Natsbee, Si Pembersih Racun Toxic Dari Tubuh Anda!

Bekerja di lokasi yang berada dekat pinggir jalan yang dalam sehari minimal macet pagi dan sore, sungguh suatu hal yang tidak dapat saya hindarkan. Maklum, namanya juga bantu-bantu di tempat saudara buat nyambung hidup, mau bagaimana lagi, hehehe

Di ruangan berukuran 3 x 6 meter yang dibagi dua menjadi ruang operator di bagian depan dan ruang studio di bagian belakang. kipas angin yang tergantung di plafon yang jaraknya dari kepala hanya 1 meter, berputar sepanjang hari, satu di ruang operator dan satu lagi di studio.

Sebagai manula yang yang fisiknya tidak kuat lagi menahan semburan kipas angin yang berputar full speed itu, saya terpaksa memakai topi agar kepala dan leher saya tidak terkena langsung hembusan kipas angin tersebut. Sebab, bila hal ini terjadi, maka kepala saya lansung pusing dan berdenyut-denyut, begitu juga leher bagian belakang terasa sakit dan ada  benjolan yang menghalangi sirkulasi aliran darah ke kepala maupun di sekujur tubuh berjalan tidak normal, yang berakibat pekerjaan jadi terganggu.

Ramainya kendaraan bermotor melintas yang mengakibatkan debu beterbangan, serta polusi yang ditimbulkan oleh asap kedaraan bermotor, sudah pasti menghadirkan sebaran bahan kimia beracun atau toxic di sepanjang jalan dan sekitar studio. Sebaran polusi yang membawa kimia beracun itu mungkin hanya sedikit dan juga tidak terlihat. Tapi terpapar dalam jangka waktu yang lama dan sepanjang hari, bukan hal yang tak mungkin bila toxic yang masuk melalui saluran pernafasan, mata dan mulut bahkan kulit itu sudah menyebar di organ penting di bagian dalam tubuh saya, seperti hati, jantung, ginjal, paru-paru, usus maupun saluran darah.

Hal inilah yang saya alami di akhir Juli kemarin. Bangun subuh di rumah kost yang berada di belakang studio, kondisi tubuh saya sudah tidak karuan rasanya. Kepala pusing, perut terasa mual dan rasa eneg. Baru berencana keluar kost untuk mencari obat, perut sudah ngamuk ingin BAB. Sayapun segera ke kamar mandi, baru saja jongkok di jamban isi perut bagai dibongkar habis karena mencret putus sambung seperti tidak ada habisnya.

Selesai BAB saya kembali ke kamar untuk istirahat, badan terasa lemas kehilangan tenaga. Tidak sampai setengah jam kemudian perut ngamuk lagi minta diantar ke kamar mandi. Kembali isi perut berantakan di jamban, membuat fisik saya semakin lemas saat kembali ke kamar..

Karena tidak ingin berlarut-larut, setelah perut agak tenang sekitar satu jam, saya menguatkan diri pergi mencari obat. Dengan berjalan kaki sebisanya, saya menelusuri jalan Kota Bambu Raya. Namun baru berjalan sekitar 200 meter dari kost, perut saya kembali terasa tidak nyaman. Namun agak berbeda dari sebelumnya, yang terasa saat itu adalah eneg dan sendawa berulang kali. Saya sudah curiga, nampaknya sekarang keluarnya tidak lagi lewat bawah perut, tapi lewat mulut.

Dugaan saya tidak salah, baru berjalan beberapa langkah setelah itu isi perut saya keluar lewat mulut, muntah! Untungnya saat itu saya berjalan di pinggir got yang cukup besar dengan air mengalir cukup lancar. Sayapun mengarahkan muntah saya ke arah got, cukup banyak sehingga tubuh saya yang tadinya sudah lemas terasa semakin lemas.

Rencana mencari obat saya batalkan, karena kondisi saya rasanya tak mungkin lagi untuk melakukan perjalanan. Setelah tidak ada lagi muntah yang keluar, saya lalu berdiri pelan-pelan dan berjalan sebisanya menuju rumah kost. Belum sempat istirahat saat sampai di kost, rasa ingin muntah terasa lagi. Tidak menunggu lama setelah saya sampai di kamar mandi, isi perut saya keluar lagi, muntah lagi. Untungnya tidak sebanyak muntah yang pertama tadi.

Karena kondisi yang semakin memburuk dan tidak memungkinkan untuk mencari pengobatan. Saya lalu menghubungi anak saya yang berada di rumah mertuanya di Pondok Labu. Sejam kemudian dengan GrabCar, diapun datang bersama ibunya dan si bungsu Rizqy yang kebetulan malam itu nginap di sana.

Dengan meminjam motor pemilik studio yang juga baru datang dari rumahnya. Dibonceng anak saya, kami pergi ke klinik yang berada di jalan KS Tubun. Beruntung, klinik sedang kosong tidak ada pasien, sehingga saya bisa langsung di tangani oleh dokter jaga.

Dari hasil pemeriksaan dokter, dikatakan saya kemungkinan keracunan makanan atau toxic. Dari resep yang dituliskan dokter, dari klinik saya membawa pulang 4 macam obat.

Mengenal Toxic

Bapak Toksikologi, Paracelsus, menyatakan bahwa: Segala sesuatu adalah racun dan tidak ada yang tanpa racun. Hanya dosis yang membuat sesuatu menjadi bukan racun (Dosis solum facit venum).

Racun, toksin dan bisa, adalah tiga kata dengan pengertian yang hampir sama, hanya saja berbeda dalam definisi antara satu dengan yang lainnya. Toksin didefinisikan sebagai racun yang dihasilkan melalui proses biologi, atau biotoksin. Sementara bisa lebih ditujukan kepada cairan beracun yang berasal dari hewan untuk menyerang musuh atau untuk mempertahankan diri melalui gigitan atau sengatan

Pada umumnya zat toxic masuk lewat pernafasan atau kulit dan kemudian beredar keseluruh tubuh atau menuju organ-organ tubuh tertentu. Zat-zat tersebut dapat langsung mengganggu organ-organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru, dan lain-lain. Tetapi dapat juga zat-zat tersebut berakumulasi dalam tulang, darah, hati, atau cairan limpa dan menghasilkan efek kesehatan pada jangka panjang. Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melewati urine, saluran pencernaan, sel efitel dan keringat.

Klasifikasi Racun

Racun dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:
-Racun iritan, yaitu racun yang menimbulkan iritasi dan radang. Contohnya asam mineral, fungi beracun, dan preparasi arsenik.

-Racun penyebab hiperemia, racun narkotik, yang terbukti dapat berakibat fatal pada otak, paru-paru, dan jantung. Contohnya opium, tembakau, konium, dogitalis, dll.

-Racun yang melumpuhkan saraf, dengan meracuni darah, organ pusat saraf dapat lumpuh dan menimbulkan akibat yang fatal seperti kematian tiba-tiba. Contohnya asam hidrosianat, sianida seng, dan kloroform.

-Racun yang menyebabkan marasmus, biasanya bersifat kronis dan dapat berakibat fatal bagi kesehatan secara perlahan. Contohnya bismut putih, asap timbal, merkuri, dan arsenik.

-Racun yang menyebabkan infeksi (racun septik), dapat berupa racun makanan yang pada keadaan tertentu menimbulkan sakit Pyaemia (atau pyemia) dan tipus pada hewan ternak.

Sejarah.

Tulisan tertua mengenai racun ditemukan di Mesir dan berangka tahun sekitar 3000 SM dan dokumen tentang penelitian tanaman beracun yang dilakukan oleh Menes, raja Mesir.

Di dalam sejarah Yunani, racun pernah digunakan sebagai hukuman mati yang disebut Racun Negara atau State Poison. Socrates adalah filsuf yang dihukum mati dengan cara ini. Selama masa pemerintahan kekaisaran Romawi, bila ada keluarga yang tidak disukai, maka untuk menghabisinya dipakailah racun yang dihidangkan di meja makan. Kaisar Nero pernah melakukan hal ini tehadap musuh yang ada di dalam istananya.

Memasuki abad pertengahan, pada tahun 8 Sesudah Masehi, racun semakin berkembang karena ahli kimia Arab berhasil mengubah arsenik menjadi bubuk yang tidak berasa dan tidak berbau sehingga deteksi adanya racun pun sulit diketahui. Pada masa itu, racun biasa diperdagangkan di apotek dan didapatkan oleh publik dengan mudah. Berbagai teks akademis tentang racun juga dituliskan oleh para biarawan, salah satunya adalah The Book of Venoms (1424) oleh Magister Santes de Ardonis yang berisi racun yang diketahui pada masa itu, mekanisme kerjanya, dan cara penyembuhannya.

Ahli kimia Italia berusaha membuat racun yang lebih kuat dari racun sebelumnya dan hal ini menyebar dari Italia ke Paris di abad ke-14 dan 15. Usaha untuk membatasi penjualan racun dilakukan oleh Louis XIV pada tahun 1662 yang mengeluarkan aturan pelarangan apotek untuk menjual senyawa beracun, kecuali kepada pembeli yang telah mendaftarkan tujuan mereka. Pada tahun 1836 dan 1841, Marsh dan Riensch secara terpisah berhasil mengembangkan metode untuk mendeteksi arsenik sehingga banyak orang yang melakukan kejahatan, terutama pembunuhan dengan racun akhirnya dapat ditangkap. Pada abad ke-20, racun mulai diteliti untuk digunakan sebagai senjata dalam peperangan.

Tingkat efek racun terhadap tubuh

Pengaruh efek racun terhadap tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Sifat fisik bahan kimia, yang dapat berwujud gas, uap (gas dari bentuk padat/cair), debu (partikel padat), kabut (cairan halus di udara), fume (kondensasi partikel padat), awan (partikel cair kondensasi dari fase gas), asap (partikel zat karbon).
2. Dosis beracun: jumlah/konsentrasi racun yang masuk dalam badan.
3. Lamanya pemaparan.
4. Sifat kimia zat racun: jenis persenyawaan; kelarutan dalam jaringan tubuh, jenis pelarut.
5. Rute (jalan masuk ke badan), yang bisa melalui pernapasan, pencernaan, kulit serta selaput lendir.
6. Faktor-faktor pekerja, seperti umur, jenis kelamin, derajat kesehatan tubuh, daya tahan/toleransi, habituasi/kebiasaan, nutrisi, tingkat kelemahan tubuh, faktor generik.

Proses Fisiologi

Bahan kimia yang masuk ke badan dapat mempengaruhi fungsi tubuh manusia sehingga dapat mengakibatkan terjadinya gangguan kesehatan atau keracunan, bahkan dapat menimbulkan kematian.

1. Penyebaran racun ke dalam tubuh:
Racun masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir, misal pada jalan pencernaan, pernapasan atau mata. Kemudian melalui peredaran darah akhirnya dapat masuk ke organ-organ tubuh secara sistematik. Organ-organ tubuh yang biasanya terkena racun adalah paru-paru, hati (hepar), susunan saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), sumsum tulang, ginjal, kulit, susunan saraf tepi, dan darah. Efek racun pada tubuh juga akan memberikan efek local seperti iritasi, reaksi alergi, dermatitis, ulkus, jerawat, dan gejala lain. Gejala-gejala keracunan sistematik juga tergantung pada organ tubuh yang terkena.

2. Fungsi detoksikasi hati (hepar):
Racun yang masuk ke tubuh akan mengalami proses detoksikasi (dinetralisasi) didalam hati oleh fungsi hati (hepar). Senyawa racun ini akan diubah menjadi senyawa lain yang sifatnya tidak lagi beracun terhadap tubuh. Jika jumlah racun yang masuk kedalam tubuh relatif kecil/sedikit dan fungsi detoksikasi hati (hepar) baik, dalam tubuh kita tidak akan terjadi gejala keracunan. Namun apabila racun yang masuk jumlahnya besar, fungsi detoksikasi hati (hepar) akan mengalami kerusakan.

Gejala-gejala Keracunan

Gejala nonspesifik: Pusing, mual, muntah, gemetar, lemah badan, pandangan berkunang-kunang, sukar tidur, nafsu makan berkurang, sukar konsentrasi, dan sebagainya.
Gejala spesifik: Sesak nafas, muntah, sakit perut, diare, kejang-kejang, kram perut, gangguan mental, kelumpuhan, gangguan penglihatan, air liur berlebihan, nyeri otot, koma, pingsan, dan sebagainya.

Madu

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin.Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.

Buah Lemon.

Buah Lemon walau rasanya asam, mempunyai manfaat yang banyak bagi tubuh kita, diantaranya dapat kita lihat dibawah ini

1.Membantu menurunkan berat badan
Bagi kamu yang sedang program diet, air lemon dapat menjadi teman terbaik. Polifenol dalam lemon dapat membantu mengurangi nafsu makan.

2. Antibodi
Sudah menjadi rahasia umum kalau vitamin C pada lemon bisa memberikan antibodi tambahan. Manfaat lain dari air lemon, yakni membantu mencegah infeksi.

3. Membantu pencernaan
Selain meningkatkan antibodi, rasa asam dari air lemon dapat membantu mencerna makanan. Kalau kita menambahkan irisan lemon dan parutan lemon ke air, ada manfaat pektin, serat yang ditemukan di daging buah dan kulitnya. Banyak penelitian telah menunjukkan serat dapat memperbaiki pencernaan dan kesehatan usus.

4. Menambah asupan vitamin C
Sumber vitamin C dalam jeruk tak terbantahkan. Vitamin C adalah antioksidan yang membantu melindungi sel melawan radikal bebas, dan melindungi tubuh dari penyakit kanker, dan mempercepat penyembuhan luka. Agar kadar vitamin C dalam jeruk tak berkurang, campurkan perasan air jeruk dengan air hangat suam-suam kuku, bukan dengan air panas.

5. Tetap terhidrasi
Air lemon tidak secara langsung bermanfaat untuk hidrasi. Namun, minum air yang memiliki rasa dapat mendorong lebih banyak untuk mengonsumsi cairan. Menambahkan lemon ke air dapat meningkatkan rasa, maka dapat membantu minum lebih banyak dan memperbaiki hidrasi.

6. Membantu terlihat awet muda
Vitamin C dalam air lemon bisa membantu kondisi kulit tubuh kita. Tentu, ini karena efek vitamin C pada kolagen, yang membantu membentuk jaringan ikat di bawah kulit. Selain itu, hidrasi dari air membantu kulit tetap lebih halus dan memberikan penampilan lebih awet muda.

7. Membantu fungsi hati
Manfaat lain dari lemon yang jarang diketahui adalah membantu fungsi hati sebagai penyaring di tubuh agar bekerja lebih baik. Hati Anda adalah mekanisme alami tubuh untuk membuang racun.

8. Meningkatkan kalium
Biasanya kalium dikaitkan dengan pisang, tapi ternyata lemon juga merupakan sumber yang baik.

9. Melancarkan BAB
Selain membantu fungsi usus dan hati, air lemon bisa menjadi bagian dari cara sehat melancarkan buang air besar (BAB) Jika menambahkan buah lemon ke air, maka dapat membantu kita untuk minum lebih banyak cairan sepanjang hari, dan ini dapat melancarkan BAB.

10. Mencegah batu ginjal
Salah satu penyebab dari batu ginjal adalah dehidrasi. Tapi jangan takut, air lemon membantu menghaluskan ginjal dan mencegah endapan ini. Mengasup air yang berasa asam disebut dapat mengurangi kemungkinan presipitasi. Dengan kata lain, asam dari lemon bisa membantu menjaga agar batu tidak bersatu.

11. Menyegarkan nafas
Manfaat dari air lemon adalah membantu menyegarkan nafas. Jeruk dalam air lemon dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri di mulut, sehingga membantu nafas lebih segar. Tapi, asam lemon dapat mengikis enamel gigi. Oleh karena itu, minum lemon melalui sedotan untuk mengurangi risiko tersebut dan tidak perlu setiap hari mengonsumsinya.

12. Meningkatkan metabolisme
Air lemon salah satu tambahan yang baik untuk rutinitas pagi, sebab bisa meningkatkan metabolisme—sehingga menjaga berat badan tetap sehat dan aktif. Minum tiga kali sehari dapat membantu mempercepat metabolisme serta memberikan rasa kenyang. Manfaat ini akan lebih besar lagi jika kita meminum air lemon dingin.

Natsbee Honey lemon

Kita sudah tahu khasiat dan kegunaan Madu dan Lemon. Kitapun sudah tahu bagaimana menyajikan keduanya. Tapi bagaimana kalau tumpukan pekerjaan membuat kita tak punya waktu untuk menyiapkan semuanya dalam waktu yang cepat dan tepat? 

Tidak perlu khawatir! Saat ini telah hadir dalam bentuk minuman siap saji dengan kompoisi yang tepat untuk menjaga kesehatan kita dan melindungi tubuh kita dari toxic sepanjang hari. NATSBEE Honey Lemon demikian nama minuman tersebut. Rasa madu dan lemonnya yang lembut, menyegarkan tenggorokan dan  nyaman di perut. Minuman inilah yang saya konsumsi saat istirahat dan dalam masa penyembuhan saya. Karena merasakan tubuh saya semakin enak dan nyaman, saya menghabiskan  empat botol Natsbee Honey Lemon dalam dua hari.

Setelah istirahat selama seminggu dan merasakan tubuh saya benar-benar sudah sembuh, saya kembali bekerja lagi. Agar tak mudah kena serangan racun toxic lagi, secara berkala saya meminum Natsbee Honey Lemon untuk untuk membentengi tubuh saya dari racun jahat tersebut.

Natsbee Honey Lemon yang terbuat dari perpaduan madu dan lemon asli dibuat untuk menemani kita dalam menjalani aktivitas. Tidak masalah seberapa padatnya aktivitas yang kita jalani, Natsbee Honey Lemon akan mengembalikan kesegaran tubuh dan menjadikannya bersih kembali dari racun toxic yang mungkin sempat memasuki tubuh kita. 

Untuk membentengi diri Anda, ada baiknya juga Anda mulai meminum minuman berkhasiat ini. Agar hari-hari aktif Anda bersih dari racun toxic yang akan mengganggu aktifitas harian Anda.

#AsikTanpaToxic
#BersihkanHariAktifmu

Sumber rujukan:
-https://bit.ly/2PQuCDg
-https://bit.ly/2wwxGwc
-https://bit.ly/2MDnhZG
-https://bit.ly/2N2yMJE
-https://bit.ly/2PP9w8e

Foto-foto:
-Koleksi pribadi
-Flyer Natsbee

Arena Asian Games 2018 tidak hanya di Jakarta dan Palembang!

Bila kita melihat baliho, iklan ataupun tayangan video maupun berita di televisi, Asian Games 2018 hanya berlangsung di Jakarta dan Palembang, karena hanya dua nama kota itu yang tertulis dengan jelas sebagai kota penyelenggara. Tapi benarkah acara olah raga terbesar se Asia tersebut hanya berlangsung di dua kota  dan dua propinsi tersebut?

Sekitar 40 blogger Banten mendapat undangan dari Kepala Dinas Kominfo Propinsi Banten, Komari, untuk temu blogger berkumpul dan mengunjungi arena olah raga Modern Penthatlon, Asian Games 2018 yang berlokasi di komplek SMA Adria Pratama Mulya, Tiga Raksa, Tangerang, Banten.

Komplek SMA yang berfasilitas boarding school di area seluas 8 hektar tersebut, mempunyai fasilitas lengkap untuk pelaksanaan pertandingan Modern Pentahtlon yang diikuti oleh 9 negara peserta Asian Games. Di samping bangunan lama juga dibangun arena baru guna melengkapi fasilitas yang sudah ada, yaitu kolam renang dengan standar olympiade.

 

 

Bagi yang belum mengenal olah raga Penthatlon, secara sederhana dapat dijelaskan disini.

Penthatlon merupakan gabungan lima olah raga, yaitu:

-Anggar

-Berenang gaya bebas 200 meter

-Berkuda, khusus melompati halang rintang berupa gawang setinggi 100 hinga 120 cm. sebanyak 15 lompatan.

-Lari 3200 meter yang di pecah jadi 4×800 meter di mana saat si atlit mencapai garis finis 800 meter yang berada persis di lapangan tembak, maka dia akan mengambil senjata laser yang sudah disediakan di arena menembak lalu menembak sasaran diam berjarak 10 meter dan melakukan tembakan dan mengenai dengan tepat sasaran 10 kali dalam 50 detik. Selesai menembak si atilt akan melanjutkan lari 800 meter lagi hingga total 4 putaran yang diselingi dengan menembak seperti yang pertama.

Kenapa dinamai Modern Penthatlon? ini disebabkan karena olahraga Penthatlon ini usianya lebih tua dari olympiade. Bapaknya Penthatlon ini adalah juga bapaknya olympiade yang kita kenal saat ini, yaitu,. Baron Pierre De Coubertin

 

Kehadiran Gubernur Banten yang membuat kejutan.

Di saat kami meninjau arena yang sedang dipakai dan menyaksikan 6 atlit Indonesia, belatih di bawah bimbingan mantan atlit aletik nasional Ema Tahapari, yang dipersiapkan untuk Asian Games tersebut, kami juga mendapat surprise dengan hadirnya gubernur Banten H Wahidin Halim. beserta beberapa orang pejabat dinas propinsi Banten dan pejabat sementara bupati Tangerang.

 

Untungnya kehadiran orang nomor satu di Propinsi Banten ini setelah kami selesai menyaksikan para atlit Penthatlon ini berlatih, sehingga konsentrasi kami menyaksikan pelatihan begitu juga para atlit tak terganggu, dan para blogger dan atlitpun dengan segera merubung ke gubernur yang juga masuk ke arena pelatihan, menyaksikan situasi dan kondisi arena yang akan dipakai nantinya dan juga berkenalan langsung dengan para atlit, pelatih maupun panitia serta pengelola SMA Adria Pratama Mulya ini. Kehadiran Gubernur pun nampaknya ikut menaikkan semangat para atlit yang sedang berlatih, hingga sempat melakukan foto bersama beberapa kali.

Gubernur  Wahidin Halim sangat mengapresiasi acara Gathering Blogger Banten ini, yang kali ini sengaja memilih  lokasi di SMA Adria Pratama Mulya (APM) Equestrian Centre, Tigaraksa, Tangerang, Banten, yang merupakan lokasi yang akan dijadikan salah satu Venue Asian Games 2018 untuk cabang olahraga Modern Pentathlon pada tanggal 31 Agustus dan 1 September 2018 nanti.

Kepala Diskominfo Komari mengungkapkan empat tujuan utama diadakannya kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kreativitas serta inovasi melalui hobi menulis, meningkatkan kelembagaan maupun komunitas yang ada, menjadi jejaring pembangunan Provinsi Banten, serta dapat mensosialisasikan cabang olahraga yang ada di Asian Games khususnya Cabang Modern Pentathlon yang akan dilangsungkan di Banten

Selesai mengikuti peninjauan gubernur di indoor arena, foto bersama atlit dan gubernur, kami para blogger memisahkan diri untuk melakukan peninjauan ke arena lainnya. Dari indoor arena kami keluar ke outdoor arena dimana nantinya arena ini adalah arena untuk menembak, yang merupakan salah satu dari 5 olahraga yang tergabung dalam Penthatlon. Selanjutnya kami mengunjungi ruang makan siswa yang nantinya juga akan berfungsi sebagai tribun VIP yang menghadap ke lapangan tembak.

Dari lapangan tembak kami mengunjungi kandang kuda atau yang akan dipakai dalam kejuaraan nanti. Sayangnya kandangnya cukup tinggi, dan kudanya juga menunduk terus menikmati makan siangnya, sehingga kami tidak bisa melihat dengan jelas kuda-kuda hebat tersebut.

Lepas dari kandang kuda kami mengunjungi asrama pelajar, tapi hanya melihat dari luar. Arena terakhir yang kami kunjungi yaitu kolam renang. Kolam renang ini benar-benar fasilitas baru yang dibangun guna untuk jadi arena Penthatlon Asian Games 2018 ini.

Saat mengunjungi arena Penthatlon ini, kami didampingi oleh Ahmad Munawar, PR dan Marketing Yayasan APM. Serta Glenn Clifton, seorang pelatih penembak nasional Perbakin.

 

Menikmati Car Free Day Bersama Natur

Sudah lama saya tidak mengunjungi jalan MH Thamrin maupun jalan Sudirman, untuk menikmati keramaian hari bebas kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal sebagai Car Free Day, setiap hari Minggu pagi.

Namun Minggu (8/7/2018) kemarin, saya mengunjunginya lagi. Hal ini dikarenakan saya mengikuti ajang promosi Natur Hair Care  #KuatDariAkar yang mengambil tempat di Tosari, tidak jauh halte busway Tosari.

Berangkat dari kost di Kota Bambu dengan Grab, jam enam kurang saya sudah sampai di Lokasi. Saat mau registrasi di booth, petugasnya pun masih bersiap, tidak ketemu di laptop mereka lalu mencari nama saya di daftar yang sudah di cetak dan ketemu nomor 50.

Tidak lama berselang pic acara ini, ibu Sumiati Supriasih juga datang dan mengambil tempat di belakang booth registrasi, dan membagikan goodiebag kepada kami para blogger yang ikut sebagai peserta dan juga sudah melakukan registrasi ulang.

Acara pagi itu dipusatkan di panggung Natur, untuk menyemarakkan dan membangkitkan semangat serta mengeluarkan keringat, setelah acara dibuka oleh mc lalu dilanjutkan dengan senam Zumba yang dipandu oleh Instruktur Tommy Dewantara dan dua asisten wanita dengan seragam olahraga.

Karena tidak siap untuk mengikuti senam ini, mengingat gerakannya yang cukup cepat sementara fisik saya tak mendukung, maka saya lalu mengabadikan video senam massal ini dengan hp yang dapat kita saksikan di sini.

Melihat gerakan senam Zumba ini, ingin rasanya ikut senam bersama. Gerakannya yang cepat dan bergerak dinamis mengikuti hentakan bunyi musik membakar lemak dan mengucurkan keringat, sayang faktor U tak bisa dibohongi, saya harus tahu diri agar tak rontok di tengah keramaian yang memenuhi jalan Thamrin.

Selesai senam acara dilanjutkan dengan tip bagaimana merawat rambut agar tetap sehat. Tasya Farasya seorang Beauty Influencer, menjelaskan bagaimana merawat rambut. Bagi yang kerap cetok rambut, musti dimbangi dengan jadwal keramas secara berkala. Tasya yang memiliki jenis rambut keriting, membutuhkan lebih banyak conditioner serta moustiriser untuk merawat rambutnya.  Tasya juga menyarankan agar tidak terlalu sering melakukan cetok rambut, agar rambut tidak cepat rusak dan patah.

Selain Tansya juga hadir Luna Maya yang menekankan untuk memilih produk perawatan rambut yang benar. Sebagai artis yang sering berada di luar ruang untuk shooting, rambut Luna sering terbakar matahari, begitu juga saat berada di ruang AC yang lembab,  sehingga mudah lepek. Untuk memelihara rambutnya, Luna Maya suka keramas dengan shampo yang aman, yaitu shampo yang tidak terlalu banyak mengandung bahan kimia, serta ingridientnya dibutuhkan oleh rambut.  Banyak yang beranggapan shampo dengan busa banyak itu bagus, pada hal pendapat ini tidak tepat. Busa banyak menunjukkan unsur kimia seperti soda, justru tidak bagus untuk kesehatan rambut. Hingga akhirnya Luna Maya memakai shampo Natur, merasakan manfaatnya yaitu akar rambut yang kuat, dan itu sudah berjalan selama tiga tahun.

Saya mengikuti program  #Naturgreenaction, dimana para peserta bisa menukarkan botol plastik kosong dengan produk natur. Sayapun mendapatkan produk seperti yang saya peragakan di atas.

 

Diajak Ngabuburit Oleh Bus Transjakarta

 

Selesai mengikuti peluncuran sebuah merek smartphone di Ballroom Hotel Grand Sheraton Gandaria City kemarin sore (4/6/18). Dibawah terik matahari yang masih menyengat sekitar pukul 16, saya berjalan menuju halte busway Kebayoran Lama yang jaraknya dari hotel sekitar 1 kilometer. Rencananya saya akan naik bus Transjakarta jurusan Kebayoran Lama – Grogol yang melewati Slipi, nanti dari Slipi menyambung dengan mikrolet jurusan Tanah Abang.

Tidak ingin kartu Danamon Flazz saya kehabisan saldo untuk naik busway, di Halte Busway Kebayoran Lama itu saya lalu mengisi deposit duapuluh ribu. Saat menunggu kartu flazz saya diisi seorang penumpang mendekat ke loket, lalu minta tiket transit ke Tanah Abang.

Selesai menambah saldo saya lalu menanyakan kepada petugas loket apakah saya bisa memakai kartu Danamon Flazz di busway yang ke Tanah Abang itu, yang kemudian dijawab bisa. Sayapun lalu berjalan menuju bus Trasjakarta jurusan Tanah Abang tersebut. Hal itu saya lakukan karena bus yang jurusan Kebayoran Lama – Grogol belum ada di halte.

Saat saya naik dan mencari tempat duduk di dalam bus Tranjakarta tersebut, terlihat hanya beberapa orang penumpang, tidak sampai sepuluh orang. Tidak menunggu lama, bus pun berjalan.

Ini adalah pertama kali saya menaiki busway jurusan Kebayoran Lama – Tanah Abang, jadi saya tidak begitu tahu jalur mana yang akan di tempuhnya, saya hanya mengira-ngira. Yang saya yakini bus ini akan melewati kawasan Permta Hijau dan terus melewati Stasiun Palmerah. Yang belum bisa saya pastikan adalah sampai di Slipi bus ini akan melewati jalur mana, apakah akan belok kiri melewati perapan Slipi, lalu belok kanan lagi melewati Petamburan, atau dari Palmerah lurus menuju Pejompongan dan nanti di Karet belok kiri menuju Tanah Abang.

Jam baru melewati beberapa menit dari pukul empat sore, saya memperkirakan akan sampai di studio di Kota Bambu sebelum magrib, bahkan mungkin bisa istirahat sejenak menunggu datangnya azan magrib, saatnya bebuka puasa. Karena kalau diambil garis lurus, jarak Kebayoran Lama ke Kota Bambu ini hanya sekitar 6 kilometer.

Setelah memutar berbalik arah di halte Kebayoran Lama, bus melaju sepanjang Simprug lalu menanjak di jembatan layang Permata Hijau lalu memutar kekiri 360 derajat sambil menurun menuju kawasan Permata Hijau, Stasiun Palmerah dan Jembatan layang Slipi.

Karena saat itu memang jamnya bubaran kantor, maka sepanjang jalanan yang saya lewati sudah mulai padat merayap, dan semakin padat hingga sampai di Jembatan layang Slipi pukul 5 lewat beberapa menit.

Seperti dugaan saya semula, saat sampai di Jembatan Slipi, bus Transjakarta yang saya tumpangi ini mengambil jalur lurus ke arah Pejompongan. Dengan bermuaranya kendaraan yang dari arah Permata Hijau dan dari arah Grogol di bawah jembatan Slipi ini, maka jalur yang menuju Pejompongan ini semakin padat, sehingga kendaraan yang lewat disana mulai merayap, macet.

Mengalami macet sepanjang jalan Pejompongan, saya membatin kalau harapan untuk sampai di Kota Bambu sebelum azan magrib semakin menipis.Hanya saja saya tidak tahu posisi saya nanti saat datangnya azan magrib. Harapan saya mudah-mudahan jangan di saat saya masih dalam perjalanan dengan bus Transjakarta ini, sebab saya tidak punya persiapan untuk berbuka di atas kendaraan, walaupun saya membawa bekal yang diberikan saat usai acara tadi, tapi saya merasa tidak nyaman berbuka sendiri di dalam bus, sementara penumpang yang lain masih puasa karena tidak punya bekal.

Pergerakan bus semakin tersendat saat mendekati persimpangan Karet. Jam di handphone saya sudah menunjukkan pukul 17.29, berarti 18 menit lagi menjelang datangnya azan magrib.

Saat melewati persimpangan Karet dan memasuki jalan Mas Mansyur menuju Tanah Abang, jalan bus lumayan bisa lebih cepat dari sebelumnya, karena kemacetannya tidak separah di Pejompongan. Hanya saja waktu berbuka juga semakin dekat, hanya tinggal beberapa menit.

Sampai di halte terakhir bus Tranjakarta yang berada dekat masjid Al-Makmur, Tanah Abang. Saya turun dan segera berjalan melewati pasar Tanah Abang Blok B. Persis saat berjalan di bawah jembatan Metro Tanah Abang di depan Blok A, azan magrib pun berkumandang…

Sambil tetap berjalan, saya melihat di sepanjang kaki lima orang sudah berbuka puasa, di warung-warung kaki lima maupun di dekat pedagang minuman kemasan. Tapi saya tidak begitu nyaman untuk ikut berbuka disana. Saat sampai di depan jalan Tanah Rendah, dikejauhan saya melihat ada mushalla, sayapun lalu berjalan menuju mushalla tersebut.

Baru saja saya sampai di depan mushalla yang dipadati orang yang lagi berbuka puasa dan belum sempat meletakkan tas dan tentengan, saya langsung disongsong dan disodori air minum oleh salah seorang pengurus mushalla, dan seorang lagi menyodorkan piring yang berisi lontong, gorengan, bakwan dan bihun untuk berbuka puasa.

Setelah meletakkan-tas dan tentengan, baru saya meminum air kemasan yang diberikan tadi, dan mengambil piring yang berisi takjil untuk berbuka puasa. Tapi sebelum memakan takjil saya lebih dulu mencuci tangan dan sekalian berwudhuk, persiapan untuk shalat magrib. Untuk menghargai takjil yang diberikan pengurus mushalla, saya tidak  mengeluarkan bekal yang diberikan di hotel Sheraton tadi, dan menikmati apa yang sudah terhidang di hadapan saya.

Selesai berbuka dan shalat magrib berjamaah, saya melanjutkan perjalanan ke Kota Bambu, jalan kaki lebih 1 kilometer melewati jembatan layang Jati Baru yang melintasi stasiun Tanah Abang, dengan kondisi yang lebih segar dari sebelumnya. Sambil jalan santai ditemani sore yang semakin gelap, pengalaman diajak ngabuburit oleh bus Trasnjakarta itupun membuat saya tersenyum…

 

Polisi Itu Gagal Menakut-nakuti Aku…

1965

 

Walau Panti Asuhan atau asrama kami sudah pindah dari Bunian yang batasnya dengan pasar Payakumbuh hanya pagar belakang kantor Bupati 50 Kota,  ke Padang Tiakar yang jauhnya sekitar 1,5 kilometer, tidak membuat aku merasa berjarak dengan pasar tempat aku bermain setiap hari. Bila lonceng bubaran sekolah telah berbunyi, aku segera pulang ke asrama.

Sampai di asrama hal pertama yang aku lakukan sebagaimana teman lain adalah shalat zuhur. Selesai shalat kami lalu mengambil jatah makan siang kami yang sudah dibagi rata untuk masing-masing anak, dengan sedikit perbedaan pada takaran nasi. Untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar nasinya tidak sebanyak untuk yang telah SMP atau SMA, yang dalam istilah kami di asrama namanya “nasi gadang dan nasi ketek”.

Selesai makan, aku langsung berjalan ke pasar Payakumbuh. Karena arena bermainku selalu di pasar, maka di asrama aku dijuluki pimpinan Panti sebagai preman pasar, padahal baru kelas 2 SD! hehehe… Untung saja teman-teman tak pernah memanggil atau ikut-ikutan memberikan julukan preman pasar itu kepadaku.

Sampai di pasar, hal pertama yang aku lakukan adalah singgah ke Pangkas Sinamar yang berlokasi di jalan Karya. Sampai di sana aku membaca koran Haluan yang terbit hari itu. Aku tak pernah memilih berita yang aku baca, aku juga tidak tahu apa itu berita politik, ekonomi, kriminal atau yang lainnya, kecuali berita olahraga, pilihan pertama bila aku membuka Harian Haluan itu. Aku bisa menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk membaca isi koran itu, sehingga begitu selesai membaca wawasan dan pengetahuan umumku semakin bertambah. Untungnya saat itu sebelum meletusnya G 30 S PKI, jadi isi beritanya masih bersih dari kejadian yang merenggut nyawa ribuan manusia itu, selain 7 jenderal yang terkubur di Lubang Buaya.

Bila hari Minggu atau hari libur, maka durasi aku di pasar itu lebih panjang lagi. Kalau tidak ada kegiatan berkebun bersama atau gotong royong lainnya di asrama, maka pukul 8 pagi selesai sarapan bubur putih yang ditemani sayur sisa semalam yang kadang rasanya sudah berubah, aku sudah meluncur ke pasar. Karena masih pagi, pangkas Sinamar belum buka, maka aku sering pergi ke pustaka Hizra, agen surat kabar di Payakumbuh. Tapi karena tidak ada tempat duduk dan membaca korannya juga sambil mengintip koran yang masih terlipat, maka acara bacanya tidak sepuas seperti di Pangkas Sinamar.

Selesai membaca koran aku lalu pergi ke los tembakau, menuju lokasi kuliner yang berada di samping los tembakau berupa warung dengan payung raksasa berdiameter 3 meter, tempat bermacam pedagang membuka warung menjual lontong, cendol, es tebak, soto dan sebagainya. Aku pergi ke warung cendol pak Bahar, membantu mencuci piring, sendok, mangkok dan gelas kotor dari pelanggan yang barusan jajan di sana. Bila hari libur warung cendol itu cukup ramai, sehingga sering pemiliknya kewalahan melayani pelanggan.

Karena kebandelanku yang sudah sedemikain rupa menurut pimpinan asrama, maka suatu kali aku bertemu dengan salah seorang kakak senior di Panti, yang biasa kami panggil Uda Helmi di pasar. Saat itu aku sedang bermain di lokasi pasar malam yang saat itu masih sepi karena masih siang. Saat melihat-lihat pedaganag memajang dan merapikan dagangannya. Saat itulah seseorang memanggilku, saat aku melihat ke arahnya baru aku tahu kalau kakak senior itu yang datang.

Tanpa banyak tanya dia lalu memegang tanganku dan menggiringku ke kantor polisi atau tepatnya pos polisi yang berada di samping kantor bupati, dan tidak begitu jauh dari tempat kami berdiri. Dalam hati aku bertanya untuk apa aku dibawa ke pos polisi?. Pertanyaan itu baru terjawab saat kami sudah masuk dan duduk di dalam pos polisi tersebut. Kami duduk di bangku panjang yang ada di dalam kantor polisi itu. Aku disuruh duduk di ujung bagian dalam, sementara uda Helmi duduk di tengah yang lebih dekat ke pintu keluar. Mungkin dia berpikiranuntuk berjaga-jaga kalau aku akan lari saat diinterogasi polisi.

Setelah kami duduk lalu polisi bertanya kepada uda Helmi, apa tujuan kami ke kantor polisi tersebut. Uda Helmi lalu menceritakan kenakalanku yang selalu bermain di pasar, menjadi preman pasar dan jarang berada di asrama. Pokoknya semua kebandelanku di ceritakan disana, dan dia minta pak polisi memberi pelajaran kepadaku agar berhenti jadi preman pasar dan kembali berada di asrama sebagai anak panti yang patuh dan rajin belajar.

Pengalamanku sering berada di camp tentara saat terjadi pergolakan PRRI 7 tahun sebelumnya, membuatku tak merasa takut saat berhadapan dengan polisi itu. Walau polisi tersebut saat itu mengeluarkan pistolnya, aku cuek saja, karena aku pernah melihat berbagai macam senjata di camp tentara yang berada di nagari Magek yang bersebelahan dengan kampungku Kamang. Ukuran senjatanyapun bermacam-macam, mulai dari pistol maupun senjata laras panjang.

Oleh karena itu aku sudah yakin polisi itu tidak akan menembak aku, mungkin maksudnya hanya untuk menakut-nakuti aku dengan meletakkan pistolnya di atas meja sambil sesekali memegang dan membersihkan pistol tersebut, sambil tetap berbicara menasehatiku yang kadang disertai ancaman akan dikurung di pos polisi tersebut.

Selesai di interogasi yang lebih banyak berisi nasehat oleh pak polisi, kami lalu pulang ke asrama. Aku tidak tahu apa yang diceritakan uda Helmi kepada ibu pimpinan panti tentang keberhasilannya menggiring aku ke kantor polisi, yang jelas dari jauh mereka begitu serius mendengarnya, sementara aku masa bodoh saja duduk di aula, sambil sesekali melirik ke tempat mereka ngobrol. Tapi yang pasti, besoknya pulang sekolah aku sudah bermain di pasar lagi! Dasar anak badung, hehehe…

 

Artikel ini juga di terbitkan di www.kompasiana.com/diankelana