Trik Berbelanja Pintar Barang Elektronik di Bukalapak

Bukalapak

Teknologi internet sekarang sudah menjadi kebutuhan yang sulit dilepaskan dari kehidupan sehari-hari masyarakat global, termasuk Indonesia. Bahkan sudah terlalu banyak yang berpikir tidak bisa hidup tanpa adanya internet gadget mereka.

Internet memang memberikan banyak sekali manfaat untuk segala aktivitas, seperti mencari dan menyebar informasi, berkomunikasi, serta kegiatan ekonomi. Di dunia ekonomi, Indonesia sudah membangun sistem jual beli online, salah satunya Bukalapak.

Dengan membuka situs resminya atau aplikasinya yang tersedia di Android dan iOS, kamu tidak usah keluar rumah lagi membeli barang-barang yang dibutuhkan, seperti . Lebih banyak variasi produk kebutuhan elektronik yang bisa kamu beli, karena adanya berbagai pilihan toko yang sudah bekerja sama dengan Bukalapak.

Tapi, banyaknya promo atau diskon di Bukalapak membuat kamu bisa kalap mata, khususnya kaum shopaholic. Agar kamu tidak boros yang membuat uang jajan habis sebelum akhir bulan, ketahui dulu trik-triknya saat berbelanja barang elektronik di salah satu toko online terbesar di Indonesia ini.

Pastikan Tepat Memilih Promo

Sebelum kamu menentukan produk apa yang dibeli, cari tahu segala informasi mengenai promo yang sedang berlangsung. Dengan cara itu, kamu tidak akan boros atau mengeluarkan banyak biaya untuk membeli produk elektronik. Jika ada promo free ongkir, jangan lupa masukan vouchernya agar kamu tidak usah membayar ongkos kirimnya yang kadang-kadang harganya cukup mahal.

Walau memilih promo bisa mengurangi biaya yang harus dibayarkan, tetap saja kamu tepat pilihnya. Asal memilih hanya akan merugikan kamu dan membuat kamu kalap mata.


Jangan Mudah Tertarik Harga yang Terlalu Murah

Melihat produk elektronik seperti harga TV  LED yang murah pasti membuat kamu tergiur untuk membelinya. Tapi sebaiknya kamu harus membandingkannya dengan toko lainnya terlebih dahulu. Cari tahu apakah barang tersebut punya kualitas yang bagus atau garansi. Jangan sampai setelah kamu membelinya, kamu tidak menerima jaminan atau barangnya tidak sesuai apa yang diinginkan.

Sebagai contoh, TV LED di pelapak A berkisar Rp 900.000 dan pelapak B berkisar Rp 1.300.000. Dari kedua pelapak tersebut kamu harus jeli memilihnya. Belum tentu harga TV LED yang murah dijamin bisa dipercaya. Jadi, pintar-pintarlah mencari produk impian di Bukalapak atau toko online lainnya.

Tanya Detail Barang pada Pelapak Bersangkutan

Mencari  barang elektronik di toko online sebenarnya cukup sulit. Memang pelapak memberikan informasi mengenai produknya, tapi terkadang tidak semua yang sudah mereka deskripsikan tidak sesuai apa yang dicari. Daripada kamu salah beli, bertanya langsunglah pada pelapak yang bersangkutan mengenai kelengkapan detailnya. Gunakan fitur chat di Bukalapak untuk bertanya langsung ke pelapak.

Kalau foto yang sudah terlampir kurang jelas, mintalah foto-fotonya lagi agar lebih meyakinkan. Jangan lupa kamu tanya kondisi barangnya untuk memastikan kamu tidak menerima barang KW atau bekas.

Baca Feedback Sangatlah Penting

Agar kamu bisa lebih yakin membeli barang elektronik di pelapak pilihan, baca feedback atau ulasan pembeli lainnya dulu. Kamu bisa melihat bagaimana pendapat mereka tentang pelapak tersebut dan produk-produk yang mereka kirimkan. Kamu juga bisa tahu cara pelayanan mereka terhadap pelanggan. Jika kebanyakan dari mereka yang mendapat pelayanan kurang memuaskan, lebih baik cari pelapak yang lain.

Pastikan kamu memilih pelapak dengan ulasan bahkan rating yang bagus agar kamu bisa lebih menyenangkan berbelanja di Bukalapak.

Berbelanja di Bukalapak memang menyenangkan. Selain mendapat barang elektronik dan produk impian lainnya tanpa keluar rumah, ada banyak promo juga yang membuat kamu betah berbelanja di sana. Tunggu apa lagi? Klik Bukalapak sekarang dan dapatkan segala barang impianmu. (ADV)

Ayo, Tunjukkan Kreativitasmu, Total 200 Juta Menunggu!

Sebuah tantangan yang harus diikuti oleh para Vlogger dan Blogger, tunjukkan kemampuan teman-teman, dan menangkan jutaan rupiah  hadiahnya.

Berikut Syarat dan Ketentuannya.
Syarat dan Ketentuan Kompetisi Video dan Blog Bank Indonesia.

 BANK INDONESIA VIDEO DAN BLOG COMPETITION ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia, bekerjasama dengan PT. MEDIA TELEVISI INDONESIA

 SYARAT PESERTA BANK INDONESIA VIDEO DAN BLOG COMPETITION
– Warga Negara Indonesia (WNI).
– Bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia.
– Memiliki kartu identitas diri yang masih berlaku (Kartu Pelajar/KTP/SIM/ Paspor) yang wajib diperlihatkan pada saat verifikasi pemenang.
– Memiliki akun Blog, akun Youtube, dan juga wajib memiliki akun Facebook, Instagram, dan Twitter.
– Peserta wajib mem follow media sosial Bank Indonesia mencakup : twitter, instagram, facebook dan youtube.


– A. MEKANISME BANK INDONESIA BLOG COMPETITION
 Peserta menulis artikel sesuai dengan tema yang dipilih antara lain :

  1. Ekonomi Digital #Ecodigi
  2. Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
    Sertakan hastag tema diatas pada tulisan blog peserta masing-masing
     Peserta wajib mendaftar pada microsite Bank Indonesia Blog & Video Competition (https://site.medcom.id/bigtc) dan mengisi biodata diri pada kolom-kolom pendaftaran
     Setelah melakukan pendaftaran, peserta wajib men-submit Blog dengan file PDF dan mengisi nama serta sinopsis artikel ke microsite Bank Indonesia Blog & Video Competition
     Informasi lebih lengkap mengenai Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini akan disampaikan melalui twitter, facebook & Instagram @bank_indonesia dan @metrotv
     Bank Indonesia memiliki hak sepenuhnya untuk memilih 3 (tiga) pemenang yang berhak mendapatkan hadiah
     Penyelenggaraan Bank Indonesia Video dan Blog Competition pada 1 November hingga 15 Desember 2018
     Pemenang Bank Indonesia Blog Competition berhak mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 15.000.000
     Juara 2 : Rp. 10.000.000
     Juara 3 : Rp. 6.000.000
    – B. MEKANISME BANK INDONESIA VIDEO COMPETITION
     Peserta membuat video dengan tema yang dipilih antara lain :
  3. Ekonomi Digital #Ecodigi
  4. Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
    Sertakan hastag tema diatas pada judul video peserta masing-masing
     Kategori video untuk Bank Indonesia Video Competition adalah Film Pendek, Vlog, dan Animasi
     Peserta membuat Film pendek, Vlog dan Animasi sesuai dengan tema Ekonomi Digital #Ecodigi dan Perlindungan Konsumen #amanbertransaksi
     Durasi film pendek/vlog/ animasi maksimal selama 5 menit
     Konten video tidak diperbolehkan mengandung unsur SARA, kekerasan dan pornografi
     Audio atau musik yang digunakan dalam video tidak diperbolehkan melanggar hak cipta. Direkomendasikan untuk menggunakan audio atau musik yang tidak berbayar atau audio yang sudah tersedia di youtube audio library dan bebas
    digunakan.
     Peserta mengunggah (upload) film pendek/vlog/animasi ke
    (https://site.medcom.id/bigtc) dengan format penjudulan sebagai
    berikut: “#BI_ecodigi/amanbertransaksi – Judul – Nama Peserta”
     Peserta wajib mendaftar pada microsite Bank Indonesia Video dan Blog Competition (https://site.medcom.id/bigtc) dan mengisi biodata diri pada kolom-kolom pendaftaran, apabila informasi dan data diri yang disampaikan kurang lengkap dan atau tidak benar, maka Bank Indonesia atau Metro TV dapat mendiskualifikasi peserta.
     Setelah melakukan pendaftaran, peserta wajib mengisi nama serta sinopsis video ke microsite Bank Indonesia Video dan Blog Competition
     Informasi lebih lengkap mengenai Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini akan disampaikan melalui twitter dan Instagram @bank_indonesia dan @metrotv
     Bank Indonesia memiliki hak sepenuhnya untuk memilih 3 (tiga) pemenang dari masing – masing kategori yang berhak mendapatkan hadiah.
     Penyelenggaraan Bank Indonesia Blog And Video Competition pada 1 November hingga 15 Desember 2018
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Short Movie berhak mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 45.000.000
     Juara 2 : Rp. 30.000.000
     Juara 3 : Rp. 20.000.000
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Vlog berhak
    mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 25.000.000
     Juara 2 : Rp. 17.500.000
     Juara 3 : Rp. 12.500.000
     Juara Favorit : Rp. 10.000.000
     Pemenang Bank Indonesia Video Competition kategori Animasi berhak
    mendapatkan hadiah berupa:
     Juara 1 : Rp. 30.000.000
     Juara 2 : Rp. 20.000.000
     Juara 3 : Rp. 15.000.000

     KETENTUAN LAIN NYA
    – Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini tidak berlaku bagi karyawan/karyawati dari Bank Indonesia, biro iklan, agensi, serta pihak ketiga yang terkait dengan pelaksanaan lomba, beserta anggota keluarga atau setiap orang yang berhubungan dengan administrasi atau lainnya sehubungan dengan lomba ini.
    – Bank Indonesia dan Metro tv mempunyai hak prerogatif untuk mendiskualifikasi dan mengeluarkan peserta dari Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini apabila peserta melanggar syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
    – Video dan Blog yang sudah di submit untuk mengikuti Bank Indonesia Blog & Video Competition sepenuhnya akan menjadi milik Bank Indonesia dan dapat digunakan untuk keperluan publikasi Bank Indonesia.
    – Bank Indonesia berhak untuk mengunduh dan mengunggah kembali (re-upload) video ke semua digital asset milik Bank Indonesia
    – Hadiah untuk pemenang Video dan Blog Competition tidak dapat dialihkan kepada orang lain, tidak dapat ditukar barang lain.
    – Apabila peserta tidak memberikan data pribadi yang jujur dan bertanggung jawab, segala bentuk konsekuensi merupakan tanggung jawab peserta sepenuhnya.
    – Jika karena alasan apapun pemberian hadiah tidak dapat berjalan sesuai rencana, Bank Indonesia dan Metro tv memiliki hak untuk memodifikasi ketentuan pemberian hadiah.
    – Peserta yang mengikuti Bank Indonesia Video dan Blog Competition ini tidak dipungut biaya apapun. Peserta diharapkan berhati-hati dalam hal terdapat upaya penipuan dengan meminta biaya/pajak terkait dengan kompetisi ini.
    – Pajak hadiah ditanggung pemenang.
    – Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi akun Twitter, Instagram, Facebook resmi Metro tv.

Ini Dia Pemenang Give Away Novel “Balita PRRI”

Teman-teman, mohon maaf bila pengumuman ini terlambat saya sampaikan. Ini disebabkan kesibukan kerja dan juga kesehatan yang menurun menjelang tanggal pengumuman, dimana tensi saya naik hingga 170/85 dan kolesterol juga sangat tinggi, yaitu 249. Kondisi ini membuat kepala saya pusing dan tidak bisa bekerja serta harus beristirahat. 

Membaca jawaban teman-teman di kolom komentar, saya jadi senyum-senyum sendiri. Ini disebabkan karena jawaban yang di berikan sangat bervariasi, mulai dari yang menjawab paling rendah, Rp.3.000,- hingga yang paling tinggi Rp.15.000,- Malah ada juga yang menjawab sambil mengaitkannya dengan harga dolar, hehehe…

Saya tidak tahu, apakah jawaban yang diberikan tersebut menyesuaikan dengan harga yang berlaku di daerah di mana teman-teman berdomisili, atau menerka secara acak sambil membayangkan suasana Jakarta, dimana saya tinggal.

Yang mengundang senyum juga, ada teman yang memberi komentar dan kelihatannya juga menginginkan novel Balita PRRI, tapi tidak menyebutkan harga tebakannya, walau sudah saya ingatkan di balasan komentar kepada dia. Tapi apapun itu, saya sangat menghargai usaha teman-teman untuk ikut berpartisipasi dalam acara tebak-tebakan ini.

Harga ketupat sayur sarapan pagi saya yang terlihat pada foto di atas adalah Rp.6.000,- (enam ribu rupiah). Setelah melihat jawaban yang masuk di kolom komentar, tidak satupun yang menjawab dengan benar.

Jawaban yang benar justru ada di komentar status saya di facebook, saat membagikan artikel tentang acara ini di sana. Saya sudah menjelaskan kepada teman yang memberi komentar di sana, agar menuliskan komentarnya di blog saya ini. Walau sudah diberitahu, sayangnya mereka tidak melakukannya, sehingga kesempatan mendapatkan novel saya ini secara gratis, jadi gagal.

Baiklah, walau tidak ada yang menjawab secara tepat, namun seperti janji saya, saya akan memberikan hadiah ini kepada 3 orang yang menjawab paling dekat ke jawaban yang benar. Di kolom komentar ada tiga penjawab yang mendekati jawaban yang benar, yaitu dengan jawaban masing-masing 8000, 7000 dan 5000 rupiah.

Tiga penjawab yang beruntung mendapatkan Novel “Seorang Balita Di Tengah Pergolakan PRRI” itu, adalah:

Nitaninit Kasapink dengan jawaban Rp.8.000,- 
Rahman Kamal dengan jawaban Rp.7.000,-
Fitrah dengan jawaban Rp.5.000,-

Selamat ya kepada tiga pemenang, saya tunggu alamat Anda di facebook Messenger, untuk pengiriman novel ini.

Juga terimakasih kepada teman-teman peserta yang belum beruntung maupun teman-teman pengunjung blog ini, yang walaupun tidak meninggalkan jejak, namun kunjungan Anda secara diam-diam tersebut juga sangat saya hargai.

Sampai ketemu di lain kesempatan.




 

Novel Balita PRRI Gratis Untuk Anda

Sudah lama saya ingin berbagi dengan para pengunjung blog ini, mudah-mudahan kali ini niat baik itu bisa kesampaian. Caranya sederhana saja. Siapa yang bisa menebak dengan benar harga ketupat sayur masakan Padang sarapan pagi saya ini, akan saya kirimi novel pertama saya “Seorang Balita Di Tengah Pergolakan PRRI” Seperti yang terlihat pada foto di atas, berdampingan dengan sepiring lontong sayur.

Saya akan membagikan novel ini kepada tiga orang pemenang yang menjawab dengan tepat. Bila pemenangnya berasal dari daerah atau luar negeri, saya akan mensubsidi ongkos kirim ke alamat Anda hingga maksimal 50 ribu rupiah. Bila ongkos kirimnya lebih dari 50 ribu, maka kelebihan ongkos kirimnya ditanggung oleh pemenang.  

Give away ini akan berlangsung hingga tanggal 10 November 2018, bertepatan dengan Hari Pahlawan. Namun karena kesibukan saya, maka diperpanjang hingga tanggal 15 November 2018. Pemenang akan diumumkan tanggal 20 November 2018. 

Silakan menjawab pertanyaannya di ruang komentar. Bila yang menjawab tepat lebih dari 3 orang, maka pemenang akan ditentukan berdasarkan urutan komentar dari mereka yang menjawab tepat. Bila tidak ada yang menjawab tepat, maka saya akan memilih siapa yang jawabannya paling mendekati. Namun bila yang menjawab tepat lebih dari 3 orang, maka pemenang no 4 dan selanjutnya tetap mendapat hadiahnya, tapi tidak mendapat subsidi ongkos kirim. Jadi ongkos kirim ke alamat ditanggung oleh pemenang.   

Pengumuman pemenang nanti akan saya posting di Facebook dan juga di blog ini.

Ayo semangat, silakan tulis  jawaban Anda di ruang komentar sebelah bawah.



Kacamata Pengikat Tali Silaturrahim

Si Progresif teman sepanjang hari

Saat berpisah dengan teman, kita tidak pernah tahu kapan lagi akan bertemu, walau dalam hati tetap tersimpan keinginan semoga kita berjumpa lagi. Namun kita tidak pernah tahu akan seperti apa perjalanan hidup yang akan kita lewati dan berapa jauh kita berjalan. 

Hal inilah yang saya alami bersama teman-teman yang pernah tinggal bersama di Panti Asuhan Aisyiyah Payakumbuh lebih dari 40 tahun lalu. Banyak alasan kenapa kami berpisah dan meninggalkan asrama yang telah menampung kami selama beberapa tahun semasa masih sekolah. Ada yang keluar asrama karena jenjang pendidikan mereka sudah mencapai jenjang tertinggi yang berujung jadi sarjana. Ada juga yang hanya sampai tamat SMA, SMP atau cuma tamat SD, malah ada juga yang tidak tamat SD.

40 tahun merantau di Jakarta dengan segala macam suka dukanya, Disaat-saat tertentu saya suka terkenang dengan masa lalu, termasuk teringat teman-teman seasrama dulu. Saya bersyukur, kemajuan tehnologi komunikasi telah mempertemukan kami kembali melalui sosial media, seperti: Facebook dan WhatsApp. 

Teman terakhir yang saya temui tanggal 13 Agustus lalu setelah berpisah lebih dari 40 tahun, adalah teman yang masa kebersamaan kami sangat singkat. Karena saat dia masuk asrama tak lama kemudian saya keluar dari asrama di awal tahun 70an. Tapi pertemanan yang singkat itu tidak mengurangi keakraban kami saat saya mengunjungi dia di tokonya di Proyek Senen.

Walaupun akrab dalam obrolan di group WA, tapi bertemu secara langsung meskipun sama-sama sudah puluhan tahun merantau ke Jakarta, baru kali ini sempat  terlaksana. Pertemuan ini juga bisa terlaksana setelah teman ini pindah dari Mangga Dua Square ke Proyek Senen.

Sebenarnya semenjak dia membuka toko baru di Proyek Senen beberapa bulan yang lalu, saya sudah ditawari untuk singgah. Tapi walau beberapakali sempat lewat di depan Proyek Senen, saya belum sempat untuk berkunjung, karena waktunya memang mepet. Malah teman-teman lain yang diantaranya ada yang datang dari daerah, sudah duluan berkunjung ke sana.

13 Agustus yang lalu saya ada urusan pekerjaan ke Kalibaru Timur. Saya sengaja berangkat dari kos lebih cepat dari biasanya, karena memang sudah berencana untuk singgah ke tempat teman ini. 

Karena sudah mempunyai alamat lengkap dari kartu nama yang dikirim melalui WA, sampai di Proyek Senen saya langsung menuju toko dia di Proyek Senen Blok 3. Namun dalam perjalanan menuju tokonya, sebuah ide muncul di kepala saya, untuk mengetahui apakah dia mengenal saya atau tidak.

Saat sampai di depan tokonya, saya lihat dia sedang melayani dua pelanggan wanita yang kelihatannya seorang ibu dan anaknya. Agar tak mengganggu transaksi mereka, sambil berjalan mengitari tokonya saya melihat-lihat berbagai macam kacamata yang dipajang di etalase. Dia sempat bertanya saya mau mencari apa, yang saya jawab “ingin melihat-lihat saja dulu…”

Karena negosiasi saat dia bertransaksi dengan pembeli agak cukup alot dan lama, saya lalu duduk di salah satu bangku yang tersedia di depan tokonya, sementara dia melayani pembeli, saya standby dengan hp di tangan yang terhubung dengan akun WA dia. Saat online tersebut saya berusaha bersikap biasa, walau sebenarnya saya berusaha menahan diri agar tidak tersenyum apalagi tertawa, karena dia benar-benar tidak mengenal saya, walau di group WA kami telah saling ngobrol bareng atau malah juga chatting berdua.  

Setelah melihat transaksi dia dengan pelanggan sudah hampir selesai yang ditandai dengan pembayaran oleh pelanggan, saya lalu mengirim foto selfie, yang saya ambil saat duduk tersebut.

Setelah pelanggan pergi dia lalu mengambil hp dan melihat pesan yang saya kirim di WA.

Melihat pesan berisi foto yang saya kirim tersebut, baru dia tertawa sambil memandang saya dan berjalan mendekat ke tempat saya duduk sambil mengulurkan tangannya, sayapun menyambut uluran tangannya, salaman hangat yang disambung dengan obrolan panjang nostalgia masa lalu saat tinggal di Panti Asuhan Aisyiyah, Payakumbuh. 

Yen Wilton, demikian nama sahabat lama ini. Bagi warga Payakumbuh penggemar sepakbola di tahun 60an hingga 70an, pasti mengenal duo Nazar yang sering menjadi wasit dalam setiap pertandingan sepakbola yang diadakan di lapangan Poliko yang berada di belakang kantor Bupati Kabupaten 50 Kota saat itu.

Duo Nazar itu adalah Nazar Chan dan Nazar Chin, dua bersaudara kembar yang keseharian mereka adalah pemilik optik NZ yang berada di tengah kota Payakumbuh itu. 

Berbekal ilmu yang didapat dari sang ayah Nazar Chan sebelum meninggal inilah, Yen Wilton merantau, setelah sempat tinggal di Panti Asuhan. Lalu, ketika panggilan hidup dan keinginan untuk mandiri lebih kuat tertanam di hati, maka diapun meninggalkan Panti Asuhan beserta sekolahnya, lalu merantau ke Padang dan bekerja di tempat famili yang juga bergerak dalam bisnis kacamata.

Setelah mempunyai ilmu yang cukup dalam bisnis kacamata, dan merasa Padang sudah terasa sempit bagi dia, Yen Wilton lalu mengepakkan sayapnya dan terbang lebih jauh menuju Jakarta. Setelah hinggap di beberapa tempat di Jakarta, termasuk di Manggadua Square, kini Yen Wilton dengan merek Toko Kacamata Empat Putra, mulai menempati lokasi barunya di Proyek Senen Blok 3 lantai 1, Los CKS 45-46.

Sedang asyik ngobrol, rupanya dia melihat kacamata baca yang saya pakai sudah tidak layak, dia lalu mengambil peralatan buat mengetes kondisi mata saya. Setelah selesai dites, dia lalu memilihkan bingkai kacamata yang cocok sesuai dengan postur wajah saya.

Setelah meninggalkan saya sejenak, kami melanjutkan obrolan yang terputus. Obrolan masa lalu dua anak yatim dengan segala suka dukanya, yang dipadu dengan kisah perjalanan hidup di rantau orang selama puluhan tahun hingga usia mendekati senja.

Saat azan Ashar terdengan memanggil, kami lalu berjalan menuju masjid yang ada di lantai atas Proyek Senen, menunaikan kewajiban yang tak boleh ditawar. Selesai shalat dan kembali ke toko, sebuah kacamata baru dengan lensa progresif hadir di hadapan saya.

Mendekati jam 16:00, saya pamit. Menuntaskan tugas yang tadi tertunda di Kalibaru Timur. Lepaslah beban kerinduan untuk bertemu setelah bepisah selama lebih dari 40 tahun, berikut sebuah hadiah yang sangat berharga untuk menemani aktifitas saya sehari-hari, kacamata dengan lensa Progresif yang membebaskan saya dari buka-pakai kacamata pada situasi yang berbeda, serta untuk melihat yang jauh maupun dekat dengan lensa yang sama. 

Terimakasih sahabat, semoga ini bukan pertemuan yang terakhir dalam menjalin tali silaturrahim.