Rindu Ingin Berkelana Lagi

Menunggu check in di Bandara Soekarno-Hatta.

Sembilan tahun lalu saya berkelana ke Sumatera Barat, atau yang lebih terkenal dengan julukan Ranah Minang. Tidak hanya sekadar pulang kampung ke Kamang Ilia, yang jaraknya sekitar 12 kilometer dari Bukittinggi, tapi benar-benar mengeksplorasi Ranah Minang. Mulai dari Kota Padang setelah mendarat di Bandara Minangkabau, hingga berlanjut ke Pariaman, Padang Panjang, Danau Singkarak, Bukittinggi, Payakumbuh.  Lalu menyeberang ke Propinsi Riau, Pakanbaru, Duri sampai ke Siberida, Indragiri Hulu.

Saya yakin, suasana Ranah Minang saat ini pasti telah banyak berubah. Apalagi saat itu Ranah Minang baru saja di goyang gempa dahsyat, yang memporak porandakan daerah Sumatera Barat dan sekitarnya, dan tentu saja yang lebih parah Kota Padang khususnya. Ribuan rumah runtuh, ratusan ribu penghuninya terpaksa tidur di tempat terbuka atau tenda darurat.

Bila teringat bagaimana saya menikmati perjalanan siang dan malam melintasi kota, desa dan hutan sepanjang Bukit Barisan tersebut, ingin rasanya saya buru-buru membeli tiket pesawat ke Padang. Apalagi saat ini membeli tiket begitu mudah melalui jaringan internet dan aplikasi yang terdapat di handphone. Seperti misalnya Pegi-pegi. Tinggal install di GooglePlay, buka aplikasinya, registrasi, selesai. Lalu cari deh tiketnya, berangkat dari Jakarta tujuan Bandara Minangkabau, Padang. Hanya dalam hitungan detik semua terpapar dengan jelas, kapan mau berangkat, dengan pesawat apa tinggal pilih, lalu bayar, selesai. Tinggal check in di bandara dihari keberangkatan. Mudah, kan…? Beda dengan 10 tahun yang lalu, saat beli tiket harus ke agen perjalanan dengan segala keribetan prosesnya…

Saat mendarat di Bandara Minangkabau, Padang

Pengelanaan saya di Ranah Minang tersebut berlangsung selama 18 hari, sebagai hadiah ulang tahun dari putri saya, bersama suaminya dan putra mereka yang saat itu berusia belum genap setahun, dan ikut mengantar ke bandara saat keberangkatan. 

Dari pengelanaan saat itu, saya berhasil menulis 46 artikel di blog keroyokan Kompasiana. Satu-satunya blog saya saat itu, sebelum saya memiliki personal blog seperti yang Anda baca saat ini.

Tidak semua artikel yang saya posting di Kompasiana itu saya tulis saat dalam perjalanan. Ini disebabkan saat itu saya belum mempunyai laptop.  Saat di Pariaman, saya sempat meminjam laptop dari cucu saya, itu juga hanya tiga hari, karena laptop tersebut juga dipakai untuk tugas sehari-hari.

Bendi, angkutan tradisional parawisata dengan latar belakang Jam Gadang di Bukittinggi .


Agar bisa posting setiap hari, begitu saya sampai di kota tujuan yang pertama saya cari adalah warnet. Begitu saya menemukan warnet, langsung mengetik artikel di Kompasiana. Karena saya tidak begitu cepat dalam mengetik di keyboard, maka untuk satu artikel ada kalanya bisa memakan waktu hingga dua jam, malah kadang lebih. 

Karena hanya memiliki waktu yang singkat untuk menulis dan menayangkan artikel, maka saya tidak sempat membalas komentar teman-teman yang mengomentari artikel hari sebelumnya. Mungkin saat itu saya terlihat tidak mempedulikan komentar mereka, bahkan mungkin ada yang menganggap saya sombong. Tapi mudah-mudahan saja mereka semua memahami situasi saya di lapangan.

Hanya sekitar 20an artikel yang sempat saya tulis dan tayangkan di Kompasiana selama dalam perjalanan hingga kembali ke Jakarta. Saat sampai di Jakarta lagi, sayamenuliskan sambungannya dan memperkirakan total postingan artikel saya paling banyak hanya sampai 30 artikel. Tapi setelah saya tuliskan, rupanya mencapai 45 artikel, di tambah satu artikel penutup.

Nasi Kapau, Bukittinggi, yang terkenal dengan bumbu dan rasanya yang khas.

Saya akui semangat menulis saya saat itu benar-benar sangat tinggi, walau tidak sempat menuliskannya setiap hari, karena di Jakarta saya juga sudah mulai disibukkan dengan pekerjaan di studio. 

Kini, setelah berlalu sembilan tahun. Keinginan atau kerinduan untuk berkelana itu mulai bangkit lagi. Alam indah dengan gunungnya yang menjulang tinggi, atau Ngarai Sianoknya yang dalam terletak di tengah kota Bukittinggi. Tradisi adat istiadat yang bersendikan syara’ dan syara’ bersendikan kitabullah. Kulinernya yang beraneka ragam dan sudah terkenal di seantero negeri hingga manca negara. Rasanya tak cukup kata untuk melukiskannya di artikel yang pendek ini.

Guguak Rang Pisang, salah satu sudut desa di kaki Bukit Barisan, tempat saya bermain di waktu kecil.

Ini disebabkan saat saya berkelana di Ranah Minang waktu itu, saya belum benar-benar mengelilingi Daerah Sumatera Barat itu secara penuh. Masih banyak kota yang belum saya singgahi di Ranah Minang tersebut, seperti Solok, Sawah Lunto, Sijunjung, Lubuk Sikaping, Darmasraya, Painan, bahkan yang lebih dekat seperti Lintau, Batusangkar, Lubuk Basung dan Maninjau juga belum sempat saya kunjungi. Mungkin tidak akan cukup waktu satu bulan untuk mengunjungi semua hingga tuntas. Mudah-mudahan saja kerinduan dan keinginan ini dibukakan jalannya oleh Allah.

Aamiin, insya Allah…


ASUS ZenBook S UX391UA, Senjata Blogger Petualang

Pengalaman berkelana di Ranah Minang tahun 2010 lalu, mengingatkan saya akan perlunya perencanaan dan persiapan yang matang dalam melakukan sebuah perjalanan yang memakan waktu yang lama. Tapi saya juga harus menyadari, bahwa saat itu saya baru satu tahun menjalani keseharian menjadi seorang blogger. Itupun juga karena menjadi anggota sebuah komunitas blogger yang juga berusia baru dua tahun.

Walau sudah mulai menulis sejak tahun 1970, namun banyak hal yang membuat aktifitas saya sebagai penulis tak berkembang, dan semangat itu baru kembali bangkit setelah dunia internet menjembatani keinginan yang bertahun terpendam itu. Tepatnya, setelah saya mempunyai komputer di rumah. Sebuah computer dengan prosesor Pentium 100 yang dibeli seharga RP.1.800.000,- yang saat itu lebih dikenal sebagai komputer jangkrik, karena suaranya berisik seperti bunyi jangkrik, krik krik krik

Dengan modal tiket Jakarta-Padang dan uang 2 juta di kantong, aku meninggalkan Jakarta. Belum ada bayangan akan seperti apa nanti perjalanan yang akan saya hadapi dan bagaimana akan menuliskannya di blog keroyokan itu. Namun yang pasti, hal yang pertama memenuhi kepala adalah bagaimana kondisi kota Padang saat itu, setelah tahun sebelumnya digoncang gempa hebat yang meluluh lantakkan kota Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya.

Boleh disebut juga perjalanan saya berkelana di Ranah Minang itu, sebuah perjalanan yang nekat. Modal kerja saya saat itu hanya sebuah kamera DSLR dengan perlengkapan standar, dan sebuah handphone yang hanya bisa untuk menelpon dan SMS serta belum bisa tersambung ke internet. Laptop? Masih jauh  sebatas impian… Lalu bagaimana saya menyiasati penulisan artikel selama berkelana itu? Warnet, itulah dewa penolong. Siang hari berkelana, malamnya langsung mencari warnet di tempat tujuan. Kadang saya jadi senyum sendiri mentertawai diri, ngakunya blogger pengelana, tapi tak punya senjata wajib buat menulis yang bisa dibawa jalan-jalan, hehehe… Namun akhirnya saya harus bersyukur, karena sejak beberapa tahun belakangan ini, saya berhasil memilikinya. Alhamdulillah

ASUS ZenBook S UX391UA

Perkembangan nano tehnologi dibidang komputer memang melesat demikian cepat. ASUS sebagai pemain unggulan yang telah menyabet ratusan penghargaan di seluruh dunia, tentu saja tak ketinggalan mengeluarkan produk terbaiknya. Semua produk ASUS adalah produk dengan desain inovatif. Namun ada beberapa diantaranya memang didesain secara khusus, untuk mereka yang benar-benar punya cita rasa tinggi dan membutuhkan sebuah laptop dengan unjuk kerja diatas rata-rata. Satu diantara produk tersebut adalah ASUS ZenBook S UX391UA .

Saat bertualang sebagai seorang blogger pengelana atau lebih akrab disebut sebagai blogger traveler, saya memang tidak pernah membuat rencana yang ketat, karena saya sering bergerak tanpa rencana dari satu destinasi ke destinasi lainnya. Kecuali saya sedang menggarap sebuah pesanan khusus dari client, yang telah menentukan apa yang akan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disusun secara rinci.

Untuk mendukung mobilitas, saya membutuhkan perlengkapan kerja yang ringan dan tidak terlalu memakan tempat di backpack saya. Hadirnya ASUS ZenBook S UX391UA  ini, memang menjadi impian dan menjawab semua kebutuhan saya. Bentuk fisiknya yang begitu tipis hanya 12,9 milimeter dan beratnya yang hanya 1 kilogram, bagi saya yang sudah tua ini, berat yang hanya segitu terasa sekali manfaatnya bila sedang bepergian.

Ketangguhan dengan standar Militer


Kadang ada juga terlintas di pikiran, apakah laptop setipis ini cukup kuat untuk dibawa ke medan yang berat? Namun ASUS menjawabnya dengan sertifikat Military Grade MIL-STD 810G, sebagai jaminan bahwa laptop ini telah melewati berbagai pengujian dalam berbagai kondisi ekstrim, sebagaimana seorang prajurit yang siap bertempur di medan perang.

Ada empat pengujian penting yang dilewati ASUS ZenBook S UX391UA  ini, yaitu; drop test dengan menjatuhkan laptop ini ke landasan keras;  altitude test dengan membawanya ketempat yang tinggi dengan grafitasi yang rendah; temperature test pada suhu udara dingin dan panas. Terakhir, karena Indonesia sebagai negara yang tingkat kelembaban tinggi, maka sang jagoan ASUS ini juga melewati humidity test.

Bagai juara yang telah mengalami beratnya medan latihan, ASUS ZenBook S UX391UA  ini melewati semua pengujian ini dengan sukses.

ErgoLift Design yang serba guna


Tangguh dengan standar militer, bukan berarti kaku bagai pengawal Kerajaan Inggris di gerbang Buckingham Palace, walaupun sudah dikerjain oleh Mr. Bean, tetap saja diam bagaikan patung… 🙂 Namun  ASUS ZenBook S UX391UA  ini juga datang dengan gaya. Di samping keunggulan yang telah di uraikan di atas seperti ringan, ringkas, tipis dan kuat.

ErgoLift Design, demikian desainer ASUS menyebutnya. Di saat laptop ini tertutup, dia tak ada bedanya dengan laptop biasa. Namun begitu laptop ini dibuka dan engselnya terbuka dan berputar 145 derajat, kelihatanlah keunikannya. Dilihat dari samping, persis pada bidang yang menempel dengan layar kelihatan tubuh laptop ini terangkat dengan sudut 5,5 derajat, bertumpu pada penopang yang menyatu di bagian bawah layar yang juga berfungsi sebagai kaki layar. ASUS mengatakan 5,5 derajat merupakan sudut optimal untuk mengetik.

Dilihat dari depan, tubuh laptop yang terangkat di dekat layar tersebut terlihat berbeda dengan laptop lain pada umumnya. Posisi keyboard yang ergonomis, membuat posisi tangan saat mengetik terasa begitu nyaman. Apalagi dengan dukungan keyboard yang memiliki travelling distance 1,2 milimeter yang dilengkapi dengan LED backlight berwarna keemasan. Seandainya lampu ruangan mati dan suasana gelap pun, kita masih tetap dapat mengetik dengan nyaman.

Selain keyboard, laptop ASUS ZenBook S UX391UA dilengkapi dengan touchpad dengan sistem sentuh hingga lima jari dengan fitur gesture, sehingga pengguna akan mudah melakukan navigasi selama memakainya.

Bila biasanya kita memakai password untuk membuka dan mengunci sistem operasi Windows, maka ASUS ZenBook S UX391UA ini dilengkapi dengan sensor sidik jari atau fingerprint yang terletak di ujung kanan atas touchpad. Tak akan ada lagi kerepotan untuk mengetik password, karena sensor ini sudah terintegrasi dengan fitur Windows Hello di Windows 10. Sensor sidik jari ini juga memberikan rasa aman dibanding password yang sering mudah dijebol atau malah lupa… 🙁

Ruang Kolong Serba Guna.

Dengan terangkatnya tubuh laptop, maka kita akan melihat kolong di bagian bawah laptop. Ruang kosong ini bukannya hiasan tanpa makna, tapi berfungsi sebagai ventilasi udara yang dihembuskan kipas pendingin di dalam mainboard, sehingga laptop tetap berada dalam suhu normal, walau bekerja dalam jangka waktu yang lama.

Tidak hanya itu, menghadap ke bagian bawah laptop, terdapat dua buah speaker berkualitas tinggi dengan smart amplifier bersertifikasi Harman Kardon, dengan audio system ASUS SonicMaster Premium. Dengan audio system berkualitas ini, anda akan terbuai mendengar dentingan gitar klasik Christopher Parkening  dan membahananya suara Pavarotti, atau bergemuruhnya music cadas dari Rolling Stones dalam tata suara surround sound yang memanjakan telinga di ruang konser pribadi. Buat saya, cukuplah untuk mendengarkan lagu keroncong Bengawan Solo, ciptaan almarhum Gesang, atau Rayuan Pulau Kelapa gubahan almarhum Ismail Marzuki.

Kepuasan menikmati musik di ASUS ZenBook S UX391UA  ini juga disebabkan oleh halus bahkan nyaris tak terdengarnya bunyi kipas pendingin yang berputar pada kecepatan tinggi di dalam tubuh ZenBook ini. Fitur Quiet Fan Asus,yang walaupun harus diaktifkan melalui Quick Launch di Taskbar, mampu meredam bunyi perputaran kipas. Diaktifkannya fitur Quiet Fan ini, tidak akan mengganggu kinerja system secara keseluruhan. Pendingin yang dipakai ASUS adalah kipas yang sangat tipis yang ketebalannya hanya 0,3 milimeter. Walau tipis namun kipas ini bisa menghasilkan perputaran  udara 13,4 persen lebih baik dibanding yang dipakai di laptop ASUS lainnya. Dengan lancarnya aliran udara di kolong ASUS ZenBook S UX391UA  ini, Panas yang terdapat di dalam mesin bisa ditekan lebih dingin hingga 5 derajat Celcius dibanding serial laptop ASUS lainnya

Panel yang Ultra Tipis


Sebagai bagian terpenting dari keseluruhan penampilan ASUS ZenBook S UX391UA , para insinyur ASUS selalu berinovasi dan mencari terobosan baru layar laptop mereka. Bila kita meperhatikan tampilan layar ASUS ZenBook S UX391UA  ini, jelas terlihat perbedaannya. Bezel atau panel Laptop ini begitu tipis, hanya 5,9 milimeter. Itu berarti layar laptop ini mempunyai rasio yang besar, 85 persen dari keseluruhan luas layarnya. Bahkan saya sangat yakin, bila tak lama lagi ASUS akan meluncurkan produk Bezelless terbaru mereka.

Layar ASUS ZenBook S UX391UA  yang berupa layar LED, memiliki ukuran diagonal 13,3 inci dengan resolusi 1920×1080 pixel Full HD. Besarnya rasio layar ultrabook ini diatasi ASUS dengan tehnologi NanoEdge Display. Kehebatan tehnologi ASUS ini adalah keakuratan reproduksi warnanya yang memiliki color gamut Adobe sRGB 100% dengan kerapatan pixel 331ppi sehingga reproduksi detail gambarnya tinggi. Sudut pandang yang mencapai 178 derajat, menjadikan layar ini tetap bagus dilihat dari samping, tanpa kehilangan detail warna.

Konektivitas Cepat Tanpa Kompromi.


Sebagai peralatan tempur yang selalu terhubung dengan setiap sudut dunia, ASUS ZenBook S UX391UA  tidak berkompromi dalam urusan konektivitas. Tiga port USB Type-C, dua diantaranya merupakan port Thunderboilt 3. Port tersebut mendukung kecepatan transfer data sangat tinggi mencapai 40Gbps.

Melalui Thunderbolt 3, banyak aksesoris high-end yang bisa dikoneksikan, seperti external graphic card dock, display output untuk dikoneksikan dengan big size wall monitor, atau LCD proyektor.

Pada paket penjualan ASUS ZenBook S UX391UA , terdapat dua dongle khusus yang tersedia, yaitu USB Type-C to USB Type-A, serta USB Type-C to HDMI.

Selain konektivitas melalui kabel data, ASUS juga menyediakan  konektivitas melalui fitur nirkabel atau wireless. ASUS ZenBook S UX391UA  sudah dilengkapi dengan Wi-Fi dual-band 802.11ac untuk terus terkoneksi ke internet. Pilihan lainnya adalah konektivitas melalui Bluetooth 4.2 yang bisa dimanfaatkan untuk menghubungkan berbagai perangkat seperti wireless headphone, mouse dan handphone.

Baterai Yang Tahan Lama

Untuk menunjang tugas lapangan ASUS ZenBook S UX391UA  ini, ASUS telah menyiapkan sebuah baterai Lithium-polymer 4-cell untuk seharian. Seharian? Iya dong, masak hanya untuk sejam dua jam?! 

ASUS mengklaim laptop ini bisa bertahan selama 13,5 jam melalui pengujian internalnya. Andai ASUS meminjami saya ASUS ZenBook S UX391UA  ini barang seminggu aja, mungkin saya bisa menguji laptop ini hingga dia teriak-teriak minta ampun. Atau malah sebaliknya kali, ya. Saya yang klepek-klepek kecapekan melawan ketangguhan ASUS ZenBook S UX391UA  ini, kwkwkw…

Disaat tenggat waktu pengiriman artikel Anda sudah mepet, sementara baterai sudah menunjukkan tanda selamat tinggal, ASUS menyediakan fitur Battery Health Charging. Bua tapa? Fitur ini berguna untuk menentukan batas isi baterai yang anda charge. Misalnya artikel Anda hanya membutuhkan hanya sedikit waktu lagi untuk posting atau dikirim via email, yang Anda perkirakan hanya butuh sekitar 40 persen isi baterai.

Nah agar proses pengisian baterai tidak memakan waktu lama karena kebutuhannya hanya sedikit, Anda bisa mengatur proses pengisian baterai ini secukupnya, yaitu 40 persen dari kapasitas baterai. Nanti bila proses pengisian baterai sudah mencapai 40 persen, maka proses pengisian akan secara otomatis berhenti. Andapun segera dapat menyelesaikan tugas yang tersisa. Proses pengisian ini akan menghemat baterai, Karena kebiasaan kita adalah mengisi baterai secara terus menerus sambil bekerja, hingga baterai penuh.

ASUS ZenBook S UX391UA Dengan Jeroan Kelas Premium
Bila dilihat sepintas lalu, ASUS ZenBook S UX391UA  ini akan kelihatan biasa-biasa saja, tapi mari kita lihat seperti apa jeroan produk unggulan ASUS ini.  ASUS ZenBook S UX391UA ini dipersenjatai dengan prosesor Intel Core i7-8550U generasi ke 8 dengan 8M Cache dan kecepatan processing hingga 4.00 GHz. Tidak hanya kencang tapi juga irit daya karena sudah memakai tehnologi nano. Karena irit daya, maka panas yang dihasilkan juga lebih rendah.

Agar bekerja maksimal, prosessor ini didampingi oleh Memory LPDDR3 16 GB yang bekerja pada frekwensi 2133MHz. Kerja keras Prosessor dan Memory ini tidak akan bermanfaat bila tidak didukung oleh media penyimpanan yang juga berkecepatan tinggi dan kapasitas yang juga besar. Untuk itu ASUS membenamkan sebuah Solid State Drive PCIe 3.0 x4 berkapasitas 512 GB ke dalam ASUS ZenBook S UX391UA ini.

Dengan tiga senjata kelas premium ini, hanya dibutuhkan beberapa detik bagi laptop Asus ini untuk melakukan booting Windows 10 dan siap untuk bekerja keras sesuai tugas yang dibebankan oleh Anda sebagai operator dan pemiliknya.

Dukungan Grafis pada ASUS ZenBook S UX391UA


Sebuah komputer bagaimanapun canggihnya, tak kan berarti apa-apa tanpa dukungan Graphics Processor Unit yang memadai. Untuk Laptop canggihnya ini, ASUS memakai GPU Intel 620 Shared memory 32 GB Max. Ini bukanlah GPU tercanggih buatan Intel. Tapi karena ASUS ZenBook S UX391UA  ini lebih dititik beratkan untuk pekerjaan seorang Blogger Traveler dan bukan seorang gamer, maka GPU ini sudah lebih dari cukup untuk mengolah foto maupun video perjalanan.

Spesifikasi ASUS ZenBook S UX391UA

Berikut kita lihat spesifikasi laptop canggih Asus ini.

Berbekal laptop canggih dan tahan banting seperti ASUS ZenBook S UX391UA ini, rasanya semangat bertualang saya semakin berkobar, dan liburan akhir tahun ini tentu akan lebih asik lagi pakai ASUS. Tak perlu lagi pusing mencari warnet setiap mau posting, kapanpun dan dimanapun selagi sinyal masih rajin mendekati saya. Aamiin, insya Allah.

Awalnya Allah Mengambilnya, Kemudian Menggantinya Berlipat Ganda

Busway

Sekembalinya saya dari Grapari Telkomsel di Central Park, saat berjalan di jembatan penyeberangan menuju halte Telkom, saya mengeluarkan handphone dari kantong celana sebelah kiri. Begitu handphone keluar dari kantong, tiga lembar uang kertas masing-masing berwarna coklat, merah dan hijau, ikut menempel di handphone. Saya mengambil ketiga lembar uang yang terlipat tidak karuan itu dan memasukkannya kembali ke kantong celana. Saya memang jarang melipat dan menyusun rapi uang yang ada di kantong kemeja atau celana,  kebiasaan yang tidak pernah berubah sejak kecil. Kecuali di saat-saat tertentu, bila jumlahnya cukup banyak.  🙂

Saya mengaktifkan handphone, lalu membuka aplikasi Gojek, karena mau pergi ke Kota Bambu. Tidak ada sinyal 4G di handphone dan aplikasi Gojek pun tak bereaksi saat dibuka. Baru saya ingat kalau paket data kartu halo saya sudah habis sejak sehari sebelumnya. Ingat hal itu saya lalu turun tangga menuju halte busway Central Park yang menuju arah Slipi dan batal naik Gojek. Untung kartu Flazz saya masih punya saldo, sehingga saya bisa masuk ke ruang tunggu busway.

Saat busway datang ternyata penumpangnya tidak begitu ramai, saya dapat tempat duduk kursi nomor dua dari pintu, di sebelah kursi prioritas yang diduduki seorang kakek yang usianya nampaknya lebih tua dari saya.

Saat busway berjalan melewati persimpangan jembatan layang Tomang, saya kembali mengeluarkan handphone dari kantong celana sebelah kiri seperti sebelumnya. Setelah melihat dan membaca pesan yang masuk, handphone kembali saya kangtongi.  Saat melewati RS Harapan Kita, seorang penumpang yang duduk di bangku seberang yang berhadapan dengan kami, lalu berbicara kepada bapak yang duduk di kursi prioritas. 

“Pak, uangnya jatuh!” kata penumpang yang duduk di seberang.
Dengan pandangan penuh tanda tanya, si bapak melihat ke arah penumpang yang berbicara tadi. “Uangnya jatuh, Pak!” kata si penumpang tadi sambil menunjuk ke kolong kursi yang diduduki si bapak.

Si bapak lalu melihat ke kolong kursi prioritas yang didudukinya, tepat di antara kursi saya dan dia, selembar uang berwarna hijau tergeletak. Bapak itu lalu mengambilnya, lalu memasukkan uang itu ke kantong celana sebelah kirinya. 

Satu perasaan timbul di hati saya, jangan-jangan itu uang saya yang jatuh saat mengeluarkan handphone barusan. Tapi untuk mengklaim kepada si bapak, timbul keraguan, jangan-jangan itu memang uang dia yang jatuh, sebuah perasaan lain muncul, kalau memang itu uang saya yang jatuh, mungkin itu cara Allah mengambilnya dari saya untuk diberikan kepada orang yang lebih membutuhkan, saya harus mengikhlaskannya. Akhirnya keinginan untuk mengklaim uang itu kepada si bapak saya urungkan. Kalaupun benar itu uang saya yang jatuh, saya harus mengikhlaskannya.

Sampai di halte busway Slipi Kemanggisan, saya turun dan berjalan melewati kolong jembatan layang Jalan Brigjen Katamso. Sambil menunggu angkot JB 03 Tanah Abang Abang – Grogol, rasa penasaran menyuruh saya untuk merogoh kantong dimana uang tadi saya simpan. Benar saja, yang tertinggal hanya dua lembar uang kertas berwarna coklat dan merah, uang kertas warna hijaunya tidak ada! 

Saya memasukkan lagi kedua lembar uang itu ke tempat asalnya. Sambil berdoa, semoga uang saya yang hilang itu bermanfaat bagi yang menemukannya. Kalau seandainya uang itu yang tadi di busway, semoga uang yang tidak seberapa itu, lebih bermanfaat untuk menutupi kebutuhan si bapak.

Esok harinya, saya mengikuti acara peluncuran sebuah produk di restoran The Hook, Senopati. Beserta rekan blogger lainnya. Selesai acara saya berencana mau pergi ke Cyber Building, di Kuningan Barat. Karena belum shalat zuhur, saya lalu pergi ke masjid Darut Tauhid di dekat Pasar Santa. Selesai shalat dan mau berangkat, hujan turun. Walau tidak lama, tapi cukup untuk mengubah rencana perjalanan saya. 

Saat hujan, saya teringat ada pelanggan servis komputer yang rumahnya tidak jauh dari masjid, yaitu di jalan Wijaya Timur, Petogogan. Karena sudah mendekati sore, saya batalkan untuk pergi ke gedung Cyber. Saya lalu jalan kaki ke Wijaya Timur untuk bersilaturrahim, karena hampir setengah tahun tidak pernah ke sana. 

Benar saja, begitu saya bertemu tuan rumah, mereka begitu surprise mendapat kunjungan saya, obrolan panjang pun tak terelakkan. Saat melihat komputer yang sering saya servis, sayapun lalu mengeceknya. Tidak tahunya komputernya sudah begitu lelet kerjanya. Begitu diperiksa lebih jauh, saya jadi senyum sendiri melihat ada tiga antivirus terinstal di sana, Mc Afe, AVG dan Avast. Bagaimana nggak akan lelet, ibarat satu kamar dijaga tiga orang cleaning service dari perusahaan yang berbeda, dengan kepentingan yang berbeda dan menganggap diri paling pintar yang akhirnya saling sikut, hehehe…

Saat akan pulang, sayapun di kasih amplop. Saya menolak, karena merasa tidak mengerjakan apa-apa, dan kedatangan saya juga bukan karena di panggil untuk memperbaiki komputer mereka, tapi hanya untuk bersilaturrahim. Tapi saya dipaksa untuk menerimanya, “buat ongkos becak…” kata si ibu,yang akhirnya dengan berat hati saya terima juga.

Sampai di rumah amplopnya saya buka, isinya; 10 kalilipat dari uang yang jatuh di busway kemarin! Alhamdulillah…

Trik Berbelanja Pintar Barang Elektronik di Bukalapak

Bukalapak

Teknologi internet sekarang sudah menjadi kebutuhan yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat global, termasuk Indonesia. Bahkan sudah terlalu banyak yang berpikir tidak bisa hidup tanpa adanya internet gadget mereka.

Internet memang memberikan banyak sekali manfaat untuk segala aktivitas, seperti mencari dan menyebar informasi, berkomunikasi, serta kegiatan ekonomi. Di dunia ekonomi, Indonesia sudah membangun sistem jual beli online, salah satunya Bukalapak.

Dengan membuka situs resminya atau aplikasinya yang tersedia di Android dan iOS, kamu tidak usah keluar rumah lagi membeli barang-barang yang dibutuhkan, seperti . Lebih banyak variasi produk kebutuhan elektronik yang bisa kamu beli, karena adanya berbagai pilihan toko yang sudah bekerja sama dengan Bukalapak.

Tapi, banyaknya promo atau diskon di Bukalapak membuat kamu bisa kalap mata, khususnya kaum shopaholic. Agar kamu tidak boros yang membuat uang jajan habis sebelum akhir bulan, ketahui dulu trik-triknya saat berbelanja barang elektronik di salah satu toko online terbesar di Indonesia ini.

Pastikan Tepat Memilih Promo

Sebelum kamu menentukan produk apa yang dibeli, cari tahu segala informasi mengenai promo yang sedang berlangsung. Dengan cara itu, kamu tidak akan boros atau mengeluarkan banyak biaya untuk membeli produk elektronik. Jika ada promo free ongkir, jangan lupa masukan vouchernya agar kamu tidak usah membayar ongkos kirimnya yang kadang-kadang harganya cukup mahal.

Walau memilih promo bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, tetap saja kamu tepat pilihnya. Asal memilih hanya akan merugikan kamu dan membuat kamu kalap mata.


Jangan Mudah Tertarik Harga yang Terlalu Murah

Melihat produk elektronik seperti harga TV  LED yang murah pasti membuat kamu tergiur untuk membelinya. Tapi sebaiknya kamu harus membandingkannya dengan toko lainnya terlebih dahulu. Cari tahu apakah barang tersebut punya kualitas yang bagus atau garansi. Jangan sampai setelah kamu membelinya, kamu tidak menerima jaminan atau barangnya tidak sesuai apa yang diinginkan.

Sebagai contoh, TV LED di pelapak A berkisar Rp 900.000 dan pelapak B berkisar Rp 1.300.000. Dari kedua pelapak tersebut kamu harus jeli memilihnya. Belum tentu harga TV LED yang murah dijamin bisa dipercaya. Jadi, pintar-pintarlah mencari produk impian di Bukalapak atau toko online lainnya.

Tanya Detail Barang pada Pelapak Bersangkutan

Mencari  barang elektronik di toko online sebenarnya cukup sulit. Memang pelapak memberikan informasi mengenai produknya, tapi terkadang tidak semua yang sudah mereka deskripsikan tidak sesuai apa yang dicari. Daripada kamu salah beli, bertanya langsunglah pada pelapak yang bersangkutan mengenai kelengkapan detailnya. Gunakan fitur chat di Bukalapak untuk bertanya langsung ke pelapak.

Kalau foto yang sudah terlampir kurang jelas, mintalah foto-fotonya lagi agar lebih meyakinkan. Jangan lupa kamu tanya kondisi barangnya untuk memastikan kamu tidak menerima barang KW atau bekas.

Baca Feedback Sangatlah Penting

Agar kamu bisa lebih yakin membeli barang elektronik di pelapak pilihan, baca feedback atau ulasan pembeli lainnya dulu. Kamu bisa melihat bagaimana pendapat mereka tentang pelapak tersebut dan produk-produk yang mereka kirimkan. Kamu juga bisa tahu cara pelayanan mereka terhadap pelanggan. Jika kebanyakan dari mereka yang mendapat pelayanan kurang memuaskan, lebih baik cari pelapak yang lain.

Pastikan kamu memilih pelapak dengan ulasan bahkan rating yang bagus agar kamu bisa lebih menyenangkan berbelanja di Bukalapak.

Berbelanja di Bukalapak memang menyenangkan. Selain mendapat barang elektronik dan produk impian lainnya tanpa keluar rumah, ada banyak promo juga yang membuat kamu betah berbelanja di sana. Tunggu apa lagi? Klik Bukalapak sekarang dan dapatkan segala barang impianmu. (ADV)

Ayo, Tunjukkan Kreativitasmu, Total 200 Juta Menunggu!

Sebuah tantangan yang harus diikuti oleh para Vlogger dan Blogger, tunjukkan kemampuan teman-teman, dan menangkan jutaan rupiah  hadiahnya.

Berikut Syarat dan Ketentuannya.
Syarat dan Ketentuan Kompetisi Video dan Blog Bank Indonesia.

 BANK INDONESIA VIDEO DAN BLOG COMPETITION ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia, bekerjasama dengan PT. MEDIA TELEVISI INDONESIA

 SYARAT PESERTA BANK INDONESIA VIDEO DAN BLOG COMPETITION
– Warga Negara Indonesia (WNI).
– Bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia.
– Memiliki kartu identitas diri yang masih berlaku (Kartu Pelajar/KTP/SIM/ Paspor) yang wajib diperlihatkan pada saat verifikasi pemenang.
– Memiliki akun Blog, akun Youtube, dan juga wajib memiliki akun Facebook, Instagram, dan Twitter.
– Peserta wajib mem follow media sosial Bank Indonesia mencakup : twitter, instagram, facebook dan youtube.


– A. MEKANISME BANK INDONESIA BLOG COMPETITION
 Peserta menulis artikel sesuai dengan tema yang dipilih antara lain :

  1. Ekonomi Digital #Ecodigi
  2. Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
    Sertakan hastag tema diatas pada tulisan blog peserta masing-masing
     Peserta wajib mendaftar pada microsite Bank Indonesia Blog & Video Competition (https://site.medcom.id/bigtc) dan mengisi biodata diri pada kolom-kolom pendaftaran
     Setelah melakukan pendaftaran, peserta wajib men-submit Blog dengan file PDF dan mengisi nama serta sinopsis artikel ke microsite Bank Indonesia Blog & Video Competition
     Informasi lebih lengkap mengenai Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini akan disampaikan melalui twitter, facebook & Instagram @bank_indonesia dan @metrotv
     Bank Indonesia memiliki hak sepenuhnya untuk memilih 3 (tiga) pemenang yang berhak mendapatkan hadiah
     Penyelenggaraan Bank Indonesia Video dan Blog Competition pada 1 November hingga 15 Desember 2018
     Pemenang Bank Indonesia Blog Competition berhak mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 15.000.000
     Juara 2 : Rp. 10.000.000
     Juara 3 : Rp. 6.000.000
    – B. MEKANISME BANK INDONESIA VIDEO COMPETITION
     Peserta membuat video dengan tema yang dipilih antara lain :
  3. Ekonomi Digital #Ecodigi
  4. Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
    Sertakan hastag tema diatas pada judul video peserta masing-masing
     Kategori video untuk Bank Indonesia Video Competition adalah Film Pendek, Vlog, dan Animasi
     Peserta membuat Film pendek, Vlog dan Animasi sesuai dengan tema Ekonomi Digital #Ecodigi dan Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
     Durasi film pendek/vlog/ animasi maksimal selama 5 menit
     Konten video tidak diperbolehkan mengandung unsur SARA, kekerasan dan pornografi
     Audio atau musik yang digunakan dalam video tidak diperbolehkan melanggar hak cipta. Direkomendasikan untuk menggunakan audio atau musik yang tidak berbayar atau audio yang sudah tersedia di youtube audio library dan bebas
    digunakan.
     Peserta mengunggah (upload) film pendek/vlog/animasi ke
    (https://site.medcom.id/bigtc) dengan format penjudulan sebagai
    berikut: “#BI_ecodigi/amanbertransaksi – Judul – Nama Peserta”
     Peserta wajib mendaftar pada microsite Bank Indonesia Video dan Blog Competition (https://site.medcom.id/bigtc) dan mengisi biodata diri pada kolom-kolom pendaftaran, apabila informasi dan data diri yang disampaikan kurang lengkap dan atau tidak benar, maka Bank Indonesia atau Metro TV dapat mendiskualifikasi peserta.
     Setelah melakukan pendaftaran, peserta wajib mengisi nama serta sinopsis video ke microsite Bank Indonesia Video dan Blog Competition
     Informasi lebih lengkap mengenai Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini akan disampaikan melalui twitter dan Instagram @bank_indonesia dan @metrotv
     Bank Indonesia memiliki hak sepenuhnya untuk memilih 3 (tiga) pemenang dari masing – masing kategori yang berhak mendapatkan hadiah.
     Penyelenggaraan Bank Indonesia Blog And Video Competition pada 1 November hingga 15 Desember 2018
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Short Movie berhak mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 45.000.000
     Juara 2 : Rp. 30.000.000
     Juara 3 : Rp. 20.000.000
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Vlog berhak
    mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 25.000.000
     Juara 2 : Rp. 17.500.000
     Juara 3 : Rp. 12.500.000
     Juara Favorit : Rp. 10.000.000
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Animasi berhak
    mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 30.000.000
     Juara 2 : Rp. 20.000.000
     Juara 3 : Rp. 15.000.000

     KETENTUAN LAIN NYA
    – Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini tidak berlaku bagi karyawan/karyawati dari Bank Indonesia, biro iklan, agensi, serta pihak ketiga yang terkait dengan pelaksanaan lomba, beserta anggota keluarga atau setiap orang yang berhubungan dengan administrasi atau lainnya sehubungan dengan lomba ini.
    – Bank Indonesia dan Metro tv mempunyai hak prerogatif untuk mendiskualifikasi dan mengeluarkan peserta dari Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini apabila peserta melanggar syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    – Video dan Blog yang sudah di submit untuk mengikuti Bank Indonesia Blog & Video Competition sepenuhnya akan menjadi milik Bank Indonesia dan dapat digunakan untuk keperluan publikasi Bank Indonesia.
    – Bank Indonesia berhak untuk mengunduh dan mengunggah kembali (re-upload) video ke semua digital asset milik Bank Indonesia
    – Hadiah untuk pemenang Video dan Blog Competition tidak dapat dialihkan kepada orang lain, tidak dapat ditukar barang lain.
    – Apabila peserta tidak memberikan data pribadi yang jujur dan bertanggung jawab, segala bentuk konsekuensi merupakan tanggung jawab peserta sepenuhnya.
    – Jika karena alasan apapun pemberian hadiah tidak dapat berjalan sesuai rencana, Bank Indonesia dan Metro tv memiliki hak untuk memodifikasi ketentuan pemberian hadiah.
    – Peserta yang mengikuti Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini tidak dipungut biaya apapun. Peserta diharapkan berhati-hati dalam hal terdapat upaya penipuan dengan meminta biaya/pajak terkait dengan kompetisi ini.
    – Pajak hadiah ditanggung pemenang.
    – Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi akun Twitter, Instagram, Facebook resmi Metro tv.