Harga dan Spesifikasi Smartwatch Samsung Terbaru

Di era modern ini, perkembangan teknologi semakin berkembang jauh, melebihi bayangan kita di awal tahun duaribuan. Berbagai produk terbaru dihasilkan dan dipamerkan mulai dari mobil canggih, ponsel pintar dan jam tangan pintar yang sering disebut smartwatch. Ya, kini, Anda dapat memiliki jam tangan yang tak hanya untuk mengetahui pukul berapa saat ini, namun juga berkomunikasi layaknya ponsel. Meski tidak secanggih ponsel, namun teknologi smartwatch mampu berkolaborasi dengan smartphone untuk kemudahan yang lebih praktis bagi penggunanya. Salah satu produk yang dapat Anda miliki adalah Smartwatch Samsung terbaru yang baru saja rilis.

Spesifikasi Produk Smartwatch dari Samsung

Smartwatch Samsung terbaru  rilis dengan harga Rp 4 jutaan. Tentunya harga yang fantastis tersebut diimbangi dengan spesifikasinya yang lengkap dan memudahkan penggunanya. Smartwatch ini hadir dengan varian tiga warna yaitu silver seharga 4,5 juta rupiah, serta midnight black dan rose gold dengan harga 4,3, juta rupiah. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh diameter jam tangan yang lebih kecil yaitu 42 milimeter pada varian warna midnight black dan rose gold, serta 46 milimeter untuk varian warna silver. Tak hanya anggun dalam hal tampilan, jam tangan pintar ini juga dilengkapi berbagai fasilitas unik dan istimewa. Apa sajakah kira-kira fiturnya? Yuk simak ulasannya berikut!

Baterai yang Tahan Lama

Salah satu fitur unggulan dari Smartwatch Samsung terbaru ini adalah daya tahan baterai yang mampu bertahan lama. Anda dapat membandingkan hal ini pada seri jam tangan Samsung sebelumnya. Ketahuilah, kapasitas baterai seri ini berbeda untuk setiap ukuran diameternya. Untuk versi 46 mm, kapasitas baterai yaitu 472 mAh sedangkan untuk versi 42 mm kapasitas baterainya 270 mAh. Proses pengisiannya juga mudah yaitu secara wireless atau tanpa kabel.

Menurut pendapat beberapa orang, seri Smartwatch Samsung terbaru cocok dipakai untuk cewek karena desainnya yang feminim sekaligus ukuran diameter yang kecil. Jadi, pastikan jam tangan pintar ini sebagai referensi kado untuk teman wanita Anda ya!

Intelligent Timekeeping

Keunggulan kedua dari fitur arloji pintar ini adalah intelligent timekeeping yang berfungsi sebagai private guide. Artinya, arloji ini dapat mengingatkan aktivitas rutin Anda ketika lupa untuk melakukannya berupa getaran pemberitahuan. Kinerja batu ini sangat canggih dan cepat karena didukung oleh prosesor Exynos 9110 dual core dengan kecepatan 1.15 GHz serta sistem operasi berupa Tizen 4.0.

Personalized Fitness Training

Fitur unggulan yang ketiga dari Smartwatch Samsung terbaru ini adalah adanya personalized fitness training yang tersedia 39 exercise. Smartwatch ini juga akan mencatat hasil latihan yang dilakukan penggunanya. Tak hanya itu, arloji pintar ini juga memberikan fitur berupa pengingat jadwal exercise sekaligus deteksi stress lebih dini. Jadi, ketika jadwal tubuh dan pikiran Anda tengah stres, smartwatch akan memberikan tanda berupa getaran sekaligus notifikasi untuk lebih rileks dan bernafas lebih pelan. Setelah pengguna melakukan saran yang diberikan smartwatch, perlahan stress pun akan menurun. Smartwatch juga akan bergetar ketika tiba waktu pengguna melakukan fitness. Jadi, tubuh akan terjamin kesehatannya.

Nah, itulah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh arloji pintar dari Samsung. Bagi Anda yang tertarik untuk memilikinya, pastikan untuk mendapatkan produk tersebut di situs jual beli online terpercaya Bukalapak. Tersedia berbagai produk smartwatch Samsung terbaru yang dapat Anda pilih dari toko-toko online yang bergabung. Silakan pilih kriteria arloji yang sesuai selera Anda. Pastikan Anda mendapatkan produk dengan kualitas dan harga terbaik, ya!

Pemenang Quiz Toilet

Toilet duduk tanpa Bidet

Mohon maaf sebelumnya, ya! atas keterlambatan pengumuman pemenang Quiz tentang toilet yang saya posting sebelumnya. Hal ini disebabkan terblokirnya kartu halo saya yang dipakai untuk online, karena terlambat membayar tagihan dari Telkomsel. Alesan… 🙂

Bukan disengaja, tapi kesibukan kerja di studio, membuat saya juga jarang online, kalaupun saya online, hanya sekilas-sekilas. Mungkin terlihat saya selalu dalam keadaan online, itu disebabkan karena saya memakai hp yang selalu aktif.

Kembali ke toilet, eh, komputer 🙂 

Kalau kita perhatikan foto toilet di atas, dengan jelas kita lihat klosetnya adalah kloset type duduk, bukan type jongkok. Kloset model ini adalah kloset model lama, karena belum dilengkapi dengan Bidet.

Bidet yaitu sebuah peralatan tambahan yang dipasang di atas kloset duduk, yang di bawahnya terdapat sebuah ujung kran.  Saat dipakai, bidet ini akan menyemprotkan air membersihkan kotoran di bagian bawah tubuh kita, seperti terlihat pada gambar bawah. 

Kloset duduk yang sudah dilengkapi Bidet

Nah jawaban dari quiz yang saya tanyakan pada postingan kemarin adalah: Karena tidak adanya bidet untuk penyiram setelah buang air, makanya sering pemakai kloset ini jongkok di atas kloset. Ketika urusan buang kotoran sudah selesai, si pemakai tidak  turun dari kloset, tapi tetap jongkok di sana, lalu mengambil shower dan menyemprotkan air untuk membersihkan sisa kotoran yang tertinggal di bagian bawah tubuhnya.

Dari tiga komentar yang masuk, tidak satupun yang menjawab dengan tepat. Tapi saya menghargai semua jawabannya, makanya ketiganya akan saya beri hadiah masing-masing 1 novel saya. Karena kalendernya hanya ada 1, maka saya memberikan kalender ini kepada pemberi komentar pertama. 

Untuk yang berada di Jakarta, hadiahnya akan saya kirim langsung. Yang berada di luar Jakarta, saya hanya akan menanggung ongkos kirim Rp.10.000,- sisanya ditanggung pemenang. 

Silakan kirim alamatnya kepada saya melalui inbox FB, atau melalui WA. Terimakasih atas keikutsertaannya.

Quiz Berhadiah Buku Balita PRRI

Saat aplikasi mobile banking saya bermasalah, saya lalu pergi ke salah satu cabang bank yang mengeluarkan aplikasi mobile banking tersebut.

Lagi antri, saya merasakan ada yang tidak beres dengan perut saya, ada yang memdesak ingin keluar. Saya lalu pergi ke toilet bank tersebut. Begitu sampai, alhamdulillah toiletnya kosong sehingga tak perlu antri. Seandainya saya juga harus antri, nggak tahu deh apa yang akan terjadi… kwkwkwk

Begitu masuk ke toilet yang terlihat bersih dan pasti akan membuat nyaman siapapun yang masuk, saya melihat sebuah kejanggalan. Saya lalu memotret jamban yang ada di dalam kamar berukuran lebih kurang 1 x 2 meter tersebut, karena saya menemukan sebuah ide dari apa yang saya lihat disana. 

Nah, pertanyaannya sekarang adalah: Apakah kejanggalan yang terdapat di dalam toilet tersebut? 

Silakan tulis jawabannya di kolom komentar. Pemenangnya adalah yang memberikan jawaban paling tepat beserta alasannya.

Pemenangnya akan saya umumkan hari Senin tanggal 11 Februari dan akan mendapatkan 1 buku saya Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI dan sebuah kalender meja.

Menuju Kota Harapan!

Setelah menempuh jalan desa yang hanya beralaskan tanah atau sebagian tempat berpasir dan berbatu, begitu sampai di Baso kami bertemu jalan raya beraspal hitam. Kami menyeberangi jalan itu. Aspalnya yang panas diterpa panas matahari, membuat kakiku yang tanpa alas juga kepanasan. Aku menyeberang cepat-cepat. Tanganku yang tadi dipegang oleh pak Uwo aku lepaskan. Aku berlari menuju ke seberang jalan sambil meringis menahan panasnya aspal.

Sampai di seberang aku berdiri di sisi rel yang ditumbuhi rumput, menunggu pak Uwo yang menyusul di belakangku. Setelah pak Uwo berada di dekatku, kami lalu menyeberangi rel dua jalur dan terus berjalan menuju stasiun. Belum ada kereta di Stasiun Baso itu, karena kereta apinya belum datang.

Sampai di ruang stasiun kami menjumpai cukup banyak calon penumpang yang juga sedang menunggu kereta api. Kami lalu duduk di bangku panjang yang menempel ke dinding ruang tunggu. Stasiun ramai seperti pasar, karena stasiun Baso itu memang berada di seberang Pasar Baso. Sementara aku duduk, pak Uwo lalu mengatakan kepadaku agar tidak kemana-mana, karena pak Uwo akan pergi ke loket membeli karcis kereta.

Sekembalinya pak Uwo membeli karcis, beliau kembali ke tempat aku duduk, tempat duduk yang ditinggalkannya tadi sudah diisi orang lain. Pak Uwo menyuruh aku berdiri, kemudian beliau menggantikan tempat dudukku.  Sambil berdiri aku meraba sekitar celanaku yang tadi basah sewaktu menyeberang sungai. Nampaknya bagian luar semuanya sudah kering, kecuali bagian dalam di sekitar kantong, masih terasa agak lembab.

Di seberang jalan raya depan stasiun, berderet toko-toko yang menjual bermacam barang dagangan. Bahkan ada yang di depan tokonya menumpuk buah pisang yang belum dipisahkan dari tandannya, dan ada juga yang tokonya penuh dengan berkarung-karung beras hingga melimpah dan menumpuk ke bagian depan tokonya.

Dari obrolan calon penumpang kereta api yang juga duduk di ruang tunggu stasiun itu, aku mendengar kalau pisang dan beras itu akan dikirim ke Pakanbaru, dimana aku pernah merantau bersama dua kakakku 4 tahun sebelumnya.   

Di ujung deretan pertokoan terdapat los Pasar Baso, bersebelahan dengan lapangan sepakbola. Karena memang hari Minggu adalah hari pasarnya Pasar Baso, maka pasar itupun penuh sesak oleh pedagang maupun pengunjung yang berdatangan. Tidak hanya dari sekitar Baso, tapi dari nagari-nagari lain di sekitar Baso. Keluarga ayahku di Guguak Rang Pisang pun sering ke Pasar Baso ini.

Cukup lama kami menunggu hingga kereta datang. Capek berdiri, juga karena berjalan sejak dari kampung tadi, mataku mengantuk. Dalam keadaan bersandar di kaki pak Uwo, kadang-kadang badanku oleng, dan segera dipegangi oleh pak Uwo sambil menggoyangkan badanku hingga aku terbangun lagi, walau dalam keadaan mataku masih berat.

Akhirnya kereta yang kami tunggu datang juga. Dari jauh kedengaran suara peluitnya yang khas melengking tinggi dengan suara cuit, cuit… serta asap hitam yang mengepul dari lokomotifnya. Para penumpang di stasiun segera bersiap-siap, termasuk kami. Pak Uwo bangun dari bangku yang didudukinya, sambil memegangi tanganku kami berjalan mendekati peron.

Setelah kereta memasuki stasiun dan berhenti, aku lihat cukup banyak juga penumpang yang turun. Penumpang yang menunggu di bawah berebutan naik, sehingga tangga kereta menuju pintu masuk gerbong yang terletak di ujung dekat persambungan antar gerbong, menjadi sempit karena berdesakan.

Karena kami tak membawa barang seperti kebanyakan penumpang lain, dengan cepat kami bisa naik ke atas kereta dan mendapatkan tempat duduk di pinggir dekat jendela, bukan di bangku tengah yang tidak ada tempat bersandarnya. Ini adalah kedua kalinya aku naik kereta api, setelah dulu aku pernah ke Bukittinggi bersama kakakku.

Kereta berhenti cukup lama. Penumpang di sebelah kami mengatakan, lokomotifnya minum dulu. Aku tak mengerti apa maksudnya lokomotif minum dulu, aku menyimak saja apa yang di bicarakan orang itu. Selagi menunggu kereta berangkat, aku mendengar suara cuitan kereta api dari arah berlawanan masuk stasiun meleweati rel kosong yang berada di sebelah kereta yang kami tumpangi. Orang di dekatku mengatakan, bahwa kereta yang baru tiba itu datang dari Payakumbuh. Benar saja, tak lama setelah itu serangkaian gerbong kereta api berhenti di rel di sebelah kami.

Sambil membalikkan badan dan bersimpuh diatas bangku yang aku duduki, aku lalu melihat kereta yang baru datang itu. Warna cat kereta itu kuning muda yang sudah mulai pudar di bagian atas dekat jendela, lalu berwarna hijau daun di bagian bawahnya. Cukup banyak juga penumpang yang ada di atas kereta itu, tempat duduk yang dekat jendela penuh, sehingga pandanganku kebagian dalamnya agak terhalang.

Tak lama setelah kereta dari Payakumbuh itu berhenti, kereta yang kami tumpangi mulai bergerak. Pak Uwo menyuruhku kembali duduk seperti semula, menyender ke dinding dan membelakangi jendela, sambil menakuti aku nanti bangku tempat dudukku diambil orang.

Karena duduk membelakangi jendela, aku tak bisa melihat pemandangan yang ada di luar, begitu juga aku tidak bisa melihat pemandangan dari jendela di seberang tempat duduk kami, karena juga tertutup oleh orang yang duduk di sana. Kecuali hanya pucuk-pucuk pohon yang seakan berlari melawan arah laju kereta yang aku tumpangi.

Rupanya karena tidak ada pemandangan yang menarik hatiku di atas kereta itu, juga karena keletihan berjalan jauh, membuat mataku kembali mengantuk. Beberapa kali aku mencoba untuk menahannya tapi hanya bertahan sebentar, hingga akhirnya aku tertidur pulas tak ingat apa-apa lagi.

Setiap kereta api berhenti di stasiun aku terbangun, tapi begitu kereta berjalan kembali aku tertidur lagi. Irama roda kereta api yang beradu dengan rel, beserta ayunan kereta itu, kurasakan bagaikan ayunan yang menina bobokkan aku hingga aku tertidur pulas…

Bagaimana Membagikan Foto Instagram Anda?

Seorang teman pagi ini mengeluhkan susahnya membagikan foto yang dipostingnya di Instagram ke Facebook. Saya lalu mengomentari keluhannya tersebut dengan menjelaskan bagaimana men-share foto Instagramnya itu secara sederhana. Mudah-mudahan penjelasan yang singkat tersebut berhasil dilakukan sang teman, dan dia bisa menikmati postingan Instagramnya di Facebook.  Bagi teman-teman yang juga mengalami hal tersebut, berikut saya sarikan ulasannya dalam artikel singkat ini. 

Sebagai pemilik akun Instagram, tentu Anda juga ingin membagikan foto Anda ke akun lain yang Anda miliki. Apakah itu Facebook, Twitter atau akun sosial media lainnya untuk mendapatkan kunjungan yang lebih banyak, dan tentu juga untuk mendapatkan follower baru.

Yuk, kita mulai saja…

Hal pertama yang Anda lakukan adalah membuka akun Instagram yang menampilkan foto postingan baru Anda. Bila Anda ingin membagikannya, maka langkah pertama yang Anda lakukan mengklik titik 3 vertikal yang berada di sudut kanan atas foto Anda, seperti terlihat di gambar #1

Seperti terlihat pada Gambar #2 Anda tinggal memilih salah satu diantara banyak pilihan, dalam hal ini kita memilih pilihan paling atas, yaitu; “Bagikan”

Gambar #3 memperlihatkan tampilan setelah kita mengklik “Bagikan” tersebut. Di sini kita melihat ada tiga pilihan, yaitu; Facebook, Twitter dan Tumblr. Kita bebas memilih kemana foto Instagram kita akan dibagikan dengan menggeser slider ke kanan sehingga dia berubah warna menjadi biru.  Kita bisa memilih satu atau memilih ketiganya sekaligus. Begitu kita memilih dan warnanya menjadi biru, maka saat itu juga kita bisa melihat postingan tersebut sudah tayang di akun pilihan kita. Pada gambar di bawah saya memilih Facebook dan Twitter. 

Kita tidak terbatas melakukan pilihan hanya pada ketiga sosial media di atas, tapi juga bisa membagikannya di aplikasi lain.

Pada Gambar #4 memperlihatkan sebuah pilihan “Bagikan tautan ke aplikasi lain”. Silakan klik tanda panah yang berada di kanan yang saya tandai dengan lingkaran merah.

Pada Gambar #5 kita melihat beragam aplikasi dimana kita bisa membagikan Foto Instagram kita. Silahkan klik yang mana pilihan kita, maka foto tersebut akan tampil di akun aplikasi pilihan kita itu.

Selamat berbagi…