Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (5)

Aku dibawa Umi ke bok

 

Sore, setelah shalat ashar, umi bersiap untuk kembali ke bok. Kakakku satu persatu mulai memperlhatkan ketidak relaannya umi kembali masuk tahanan. Tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa, yang dapat mereka lakukan hanyalah menangis, ada yang sesungukan dan ada pula yang hanya terdiam membisu dengan pandangan mata menerawang, sementara airmatanya mengalir membasahi pipinya yang setiap saat dihapus dengan kain panjang yang dikenakannya . Aku hanya diam dan membisu, memperhatikan umi berbenah. Umi juga kulihat tak kuat menahan kesedihannya untuk berpisah lagi dengan anak-anaknya. Air matanya tergenang, namun di tahan agar tak pecah menjadi tangisan dan memperburuk suasana. Lanjutkan membaca “Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (5)”

Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (4)

Pulang untuk Pergi…

Hampir seminggu umi di tahan, aku bergantian dengan uda Des di ajak oleh anduang Ipah menjenguk umi. Pada hari kelima, pagi, ketika matahari belum lagi sepenggalahan, disaat semua anggota keluarga sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan aku sedang bermain sendirian di halaman rumah gadang, kami dikejutkan oleh hal yang tak kami duga sebelumnya, umi pulang!

Kami semua terkejut dan berhamburan menyambut kedatangan umi. Wajah-wajah yang selama beberapa hari ini kuyu tak bergairah dan kehilangan semangat hidup, saat itu bercahaya agi. Kami semua berlarian mendekati umi. Semuanya ingin sekaligus memeluk umi,  tangis bahagiapun pecah. Umipun memeluk anak-anaknya satu persatu, membelainya dengan penuh kasih sayang. Akupun kembali dapat menikmati pelukan umi yang hangat dan menenteramkan hati. Begitu lama umi mendekap dan menciumi aku dengan airmata yang tak berhenti mengalir, saat itu seakan-akan umi hanyalah milikku sendiri… Lanjutkan membaca “Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (4)”

Fotografi Untuk Pemula: Kenali Kamera Digital Anda

 

Setelah mengenali seluk beluk kamera konvensional yang juga sering disebut sebagai kamera analog, kita beralih untuk mengenal kamera yang saat ini sedang booming dan mulai menguasai pasar perlengkapan fotografi, dan secara pelan tapi pasti mulai menggusur keberadaan kamera konvensional, yaitu kamera Digital.

Perkembangan dunia elektronika yang telah memasuki era nano tehnologi, sehingga peralatan elektronik yang tadinya berukuran besar dan memakan tempat, kini hadir dalam bentuk yang kecil dan bisa dimasukkan kedalam kantong. Lanjutkan membaca “Fotografi Untuk Pemula: Kenali Kamera Digital Anda”

Berkelana di Ranah Minang (1): Keberangkatan Yang Terburu-buru

Untuk suatu tugas, saya harus meninggalkan Jakarta. Agar tak kesepian di jalan, saya akan mengajak Anda para Kompasianer mengikuti perjalanan saya yang mungkin akan memakan waktu sekitar sepuluh hari. Tapi walaupun saya mengajak Anda, kalau tiba giliran di potret hanya sayalah yang akan tampil…hehehe, Anda sekalian cukup menikmati saja. Kecuali kalau nanti di perjalanan saya bertemu dengan kompasianer lain, barulah dia akan saya tampilkan. Jadi nggak usah ngiri ya!

Lanjutkan membaca “Berkelana di Ranah Minang (1): Keberangkatan Yang Terburu-buru”

Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (3)

Menjenguk Umi

Tiga hari setelah ditahan, selepas shalat zuhur, aku diajak oleh anduang Ipah, kakakku yang nomor dua. Katanya pergi menjenguk umi yang lagi di tahan di bok tentara pusat di Magek, nagari tetangga kami.

Aku sungguh tak bisa membayangkan, bagaimana senangnya hatiku saat itu. Aku akan bertemu umi lagi! Rasanya dunia ini terasa begitu lega, dan akulah yang paling bahagia saat itu. Tak sabar rasanya untuk bertemu umi, bayangan umi dengan senyumannya yang selalu dapat menyejukkan hatiku, umi yang bisa mendamaikan bila aku bertengkar dengan uda Des, kakak laki-lakiku yang umurnya dua tahun diatasku. Umi yang dapat menenteramkan hatiku, bila aku tengah cemburu melihat kebahagiaan adik sepupuku dengan papanya. Lanjutkan membaca “Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (3)”