Ini Dia Pemenang Give Away Novel “Balita PRRI”

Teman-teman, mohon maaf bila pengumuman ini terlambat saya sampaikan. Ini disebabkan kesibukan kerja dan juga kesehatan yang menurun menjelang tanggal pengumuman, dimana tensi saya naik hingga 170/85 dan kolesterol juga sangat tinggi, yaitu 249. Kondisi ini membuat kepala saya pusing dan tidak bisa bekerja serta harus beristirahat. 

Membaca jawaban teman-teman di kolom komentar, saya jadi senyum-senyum sendiri. Ini disebabkan karena jawaban yang di berikan sangat bervariasi, mulai dari yang menjawab paling rendah, Rp.3.000,- hingga yang paling tinggi Rp.15.000,- Malah ada juga yang menjawab sambil mengaitkannya dengan harga dolar, hehehe…

Saya tidak tahu, apakah jawaban yang diberikan tersebut menyesuaikan dengan harga yang berlaku di daerah di mana teman-teman berdomisili, atau menerka secara acak sambil membayangkan suasana Jakarta, dimana saya tinggal.

Yang mengundang senyum juga, ada teman yang memberi komentar dan kelihatannya juga menginginkan novel Balita PRRI, tapi tidak menyebutkan harga tebakannya, walau sudah saya ingatkan di balasan komentar kepada dia. Tapi apapun itu, saya sangat menghargai usaha teman-teman untuk ikut berpartisipasi dalam acara tebak-tebakan ini.

Harga ketupat sayur sarapan pagi saya yang terlihat pada foto di atas adalah Rp.6.000,- (enam ribu rupiah). Setelah melihat jawaban yang masuk di kolom komentar, tidak satupun yang menjawab dengan benar.

Jawaban yang benar justru ada di komentar status saya di facebook, saat membagikan artikel tentang acara ini di sana. Saya sudah menjelaskan kepada teman yang memberi komentar di sana, agar menuliskan komentarnya di blog saya ini. Walau sudah diberitahu, sayangnya mereka tidak melakukannya, sehingga kesempatan mendapatkan novel saya ini secara gratis, jadi gagal.

Baiklah, walau tidak ada yang menjawab secara tepat, namun seperti janji saya, saya akan memberikan hadiah ini kepada 3 orang yang menjawab paling dekat ke jawaban yang benar. Di kolom komentar ada tiga penjawab yang mendekati jawaban yang benar, yaitu dengan jawaban masing-masing 8000, 7000 dan 5000 rupiah.

Tiga penjawab yang beruntung mendapatkan Novel “Seorang Balita Di Tengah Pergolakan PRRI” itu, adalah:

Nitaninit Kasapink dengan jawaban Rp.8.000,- 
Rahman Kamal dengan jawaban Rp.7.000,-
Fitrah dengan jawaban Rp.5.000,-

Selamat ya kepada tiga pemenang, saya tunggu alamat Anda di facebook Messenger, untuk pengiriman novel ini.

Juga terimakasih kepada teman-teman peserta yang belum beruntung maupun teman-teman pengunjung blog ini, yang walaupun tidak meninggalkan jejak, namun kunjungan Anda secara diam-diam tersebut juga sangat saya hargai.

Sampai ketemu di lain kesempatan.




 

Novel Balita PRRI Gratis Untuk Anda

Sudah lama saya ingin berbagi dengan para pengunjung blog ini, mudah-mudahan kali ini niat baik itu bisa kesampaian. Caranya sederhana saja. Siapa yang bisa menebak dengan benar harga ketupat sayur masakan Padang sarapan pagi saya ini, akan saya kirimi novel pertama saya “Seorang Balita Di Tengah Pergolakan PRRI” Seperti yang terlihat pada foto di atas, berdampingan dengan sepiring lontong sayur.

Saya akan membagikan novel ini kepada tiga orang pemenang yang menjawab dengan tepat. Bila pemenangnya berasal dari daerah atau luar negeri, saya akan mensubsidi ongkos kirim ke alamat Anda hingga maksimal 50 ribu rupiah. Bila ongkos kirimnya lebih dari 50 ribu, maka kelebihan ongkos kirimnya ditanggung oleh pemenang.  

Give away ini akan berlangsung hingga tanggal 10 November 2018, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Namun karena kesibukan saya, maka diperpanjang hingga tanggal 15 November 2018. Pemenang akan diumumkan tanggal 20 November 2018. 

Silakan menjawab pertanyaannya di ruang komentar. Bila yang menjawab tepat lebih dari 3 orang, maka pemenang akan ditentukan berdasarkan urutan komentar dari mereka yang menjawab tepat. Bila tidak ada yang menjawab tepat, maka saya akan memilih siapa yang jawabannya paling mendekati. Namun bila yang menjawab tepat lebih dari 3 orang, maka pemenang no 4 dan selanjutnya tetap mendapat hadiahnya, tapi tidak mendapat subsidi ongkos kirim. Jadi ongkos kirim ke alamat ditanggung oleh pemenang.   

Pengumuman pemenang nanti akan saya posting di Facebook dan juga di blog ini.

Ayo semangat, silakan tulis  jawaban Anda di ruang komentar sebelah bawah.



Kacamata Pengikat Tali Silaturrahim

Si Progresif teman sepanjang hari

Saat berpisah dengan teman, kita tidak pernah tahu kapan lagi akan bertemu, walau dalam hati tetap tersimpan keinginan semoga kita berjumpa lagi. Namun kita tidak pernah tahu akan seperti apa perjalanan hidup yang akan kita lewati dan berapa jauh kita berjalan. 

Hal inilah yang saya alami bersama teman-teman yang pernah tinggal bersama di Panti Asuhan Aisyiyah Payakumbuh lebih dari 40 tahun lalu. Banyak alasan kenapa kami berpisah dan meninggalkan asrama yang telah menampung kami selama beberapa tahun semasa masih sekolah. Ada yang keluar asrama karena jenjang pendidikan mereka sudah mencapai jenjang tertinggi yang berujung jadi sarjana. Ada juga yang hanya sampai tamat SMA, SMP atau cuma tamat SD, malah ada juga yang tidak tamat SD.

40 tahun merantau di Jakarta dengan segala macam suka dukanya, Disaat-saat tertentu saya suka terkenang dengan masa lalu, termasuk teringat teman-teman seasrama dulu. Saya bersyukur, kemajuan tehnologi komunikasi telah mempertemukan kami kembali melalui sosial media, seperti: Facebook dan WhatsApp. 

Teman terakhir yang saya temui tanggal 13 Agustus lalu setelah berpisah lebih dari 40 tahun, adalah teman yang masa kebersamaan kami sangat singkat. Karena saat dia masuk asrama tak lama kemudian saya keluar dari asrama di awal tahun 70an. Tapi pertemanan yang singkat itu tidak mengurangi keakraban kami saat saya mengunjungi dia di tokonya di Proyek Senen.

Walaupun akrab dalam obrolan di group WA, tapi bertemu secara langsung meskipun sama-sama sudah puluhan tahun merantau ke Jakarta, baru kali ini sempat  terlaksana. Pertemuan ini juga bisa terlaksana setelah teman ini pindah dari Mangga Dua Square ke Proyek Senen.

Sebenarnya semenjak dia membuka toko baru di Proyek Senen beberapa bulan yang lalu, saya sudah ditawari untuk singgah. Tapi walau beberapakali sempat lewat di depan Proyek Senen, saya belum sempat untuk berkunjung, karena waktunya memang mepet. Malah teman-teman lain yang diantaranya ada yang datang dari daerah, sudah duluan berkunjung ke sana.

13 Agustus yang lalu saya ada urusan pekerjaan ke Kalibaru Timur. Saya sengaja berangkat dari kos lebih cepat dari biasanya, karena memang sudah berencana untuk singgah ke tempat teman ini. 

Karena sudah mempunyai alamat lengkap dari kartu nama yang dikirim melalui WA, sampai di Proyek Senen saya langsung menuju toko dia di Proyek Senen Blok 3. Namun dalam perjalanan menuju tokonya, sebuah ide muncul di kepala saya, untuk mengetahui apakah dia mengenal saya atau tidak.

Saat sampai di depan tokonya, saya lihat dia sedang melayani dua pelanggan wanita yang kelihatannya seorang ibu dan anaknya. Agar tak mengganggu transaksi mereka, sambil berjalan mengitari tokonya saya melihat-lihat berbagai macam kacamata yang dipajang di etalase. Dia sempat bertanya saya mau mencari apa, yang saya jawab “ingin melihat-lihat saja dulu…”

Karena negosiasi saat dia bertransaksi dengan pembeli agak cukup alot dan lama, saya lalu duduk di salah satu bangku yang tersedia di depan tokonya, sementara dia melayani pembeli, saya standby dengan hp di tangan yang terhubung dengan akun WA dia. Saat online tersebut saya berusaha bersikap biasa, walau sebenarnya saya berusaha menahan diri agar tidak tersenyum apalagi tertawa, karena dia benar-benar tidak mengenal saya, walau di group WA kami telah saling ngobrol bareng atau malah juga chatting berdua.  

Setelah melihat transaksi dia dengan pelanggan sudah hampir selesai yang ditandai dengan pembayaran oleh pelanggan, saya lalu mengirim foto selfie, yang saya ambil saat duduk tersebut.

Setelah pelanggan pergi dia lalu mengambil hp dan melihat pesan yang saya kirim di WA.

Melihat pesan berisi foto yang saya kirim tersebut, baru dia tertawa sambil memandang saya dan berjalan mendekat ke tempat saya duduk sambil mengulurkan tangannya, sayapun menyambut uluran tangannya, salaman hangat yang disambung dengan obrolan panjang nostalgia masa lalu saat tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah, Payakumbuh. 

Yen Wilton, demikian nama sahabat lama ini. Bagi warga Payakumbuh penggemar sepakbola di tahun 60an hingga 70an, pasti mengenal duo Nazar yang sering menjadi wasit dalam setiap pertandingan sepakbola yang diadakan di lapangan Poliko yang berada di belakang kantor Bupati Kabupaten 50 Kota saat itu.

Duo Nazar itu adalah Nazar Chan dan Nazar Chin, dua bersaudara kembar yang keseharian mereka adalah pemilik optik NZ yang berada di tengah kota Payakumbuh itu. 

Berbekal ilmu yang didapat dari sang ayah Nazar Chan sebelum meninggal inilah, Yen Wilton merantau, setelah sempat tinggal di Panti Asuhan. Lalu, ketika panggilan hidup dan keinginan untuk mandiri lebih kuat tertanam di hati, maka diapun meninggalkan Panti Asuhan beserta sekolahnya, lalu merantau ke Padang dan bekerja di tempat famili yang juga bergerak dalam bisnis kacamata.

Setelah mempunyai ilmu yang cukup dalam bisnis kacamata, dan merasa Padang sudah terasa sempit bagi dia, Yen Wilton lalu mengepakkan sayapnya dan terbang lebih jauh menuju Jakarta. Setelah hinggap di beberapa tempat di Jakarta, termasuk di Manggadua Square, kini Yen Wilton dengan merek Toko Kacamata Empat Putra, mulai menempati lokasi barunya di Proyek Senen Blok 3 lantai 1, Los CKS 45-46.

Sedang asyik ngobrol, rupanya dia melihat kacamata baca yang saya pakai sudah tidak layak, dia lalu mengambil peralatan buat mengetes kondisi mata saya. Setelah selesai dites, dia lalu memilihkan bingkai kacamata yang cocok sesuai dengan postur wajah saya.

Setelah meninggalkan saya sejenak, kami melanjutkan obrolan yang terputus. Obrolan masa lalu dua anak yatim dengan segala suka dukanya, yang dipadu dengan kisah perjalanan hidup di rantau orang selama puluhan tahun hingga usia mendekati senja.

Saat azan Ashar terdengan memanggil, kami lalu berjalan menuju masjid yang ada di lantai atas Proyek Senen, menunaikan kewajiban yang tak boleh ditawar. Selesai shalat dan kembali ke toko, sebuah kacamata baru dengan lensa progresif hadir di hadapan saya.

Mendekati jam 16:00, saya pamit. Menuntaskan tugas yang tadi tertunda di Kalibaru Timur. Lepaslah beban kerinduan untuk bertemu setelah bepisah selama lebih dari 40 tahun, berikut sebuah hadiah yang sangat berharga untuk menemani aktifitas saya sehari-hari, kacamata dengan lensa Progresif yang membebaskan saya dari buka-pakai kacamata pada situasi yang berbeda, serta untuk melihat yang jauh maupun dekat dengan lensa yang sama. 

Terimakasih sahabat, semoga ini bukan pertemuan yang terakhir dalam menjalin tali silaturrahim. 

Natsbee, Si Pembersih Racun Toxic Dari Tubuh Anda!

Bekerja di lokasi yang berada dekat pinggir jalan yang dalam sehari minimal macet pagi dan sore, sungguh suatu hal yang tidak dapat saya hindarkan. Maklum, namanya juga bantu-bantu di tempat saudara buat nyambung hidup, mau bagaimana lagi, hehehe

Di ruangan berukuran 3 x 6 meter yang dibagi dua menjadi ruang operator di bagian depan dan ruang studio di bagian belakang. kipas angin yang tergantung di plafon yang jaraknya dari kepala hanya 1 meter, berputar sepanjang hari, satu di ruang operator dan satu lagi di studio.

Sebagai manula yang yang fisiknya tidak kuat lagi menahan semburan kipas angin yang berputar full speed itu, saya terpaksa memakai topi agar kepala dan leher saya tidak terkena langsung hembusan kipas angin tersebut. Sebab, bila hal ini terjadi, maka kepala saya lansung pusing dan berdenyut-denyut, begitu juga leher bagian belakang terasa sakit dan ada  benjolan yang menghalangi sirkulasi aliran darah ke kepala maupun di sekujur tubuh berjalan tidak normal, yang berakibat pekerjaan jadi terganggu.

Ramainya kendaraan bermotor melintas yang mengakibatkan debu beterbangan, serta polusi yang ditimbulkan oleh asap kedaraan bermotor, sudah pasti menghadirkan sebaran bahan kimia beracun atau toxic di sepanjang jalan dan sekitar studio. Sebaran polusi yang membawa kimia beracun itu mungkin hanya sedikit dan juga tidak terlihat. Tapi terpapar dalam jangka waktu yang lama dan sepanjang hari, bukan hal yang tak mungkin bila toxic yang masuk melalui saluran pernafasan, mata dan mulut bahkan kulit itu sudah menyebar di organ penting di bagian dalam tubuh saya, seperti hati, jantung, ginjal, paru-paru, usus maupun saluran darah.

Hal inilah yang saya alami di akhir Juli kemarin. Bangun subuh di rumah kost yang berada di belakang studio, kondisi tubuh saya sudah tidak karuan rasanya. Kepala pusing, perut terasa mual dan rasa eneg. Baru berencana keluar kost untuk mencari obat, perut sudah ngamuk ingin BAB. Sayapun segera ke kamar mandi, baru saja jongkok di jamban isi perut bagai dibongkar habis karena mencret putus sambung seperti tidak ada habisnya.

Selesai BAB saya kembali ke kamar untuk istirahat, badan terasa lemas kehilangan tenaga. Tidak sampai setengah jam kemudian perut ngamuk lagi minta diantar ke kamar mandi. Kembali isi perut berantakan di jamban, membuat fisik saya semakin lemas saat kembali ke kamar..

Karena tidak ingin berlarut-larut, setelah perut agak tenang sekitar satu jam, saya menguatkan diri pergi mencari obat. Dengan berjalan kaki sebisanya, saya menelusuri jalan Kota Bambu Raya. Namun baru berjalan sekitar 200 meter dari kost, perut saya kembali terasa tidak nyaman. Namun agak berbeda dari sebelumnya, yang terasa saat itu adalah eneg dan sendawa berulang kali. Saya sudah curiga, nampaknya sekarang keluarnya tidak lagi lewat bawah perut, tapi lewat mulut.

Dugaan saya tidak salah, baru berjalan beberapa langkah setelah itu isi perut saya keluar lewat mulut, muntah! Untungnya saat itu saya berjalan di pinggir got yang cukup besar dengan air mengalir cukup lancar. Sayapun mengarahkan muntah saya ke arah got, cukup banyak sehingga tubuh saya yang tadinya sudah lemas terasa semakin lemas.

Rencana mencari obat saya batalkan, karena kondisi saya rasanya tak mungkin lagi untuk melakukan perjalanan. Setelah tidak ada lagi muntah yang keluar, saya lalu berdiri pelan-pelan dan berjalan sebisanya menuju rumah kost. Belum sempat istirahat saat sampai di kost, rasa ingin muntah terasa lagi. Tidak menunggu lama setelah saya sampai di kamar mandi, isi perut saya keluar lagi, muntah lagi. Untungnya tidak sebanyak muntah yang pertama tadi.

Karena kondisi yang semakin memburuk dan tidak memungkinkan untuk mencari pengobatan. Saya lalu menghubungi anak saya yang berada di rumah mertuanya di Pondok Labu. Sejam kemudian dengan GrabCar, diapun datang bersama ibunya dan si bungsu Rizqy yang kebetulan malam itu nginap di sana.

Dengan meminjam motor pemilik studio yang juga baru datang dari rumahnya. Dibonceng anak saya, kami pergi ke klinik yang berada di jalan KS Tubun. Beruntung, klinik sedang kosong tidak ada pasien, sehingga saya bisa langsung di tangani oleh dokter jaga.

Dari hasil pemeriksaan dokter, dikatakan saya kemungkinan keracunan makanan atau toxic. Dari resep yang dituliskan dokter, dari klinik saya membawa pulang 4 macam obat.

Mengenal Toxic

Bapak Toksikologi, Paracelsus, menyatakan bahwa: Segala sesuatu adalah racun dan tidak ada yang tanpa racun. Hanya dosis yang membuat sesuatu menjadi bukan racun (Dosis solum facit venum).

Racun, toksin dan bisa, adalah tiga kata dengan pengertian yang hampir sama, hanya saja berbeda dalam definisi antara satu dengan yang lainnya. Toksin didefinisikan sebagai racun yang dihasilkan melalui proses biologi, atau biotoksin. Sementara bisa lebih ditujukan kepada cairan beracun yang berasal dari hewan untuk menyerang musuh atau untuk mempertahankan diri melalui gigitan atau sengatan

Pada umumnya zat toxic masuk lewat pernafasan atau kulit dan kemudian beredar keseluruh tubuh atau menuju organ-organ tubuh tertentu. Zat-zat tersebut dapat langsung mengganggu organ-organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru, dan lain-lain. Tetapi dapat juga zat-zat tersebut berakumulasi dalam tulang, darah, hati, atau cairan limpa dan menghasilkan efek kesehatan pada jangka panjang. Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine, saluran pencernaan, sel efitel dan keringat.

Klasifikasi Racun

Racun dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:
-Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan iritasi dan radang. Contohnya asam mineral, fungi beracun, dan preparasi arsenik.

-Racun penyebab hiperemia, racun narkotik, yang terbukti dapat berakibat fatal pada otak, paru-paru, dan jantung. Contohnya opium, tembakau, konium, dogitalis, dll.

-Racun yang melumpuhkan saraf, dengan meracuni darah, organ pusat saraf dapat lumpuh dan menimbulkan akibat yang fatal seperti kematian tiba-tiba. Contohnya asam hidrosianat, sianida seng, dan kloroform.

-Racun yang menyebabkan marasmus, biasanya bersifat kronis dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan secara perlahan. Contohnya bismut putih, asap timbal, merkuri, dan arsenik.

-Racun yang menyebabkan infeksi (racun septik), dapat berupa racun makanan yang pada keadaan tertentu menimbulkan sakit Pyaemia (atau pyemia) dan tipus pada hewan ternak.

Sejarah.

Tulisan tertua mengenai racun ditemukan di Mesir dan berangka tahun sekitar 3000 SM dan dokumen tentang penelitian tanaman beracun yang dilakukan oleh Menes, raja Mesir.

Di dalam sejarah Yunani, racun pernah digunakan sebagai hukuman mati yang disebut Racun Negara atau State Poison. Socrates adalah filsuf yang dihukum mati dengan cara ini. Selama masa pemerintahan kekaisaran Romawi, bila ada keluarga yang tidak disukai, maka untuk menghabisinya dipakailah racun yang dihidangkan di meja makan. Kaisar Nero pernah melakukan hal ini tehadap musuh yang ada di dalam istananya.

Memasuki abad pertengahan, pada tahun 8 Sesudah Masehi, racun semakin berkembang karena ahli kimia Arab berhasil mengubah arsenik menjadi bubuk yang tidak berasa dan tidak berbau sehingga deteksi adanya racun pun sulit diketahui. Pada masa itu, racun biasa diperdagangkan di apotek dan didapatkan oleh publik dengan mudah. Berbagai teks akademis tentang racun juga dituliskan oleh para biarawan, salah satunya adalah The Book of Venoms (1424) oleh Magister Santes de Ardonis yang berisi racun yang diketahui pada masa itu, mekanisme kerjanya, dan cara penyembuhannya.

Ahli kimia Italia berusaha membuat racun yang lebih kuat dari racun sebelumnya dan hal ini menyebar dari Italia ke Paris di abad ke-14 dan 15. Usaha untuk membatasi penjualan racun dilakukan oleh Louis XIV pada tahun 1662 yang mengeluarkan aturan pelarangan apotek untuk menjual senyawa beracun, kecuali kepada pembeli yang telah mendaftarkan tujuan mereka. Pada tahun 1836 dan 1841, Marsh dan Riensch secara terpisah berhasil mengembangkan metode untuk mendeteksi arsenik sehingga banyak orang yang melakukan kejahatan, terutama pembunuhan dengan racun akhirnya dapat ditangkap. Pada abad ke-20, racun mulai diteliti untuk digunakan sebagai senjata dalam peperangan.

Tingkat efek racun terhadap tubuh

Pengaruh efek racun terhadap tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Sifat fisik bahan kimia, yang dapat berwujud gas, uap (gas dari bentuk padat/cair), debu (partikel padat), kabut (cairan halus di udara), fume (kondensasi partikel padat), awan (partikel cair kondensasi dari fase gas), asap (partikel zat karbon).
2. Dosis beracun: jumlah/konsentrasi racun yang masuk dalam badan.
3. Lamanya pemaparan.
4. Sifat kimia zat racun: jenis persenyawaan; kelarutan dalam jaringan tubuh, jenis pelarut.
5. Rute (jalan masuk ke badan), yang bisa melalui pernapasan, pencernaan, kulit serta selaput lendir.
6. Faktor-faktor pekerja, seperti umur, jenis kelamin, derajat kesehatan tubuh, daya tahan/toleransi, habituasi/kebiasaan, nutrisi, tingkat kelemahan tubuh, faktor generik.

Proses Fisiologi

Bahan kimia yang masuk ke badan dapat mempengaruhi fungsi tubuh manusia sehingga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan atau keracunan, bahkan dapat menimbulkan kematian.

1. Penyebaran racun ke dalam tubuh:
Racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir, misal pada jalan pencernaan, pernapasan atau mata. Kemudian melalui peredaran darah akhirnya dapat masuk ke organ-organ tubuh secara sistematik. Organ-organ tubuh yang biasanya terkena racun adalah paru-paru, hati (hepar), susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), sumsum tulang, ginjal, kulit, susunan saraf tepi, dan darah. Efek racun pada tubuh juga akan memberikan efek local seperti iritasi, reaksi alergi, dermatitis, ulkus, jerawat, dan gejala lain. Gejala-gejala keracunan sistematik juga tergantung pada organ tubuh yang terkena.

2. Fungsi detoksikasi hati (hepar):
Racun yang masuk ke tubuh akan mengalami proses detoksikasi (dinetralisasi) didalam hati oleh fungsi hati (hepar). Senyawa racun ini akan diubah menjadi senyawa lain yang sifatnya tidak lagi beracun terhadap tubuh. Jika jumlah racun yang masuk kedalam tubuh relatif kecil/sedikit dan fungsi detoksikasi hati (hepar) baik, dalam tubuh kita tidak akan terjadi gejala keracunan. Namun apabila racun yang masuk jumlahnya besar, fungsi detoksikasi hati (hepar) akan mengalami kerusakan.

Gejala-gejala Keracunan

Gejala nonspesifik: Pusing, mual, muntah, gemetar, lemah badan, pandangan berkunang-kunang, sukar tidur, nafsu makan berkurang, sukar konsentrasi, dan sebagainya.
Gejala spesifik: Sesak nafas, muntah, sakit perut, diare, kejang-kejang, kram perut, gangguan mental, kelumpuhan, gangguan penglihatan, air liur berlebihan, nyeri otot, koma, pingsan, dan sebagainya.

Madu

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin.Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.

Buah Lemon.

Buah Lemon walau rasanya asam, mempunyai manfaat yang banyak bagi tubuh kita, diantaranya dapat kita lihat dibawah ini

1.Membantu menurunkan berat badan
Bagi kamu yang sedang program diet, air lemon dapat menjadi teman terbaik. Polifenol dalam lemon dapat membantu mengurangi nafsu makan.

2. Antibodi
Sudah menjadi rahasia umum kalau vitamin C pada lemon bisa memberikan antibodi tambahan. Manfaat lain dari air lemon, yakni membantu mencegah infeksi.

3. Membantu pencernaan
Selain meningkatkan antibodi, rasa asam dari air lemon dapat membantu mencerna makanan. Kalau kita menambahkan irisan lemon dan parutan lemon ke air, ada manfaat pektin, serat yang ditemukan di daging buah dan kulitnya. Banyak penelitian telah menunjukkan serat dapat memperbaiki pencernaan dan kesehatan usus.

4. Menambah asupan vitamin C
Sumber vitamin C dalam jeruk tak terbantahkan. Vitamin C adalah antioksidan yang membantu melindungi sel melawan radikal bebas, dan melindungi tubuh dari penyakit kanker, dan mempercepat penyembuhan luka. Agar kadar vitamin C dalam jeruk tak berkurang, campurkan perasan air jeruk dengan air hangat suam-suam kuku, bukan dengan air panas.

5. Tetap terhidrasi
Air lemon tidak secara langsung bermanfaat untuk hidrasi. Namun, minum air yang memiliki rasa dapat mendorong lebih banyak untuk mengonsumsi cairan. Menambahkan lemon ke air dapat meningkatkan rasa, maka dapat membantu minum lebih banyak dan memperbaiki hidrasi.

6. Membantu terlihat awet muda
Vitamin C dalam air lemon bisa membantu kondisi kulit tubuh kita. Tentu, ini karena efek vitamin C pada kolagen, yang membantu membentuk jaringan ikat di bawah kulit. Selain itu, hidrasi dari air membantu kulit tetap lebih halus dan memberikan penampilan lebih awet muda.

7. Membantu fungsi hati
Manfaat lain dari lemon yang jarang diketahui adalah membantu fungsi hati sebagai penyaring di tubuh agar bekerja lebih baik. Hati Anda adalah mekanisme alami tubuh untuk membuang racun.

8. Meningkatkan kalium
Biasanya kalium dikaitkan dengan pisang, tapi ternyata lemon juga merupakan sumber yang baik.

9. Melancarkan BAB
Selain membantu fungsi usus dan hati, air lemon bisa menjadi bagian dari cara sehat melancarkan buang air besar (BAB) Jika menambahkan buah lemon ke air, maka dapat membantu kita untuk minum lebih banyak cairan sepanjang hari, dan ini dapat melancarkan BAB.

10. Mencegah batu ginjal
Salah satu penyebab dari batu ginjal adalah dehidrasi. Tapi jangan takut, air lemon membantu menghaluskan ginjal dan mencegah endapan ini. Mengasup air yang berasa asam disebut dapat mengurangi kemungkinan presipitasi. Dengan kata lain, asam dari lemon bisa membantu menjaga agar batu tidak bersatu.

11. Menyegarkan nafas
Manfaat dari air lemon adalah membantu menyegarkan nafas. Jeruk dalam air lemon dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di mulut, sehingga membantu nafas lebih segar. Tapi, asam lemon dapat mengikis enamel gigi. Oleh karena itu, minum lemon melalui sedotan untuk mengurangi risiko tersebut dan tidak perlu setiap hari mengonsumsinya.

12. Meningkatkan metabolisme
Air lemon salah satu tambahan yang baik untuk rutinitas pagi, sebab bisa meningkatkan metabolisme—sehingga menjaga berat badan tetap sehat dan aktif. Minum tiga kali sehari dapat membantu mempercepat metabolisme serta memberikan rasa kenyang. Manfaat ini akan lebih besar lagi jika kita meminum air lemon dingin.

Natsbee Honey lemon

Kita sudah tahu khasiat dan kegunaan Madu dan Lemon. Kitapun sudah tahu bagaimana menyajikan keduanya. Tapi bagaimana kalau tumpukan pekerjaan membuat kita tak punya waktu untuk menyiapkan semuanya dalam waktu yang cepat dan tepat? 

Tidak perlu khawatir! Saat ini telah hadir dalam bentuk minuman siap saji dengan kompoisi yang tepat untuk menjaga kesehatan kita dan melindungi tubuh kita dari toxic sepanjang hari. NATSBEE Honey Lemon demikian nama minuman tersebut. Rasa madu dan lemonnya yang lembut, menyegarkan tenggorokan dan  nyaman di perut. Minuman inilah yang saya konsumsi saat istirahat dan dalam masa penyembuhan saya. Karena merasakan tubuh saya semakin enak dan nyaman, saya menghabiskan  empat botol Natsbee Honey Lemon dalam dua hari.

Setelah istirahat selama seminggu dan merasakan tubuh saya benar-benar sudah sembuh, saya kembali bekerja lagi. Agar tak mudah kena serangan racun toxic lagi, secara berkala saya meminum Natsbee Honey Lemon untuk untuk membentengi tubuh saya dari racun jahat tersebut.

Natsbee Honey Lemon yang terbuat dari perpaduan madu dan lemon asli dibuat untuk menemani kita dalam menjalani aktivitas. Tidak masalah seberapa padatnya aktivitas yang kita jalani, Natsbee Honey Lemon akan mengembalikan kesegaran tubuh dan menjadikannya bersih kembali dari racun toxic yang mungkin sempat memasuki tubuh kita. 

Untuk membentengi diri Anda, ada baiknya juga Anda mulai meminum minuman berkhasiat ini. Agar hari-hari aktif Anda bersih dari racun toxic yang akan mengganggu aktifitas harian Anda.

#AsikTanpaToxic
#BersihkanHariAktifmu

Sumber rujukan:
-https://bit.ly/2PQuCDg
-https://bit.ly/2wwxGwc
-https://bit.ly/2MDnhZG
-https://bit.ly/2N2yMJE
-https://bit.ly/2PP9w8e

Foto-foto:
-Koleksi pribadi
-Flyer Natsbee

Arena Asian Games 2018 tidak hanya di Jakarta dan Palembang!

Bila kita melihat baliho, iklan ataupun tayangan video maupun berita di televisi, Asian Games 2018 hanya berlangsung di Jakarta dan Palembang, karena hanya dua nama kota itu yang tertulis dengan jelas sebagai kota penyelenggara. Tapi benarkah acara olah raga terbesar se Asia tersebut hanya berlangsung di dua kota  dan dua propinsi tersebut?

Sekitar 40 blogger Banten mendapat undangan dari Kepala Dinas Kominfo Propinsi Banten, Komari, untuk temu blogger berkumpul dan mengunjungi arena olah raga Modern Penthatlon, Asian Games 2018 yang berlokasi di komplek SMA Adria Pratama Mulya, Tiga Raksa, Tangerang, Banten.

Komplek SMA yang berfasilitas boarding school di area seluas 8 hektar tersebut, mempunyai fasilitas lengkap untuk pelaksanaan pertandingan Modern Pentahtlon yang diikuti oleh 9 negara peserta Asian Games. Di samping bangunan lama juga dibangun arena baru guna melengkapi fasilitas yang sudah ada, yaitu kolam renang dengan standar olympiade.

 

 

Bagi yang belum mengenal olah raga Penthatlon, secara sederhana dapat dijelaskan disini.

Penthatlon merupakan gabungan lima olah raga, yaitu:

-Anggar

-Berenang gaya bebas 200 meter

-Berkuda, khusus melompati halang rintang berupa gawang setinggi 100 hinga 120 cm. sebanyak 15 lompatan.

-Lari 3200 meter yang di pecah jadi 4×800 meter di mana saat si atlit mencapai garis finis 800 meter yang berada persis di lapangan tembak, maka dia akan mengambil senjata laser yang sudah disediakan di arena menembak lalu menembak sasaran diam berjarak 10 meter dan melakukan tembakan dan mengenai dengan tepat sasaran 10 kali dalam 50 detik. Selesai menembak si atilt akan melanjutkan lari 800 meter lagi hingga total 4 putaran yang diselingi dengan menembak seperti yang pertama.

Kenapa dinamai Modern Penthatlon? ini disebabkan karena olahraga Penthatlon ini usianya lebih tua dari olympiade. Bapaknya Penthatlon ini adalah juga bapaknya olympiade yang kita kenal saat ini, yaitu,. Baron Pierre De Coubertin

 

Kehadiran Gubernur Banten yang membuat kejutan.

Di saat kami meninjau arena yang sedang dipakai dan menyaksikan 6 atlit Indonesia, belatih di bawah bimbingan mantan atlit aletik nasional Ema Tahapari, yang dipersiapkan untuk Asian Games tersebut, kami juga mendapat surprise dengan hadirnya gubernur Banten H Wahidin Halim. beserta beberapa orang pejabat dinas propinsi Banten dan pejabat sementara bupati Tangerang.

 

Untungnya kehadiran orang nomor satu di Propinsi Banten ini setelah kami selesai menyaksikan para atlit Penthatlon ini berlatih, sehingga konsentrasi kami menyaksikan pelatihan begitu juga para atlit tak terganggu, dan para blogger dan atlitpun dengan segera merubung ke gubernur yang juga masuk ke arena pelatihan, menyaksikan situasi dan kondisi arena yang akan dipakai nantinya dan juga berkenalan langsung dengan para atlit, pelatih maupun panitia serta pengelola SMA Adria Pratama Mulya ini. Kehadiran Gubernur pun nampaknya ikut menaikkan semangat para atlit yang sedang berlatih, hingga sempat melakukan foto bersama beberapa kali.

Gubernur  Wahidin Halim sangat mengapresiasi acara Gathering Blogger Banten ini, yang kali ini sengaja memilih  lokasi di SMA Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tigaraksa, Tangerang, Banten, yang merupakan lokasi yang akan dijadikan salah satu Venue Asian Games 2018 untuk cabang olahraga Modern Pentathlon pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2018 nanti.

Kepala Diskominfo Komari mengungkapkan empat tujuan utama diadakannya kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kreativitas serta inovasi melalui hobi menulis, meningkatkan kelembagaan maupun komunitas yang ada, menjadi jejaring pembangunan Provinsi Banten, serta dapat mensosialisasikan cabang olahraga yang ada di Asian Games khususnya Cabang Modern Pentathlon yang akan dilangsungkan di Banten

Selesai mengikuti peninjauan gubernur di indoor arena, foto bersama atlit dan gubernur, kami para blogger memisahkan diri untuk melakukan peninjauan ke arena lainnya. Dari indoor arena kami keluar ke outdoor arena dimana nantinya arena ini adalah arena untuk menembak, yang merupakan salah satu dari 5 olahraga yang tergabung dalam Penthatlon. Selanjutnya kami mengunjungi ruang makan siswa yang nantinya juga akan berfungsi sebagai tribun VIP yang menghadap ke lapangan tembak.

Dari lapangan tembak kami mengunjungi kandang kuda atau yang akan dipakai dalam kejuaraan nanti. Sayangnya kandangnya cukup tinggi, dan kudanya juga menunduk terus menikmati makan siangnya, sehingga kami tidak bisa melihat dengan jelas kuda-kuda hebat tersebut.

Lepas dari kandang kuda kami mengunjungi asrama pelajar, tapi hanya melihat dari luar. Arena terakhir yang kami kunjungi yaitu kolam renang. Kolam renang ini benar-benar fasilitas baru yang dibangun guna untuk jadi arena Penthatlon Asian Games 2018 ini.

Saat mengunjungi arena Penthatlon ini, kami didampingi oleh Ahmad Munawar, PR dan Marketing Yayasan APM. Serta Glenn Clifton, seorang pelatih penembak nasional Perbakin.