Menyaksikan Kenekatan Anak Remaja Menghadang Truk di Bekasi

Saat menunggu angkot ketika  hendak kembali ke Hotel Santika, menjemput handphone saya yang ketinggalan di sana. Saya menjumpai segerombolan remaja berusia belasan tahun, berjalan di atas tembok beton  median pembatas jalan Raya Bekasi  di Medan Satria. Saat berjalan beriringan di beton pembatas jalan itu, mereka sebentar-sebentar melihat ke belakang, kalau ada truk kosong yang lewat.

Sambil berjalan di tembok pembatas jalan, para remaja ini sering melihat ke belakang. Menunggu truk yangakan mereka tumpangi.
Sambil berjalan di tembok pembatas jalan, para remaja ini sering melihat ke belakang. Menunggu truk yang akan mereka tumpangi.

Begitu ada truk kosong yang lewat, beberapa orang berjalan ke tengah jalan di sela kendaraan yang melintas. Lalu berdiri di tengah jalan, berusaha untuk menghadang truk yang akan mereka tumpangi. Mereka tak menghiraukan para pengendara lain yang kaget karena ulah mereka yang sebenarnya juga membahayakan diri mereka sendiri

IMG_1694
Begitu melihat ada truk datang, tanpa menghiraukan keselamatannya dari sambaran kendaraan yang melintas, beberapa orang menghadang truk di depan, sehingga truk terpaksa melambatkan jalannya.

Bagi para sopir truk sendiri ini juga menjadi masalah yang tak ringan.  Bila mereka melambat dan mengurangi laju kendaraan mereka, apalagi sampai berhenti, maka berhamburanlah para remaja itu ke atas truknya. Tak jarang saat menaiki truk itu para remaja itu jatuh dan cidera. Apa yang dilakukan pengemudi truk ini jelas salah. Tapi dia juga tidak akan berani menabrak anak-anak yang menghadang di depan truknya itu.

IMG_1696
Dua remaja ini berusaha menghadang truk yang ada di depan mereka

Bagi sopir yang berpengalaman, dia akan selalu berusaha untuk menghindari mengangkut anak-anak penumpang gelap ini. Tapi sering juga mereka tidak bisa mengelak, bila situasi lalu lintas macet dan si sopir tidak bisa mengelak dari situasi lalu lintas serta serbuan anak-anak ini.

IMG_1697
Sambil melambaikan tangan, sebaai tanda memohon tumpangan, kedua anak ini menghadang truk yang tetap melaju sambil menghindar kepinggir jalan, agar tak mengenai anak-anak tersebut.

Bila terjadi kecelakaan akibat ulah anak-anak ini, maka selalu sopir yang disalahkan oleh pihak kepoliasian, padahal mereka sendiri adalah korban dari keliaran atau kenakalan anak-anak itu. Apalagi kalau sampai korbannya tewas, maka penjara menjadi hadangan para sopir yang naas itu.

IMG_1698
Anak-anak ini terpaksa pasrah dan menghindar, karena truk tak mau berhenti dan melaju terus dengan kecepatan tinggi agar tak bisa dinaiki oleh anak-anak itu.
IMG_1700
Para remaja tersebut meneruskan perjalanannya sambil kadang berlarian melintasi jalan, kalau melihat ada truk lain yang melambat dan mungkin bisa mereka tumpangi

 

 

 



Join the Conversation

3 Comments

  1. Saya sering ngelihat kejadian ini kalau lagi jemput anak-anak. Ngeri! Saya takut ada yang celaka. Udah gitu saya yang nyetir di belakang truk juga ikutan kagok. anak-anak itu kalau lari sliweran sana-sini, kayak gak perhatiin kendaraan sekitar. Saya khawatir, salah injek gas kena deh mereka. Semoga jangan sampe kejadian. Hiii…

  2. Yang paling mengerikan kalau ada tawuran antar pelajar, mereka berlarian tak tentu arah, asal nyebrang. Kalau esenggol pengendara yang di salahkan.

  3. Waktu saya lewat Jatinegara, ada juga anak-anak yang nekat mengejar truk kosong biar bisa ikutan naik. Bahkan memanjat pagar pembatas jalan, melewati jalur busway.

    Ngeri melihatnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.