Mari Belajar Dasar Photoshop

 

Dua minggu lalu saat sedang berselancar di Facebook, saya melihat update status di group Kelas Blogger. Sebuah pengumuman tentang dibukanya  Kelas Blogger yang ke 19 dengan topik belajar Photoshop. Setelah membaca secara lengkap, saya lalu mendaftarkan diri melalui link Googledoc yang telah disediakan. Tapi saya sendiri tidak begitu yakin apakah saya akan diterima sebagai peserta atau tidak, soalnya saat mengirim form pendaftaran online itu saya mendapat pesan yang isinya menyatakan ada sedikit kesalahan dalam registrasi, tapi karena saya sedang buru-buru hal itu saya abaikan dan pasrah apakah saya diterima atau tidak.

Alhamdulillah saat diumumkannya nama peserta kelas blogger ke 19 itu nama saya ikut tercantum, sayapun segera meng-capture pemberitahuan tersebut dan juga mencatatnya di agenda saya.

Minggu 21/01 jam 7 lewat 5 menit dengan Uber saya berangkat dari Kota Bambu. Meluncur melewati jalan layang Jati Baru yang melintas di atas stasiun Tanah Abang lalu melewati perempatan Jembatan Serong dan beberapa saat kemudian belok kanan masuk jalan Fachrudin. Di depan pasar Blok A tanah Abang belok kiri masuk terowongan jalan Fachrudin dan nyembul di jalan KH Mas Mansyur depan rumah susun Tanah Abang. Menelusuri jalanan yang masih sepi ojeg meluncur melewati Karet dan berakhir di perapatan jalan Satrio dan jalan Rasuna Said.

Saya lalu turun dari Uber lalu melihat argo di handphone pengemudinya, tercantum Rp.6000 lumayan dapat diskon Rp.5000. Saya mengulurkan uang lebaran sepuluh ribu, lalu segera berjalan menuju jembatan penyeberangan di depan gedung Departemen Kesehatan sambil diiringi ucapan terimakasih pengemudi Uber.

Turun dari jembatan penyeberangan yang juga merupakan halte busway Departemen Kesehatan, saya berjalan menuju gedung Menara Palma, setelah sebelumnya bertanya kepada seorang petugas security gedung yang berada persis dekat jembatan penyeberangan.

“Bapak terus ke samping setelah itu belok kanan lalu lurus ke gedung parkir belakang, nanti ketemu lift naik ke lantai 11…” kata petugas security Menara Palma sewaktu saya menanyakan lokasi Playground Kaskus.

Keluar lift lantai 11 saya belok kanan lalu masuk koridor beraneka warna, sepi, tak ada seorangpun! Saya melihat jam yang menunjukkan pukul 7.45. “Apakah saya datang terlalu cepat? Tanya dalam hati. Lalu saya memanfaatkan waktu sejenak untuk selfie untuk di unggah di FB dan IG.

Selagi asyik selfie saya lalu mendengar suara pintu terbuka dan melihat seorang keluar ruangan, setelah saling lihat rupanya Raja, teman yang dulu sering ketemu di acara Kompasiana, karena dia saat itu salah seorang admin Kompasiana. “Kok masih sepi?” saya bertanya pada Raja. “Di lantai 10, pak!” katanya sambil mendahului saya turun melewati tangga.

Benar saja, di ujung tangga sebelah bawah saya melihat para teman dari Kaskus sudah pada sibuk mempersiapkan acara. Kenapa saya menebak mereka semua dari Kaskus, karena tak seorangpun diantara mereka yang saya kenal selain Raja! Hehe, dasar kakek kurang gaul… 😊

Setelah para peserta lain berdatangan dan melakukan registrasi ulang, kami masuk ke auditorium Playground Kaskus yang panggung audiensnya dibangun bertingkat setengah lingkaran, menghadap ke panggung utama yang di belakangnya terbentang layar infocus dengan gambar pemandangan laut.

Acara Kelas Blogger ke 19 ini membahas tentang melakukan editing foto dengan aplikasi pengolah gambar Photoshop, yang di sampaikan oleh Hafiez Agam. Dalam presentasinya Hafiez mengulas materi bagaimana melakukan menambah dan menguragi pencahayaan pada sebuah foto, serta melakukan penambahan warna tertentu, kontras, resize, cropping dan kolase atau menggabungkan beberapa foto, serta melakukan masking sebuah foto dengan memanfaatkan tools yang ada di beranda photoshop.

Ada sedikit kendala di awal presentasi, karena laptop yang dikendalikan operator kurang singkron dengan topik yang tengah dibicarakan. Setelah laptop dipindahkan ke tengah panggung sehingga Hafiez bisa secara interaktif menangani presentasi, serta memperlihatkan secara langsung di laptop langkah-langkah proses editing yang disampaikannya, baru praktek pengolahan foto yang juga secara bersamaan diikuti oleh peserta, berjalan lancar.

Praktek Edit Foto

Brightness/Contrast

Fasilitas Brightness dan Contrast dimanfaatkan untuk mengedit foto yang kurang cerah dan juga kurang kontras. Sepert terlihat pada foto sebelah atas adalah foto asli yang belum diedit, terlihat wajah sang pengantin agak gelap. Pada foto bawah sebelah kiri saya lalu mengeditnya dengan menaikkan pencahayaan pada posisi 80, terlihat kecerahan foto bertambah, tapi kekontrasannya masih kurang. Pada foto kanan saya lalu menaikkan kontras foto tersebut juga pada posisi 80, terlihat disini kontras fotonya sudah terlihat semakin nyata antara gelap dan terangnya.

Posisi 80 pada Brightness dan Contrast foto ini bukanlah patokan, karena bagus tidaknya foto sebenarnya tergantung selera masing-masing, saya mematok angka 80 ini agar cerah dan kontrasnya terlihat lebih nyata sebagai bahan praktek.

 

Curva

 

Pada kedua foto atas dan bawah ini kita bisa melihat perubahan yang terjadi pada foto yang kita edit. Foto atas  dengan curva yang ditarik ke atas pencahayaannya lebih lebih terang  dan foto bawah yang lebih gelap saat curvanya ditarik ke bawah.

Curva bisa juga di artikan sebagai fasilitas untuk menambah terang atau gelapnya sebuah foto. Dengan mengetikkan shortcut Ctrl+M di keyboard, maka kotak dialog curva akan tampil. Untuk mengubah terang atau gelapnya foto yang sedang kita edit,  cukup cukup mengarahkan pointer mouse ke curva diagonal yang berada di tengah kotak dialog, lalu menarik garis tersebut keatas untuk membuat foto lebih terang, atau menariknya kebawah untuk mengurangi pencahayaan yang ada pada foto. Saat kita menarik curva tersebut dua nilai output dan input akan tertera secara otomatis di sudut kiri bawah kotak dialog. kedua nilai ini boleh kita catat untuk mengedit foto lain dengan kondisi yang sama. Sehingga antara foto yang satu dengan yang lainnya pencahayaannya akan sama. Tapi kalau untuk foto tunggal, pencatatan nilai output dan input ini mungkin tidak terlalu perlu. Berapa pencahayaan yang kita inginkan pada foto yang kita edit, cukup dengan memainkan mouse pada curva diagonal kotak dialognya .

 

Color Balance

Tidak selamanya kita akan menemui cahaya yang bagus pada saat melakukan pemotretan, sehingga saat foto yang kita ambil itu tidak memperlihatkan hasil yang kita inginkan sewaktu ditampilkan di monitor atau dicetak. Untuk memperbaiki hal tersebut kita dapat memanfaatkan fasilitas Color Balance. Dengan mengetikkan Ctrl.+B, kotak dialog Control Balance akan tampil. Terdapat tiga color bar di sana, pada ujung kanan masing-masing slider Color Bar terdapat tulisan Red, Green, Blue. Sementara pada ujung kirinya terdapat tulisan Cyan, Magenta, Yellow. Untuk mendapatkan keseimbangan warna yang pas pada foto yang ditampilkan, kita cukup mengeser slider yang terdapat pada masing-masing warna.

Karena saat melakukan editing foto ini kita bekerja dengan setingan warna RGB, maka kita akan memakai sisi kanan untuk melakukan perubahan warna. Sebagaimana pada contoh foto di atas, terlihat pada foto kiri warna merah atau R ditambahkan 50 persen sementara hijau (G) dan Biru (B) tetap pada posisi 0, begitu juga foto di tengah yang ditambahkan adalah warna hijau dan sebelah kanan yang ditambahkan warna biru. Kita dapat mengkombinasikan penambahan warna ini untuk mendapatkan warna yang kita inginkan

 

Cropping 

Dalam satu pemotretan tidak selamanya kita juga mendapatkan komposisi atau frame yang pas, atau bisa juga karena subyek fotonya terlalu luas, sehingga foto kita terlihat terlalu ramai oleh hal-hal yang sebenarnya justru merusak keindahan foto yag kita hasilkan, atau kita membutuhkan foto dengan ukuran khusus yang tidak sempat diabadikan saat pemotretan. Agar komposisinya pas dan enak untuk dilihat, maka kita adakalanya kita perlu memotong foto tersebut agar ukuran dan komposisinya sesuai dengan yang kita inginkan. Untuk melakukan hal tersebut, maka perkakas atau tools yang akan kita pakai adalah Crop Tool yang terdapat pada kumpulan tool yang ada di sebelah kiri layar.

Dengan mengetik huruf C pada keyboard atau mengklik Crop tool pada layar, maka pointer kita akan berubah menjadi kotak persegi empat yang mempunyai ujung pada sudut kiri atas dan kanan bawah. bila kita melakukan klik dan menyeret mouse pada foto, maka akan terlihat kotak persegi sesuai pada foto yang bentuknya bisa bujur sangkar atau persegi panjang. Seperti pada foto di atas, saya mengcrop hanya sekitar pengantin, bidang yang akan dipotong ini masih bisa diperbesar atau diperkecil sesuai kebutuhan. Setelah dirasa cukup lalu tekan enter, maka foto tersebut akan terpotong sebagaimana foto yang sebelah bawah.

 

Collage

Collage atau kolase adalah proses editing foto yang menempatkan beberapa foto dalam satu frame.  Pada era sebelum menjamurnya foto digital, kolase foto dilakukan dengan memotong foto dengan berbagai ukuran dan bentuk variasinya, lalu di tempel menyatu dalam satu album berukuran besar. Sekarang proses penggabungan foto itu dilakukan dengan komputer yang telah diinstall aplikasi pengolah foto seperti Photoshop seperti yang kita pelajari saat ini.

Pada foto diatas saya mengedit 2 lembar foto yang di tengah dan sebelah kanan, lalu menggabungkannya dengan foto yang sebelah kiri yang masih utuh. Ini adalah cara penggabungan sederhana dalam foto kolase, karena saya hanya menghapus latar belakang dari kedua foto tengah dan kanan yang saya edit tersebut.

 

Masking

Mask atau menutup sebagian dari foto untuk menonjolkan bagian yang lain dapat dilakukan dengan mengaktifkan feature mask yang berada dibawah box Layer, namun sebelumnya kita harus membuka gembok background dengan melakukan doublek klik dan mengklik OK pada kotak dialog yang muncul di tengah layar. Selanjutnya kita dapat memilih tool yang berada di icon “creat new fill and adjusment layers” di samping kanan icon Mask. Pada praktik ini seperti yang terlihat pada foto di bawah, saya memakai Level dengan menurunkan pencahayaan latar belakang foto di sekitar pengantin agar lebih gelap, sehingga penampilan pengantinnya lebih menonjol, sementara pengantinnya tetap dengan pencahayaan normal

 

Selective Color

Fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki warna foto kita adalah menu Selective Color. Pada menu ini kita bisa lebih detil memperbaiki atau menonjolkan warna-warna tertentu agar penampilan foto kita lebih bagus lagi. Kita bisa mengubah warna merah dengan mengkombinasikannya dengan mengatur slider warna Cyan, Magenta, Yellow dan Balck yang berada di bawahnya. Hal ini juga bisa kita lakukan untuk warna yang lain dengan mengklik panah kecil di group Color.

Content Creator Kaskus

Acara selanjutnya setelah pelajaran mengolah foto diisi dengan presentasi dari Kaskus. Dalam hal ini Kaskus menyampaikan bahwa mereka membuka kesempatan kepada para peserta yang hadir saat itu untuk ikut menjadi member Kaskus Creator.  Kaskus memberi julukan kepada para member mereka yang aktif bekontribusi melalui tulisan mereka sebagai Kaskus Creator. Bersama teman peserta yang lain, sayapun melakukan registrasi akun baru dan juga mendaftar sebagai Content Creator Kaskus. Sayangnya karena keterbataasan waktu, dan juga harus menunggu approve admin Kaskus atas registrasi sebagai Content Creator, kami tidak bisa langsung membuat threat di Kaskus.

Setelah mendapat email dari Kaskus kalau akun saya sudah aktif, dan pendaftaran sebagai Content Creator sudah disetujui, dengan semangat tinggi saya pun mulai menulis artikel. Selesai menulis langsung dikirim. Setelah menunggu beberapa menit bahkan kemudian lebih satu jam, saya mulai bertanya-tanya dalam hati: “kok belum tayang?” Akhirnya capek menunggu sayapun mematikan laptop, karena ada urusan lain yang harus saya selesaikan.  Karena sedikit kecewa karena gagal posting, saya tidak lagi singgah ke Kaskus.

Dua hari kemudian saat melihat email saya melihat ada email yang berisi undangan dari Kaskus untuk mengikuti Kopdar Content Creator  Vol.5. Dengan perasaan malas dan ogah-ogahan saya lalu masuk ke Kaskus, rupanya ada pemberitahuan kalau artikel saya sudah tayang. Semangatnya timbul lagi, lalu masuk ke akun dan melihat artikel saya memang sudah tayang. Rupanya setiap artikel yang masuk harus melewati moderasi lebih dahulu sebelum tayang.  Tapi kebahagiaan itu tak berlangsung lama, karena dua hari kemudian artikel itu menghilang lagi dari peredaran dan kembali ke draft.

Ah, rupanya banyak cobaan yang harus dilewati oleh seorang newbie di Kaskus. 🙂


4 Comments

  1. kalau gabung dan menulis di kaskus kreator katanya bisa dapat penghasilan tambahan pak. 😀

    • Benar, silakan mendaftar sebagai Kreator dan menulis artikel. Nanti ada penilaian dan reward atas artikel yang Anda posting dalam bentuk uang. Silakan masuk ke Kaskus nanti ada penjelasan yang lebih rinci di sana.

      Terimakasih telah berkunjung

      Salam

  2. Pak Dian itu emang keren..semangat banget kalau nambah ilmu gini ya 😊 Aku aja ga paham photoshop hihihi..susah ga yah..itu baru pengenalannya..gmn kalau pendalaman materinya? Mantap pak!

    • Jalani saja step by step Nurul, kalau sekali raup memang tidak bisa, bakalan mumet. Anggap saja kita pindah ke kota yang belum kita kenal sama sekali, maka yang pertama kita hafal adalah alamat rumah dan jalan pulang. Setelah itu baru kita observasi aplikasinya pelan-pelan satu persatu. Seakan kita mengobservasi atau menjelajahi kota yang baru kita tempati.

      Terimakasih telah berkunjung

      Salam

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *