkarnaen. Parahnya, media yang mencuri foto saya tersebut adalah TRIBUN PEKANBARU yang juga adalah media yang tergabung dalam Group Kompas Gramedia. Kemudian Kompas.com pun merilisnya

Foto yang dicuri tersebut adalah foto bus Yanti yang saya abadikan waktu saya pulang kampung bulan Desember tahun 2010 yang lalu dan saya posting di Kompasiana pada postingan berjudul:  Berkelana di  Ranah Minang (41) Lubuak Bangku yang Sepi dan Kelok Sembilan yang Telah Berubah.

Lebih rancu lagi, foto tersebut diberi keterangan gambar: “Bangkai Bus Yanti yang terbakar di Payakumbuh”, sehingga disamping kesal saya juga terpaksa mentertawakan “kehebatan” redaktur  Tribun Pekanbaru tersebut.

Kemarin sebenarnya saya juga memposting ulang khusus foto tragedi yang menimpa bus Yanti tersebut disini. Hal itu karena saya merasa kok sering sekali bus Yanti ini mengalami musibah, seperti yang terjadi dengan terbakarnya bus Yanti di Payakumbuh tersebut tanggal 1 Mei lalu.

Pada postingan tersebut awalnya saya memang tidak menampilkan foto yang dicuri Tribun Pekanbaru tersebut, karena saya juga mempunyai foto lain yang diabadikan berurutan dengan foto yang yang bermasalah itu. Tapi karena sewaktu saya membuka postingan saya yang tayang tanggal 22 April 2011 itu, khusus foto bus Yanti yang berada diatas truk trailer tersebut malah tidak terbuka, sementara foto-foto lainnya terbuka dengan normal.  Maka kemudian saya lalu menampilkan ulang foto yang bermasalah tersebut di postingan saya, supaya pembaca bisa melihat secara utuh seperti apa foto tersebut. Karena foto yang di tampilkan Tribun Pekanbaru sudah mengalami sedikit kroping.

Dengan terjadinya kasus ini, saya bisa merasakan seperti apa dongkol dan kesalnya Iskandar Zulkarnaen ketika fotonya di curi orang dan ditampilkan di media lain. Hal seperti itu pulalah yang saya rasakan saat ini. Sehingga timbul pertanyaan di benak saya. Apakah dengan postingnya saya di Kompasiana yang di lengkapi dengan foto pendukung tulisan atau reportase saya, apakah fihak Tribun Pekanbaru atau media apapun yang bernaung di bawah bendera Kompas Gramedia ini, berhak dengan semena-mena menampilkannya di media mereka tanpa harus minta izin dari saya dan menunaikan segala kewajiban yang terikat dalam UU hak cipta?

Adakah yang bisa menjawab dan bertanggung jawab?

13359542951209184174Foto asli yang di curi tersebut 

13360145351768164845Foto aslinya menghilang dari postingan saya Berkelana di Ranah Minang (41) tinggal frame kosong, kecuali dua foto pendamping. yang ada di bawah.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.