Sunday Sharing Blog Detik, Public Speaking yang Menantang

.

.

“Ayah mau mengisi materinya?” Tanya Ia Alginat pada inbox saya di FB.

Tanpa berpikir panjang lagi, saya menyanggupi. Padahal saat itu saya tidak tahu apa yang akan saya sampaikan di acara bertajuk Sunday Sharing Blog Detik itu.

Public Speaking, atau berbicara di depan umum, adalah hal baru bagi saya. Saya belum pernah belajar secara khusus ilmu ini. Kalaupun saya pernah tampil di depan umum. Itu juga pada pelatihan ngeblog buat guru di 6 kota tahun 2012 yang lalu. Penampilan saya di acara itu adalah tanpa latar belakang ilmu berbicara di depan umum. Tapi tampil alami begitu saja, hanya karena saya menguasai materi yang akan disampaikan, yaitu masalah pembuatan blog.

Tapi, tampil dalam sebuah kelas dengan topik bagaimana berbicara didepan umum, sementara saya tidak mempunyai kapasitas untuk itu, adalah sebuah tantangan. Berbagi sesuatu ilmu yang tidak saya kuasai, bagaikan membagikan uang kepada banyak orang, sementara saya sendiri tak punya uang yang dapat di bagikan.

Saya memang sudah dibekali oleh Edrida Pulungan dan Karel Anderson, pada pertemuan bulan lalu. Tapi apakah saya juga akan menampilkan apa yang pernah mereka berikan waktu itu? Ah, rasanya tidak mungkin. Saya harus memberikan yang lain, suasana yang lain dan rasa yang lain.

Beruntung saya di ajak teman Yulef Dian dari Blogger Bekasi, pada acara Islamic Boook Fair di Istora Senayan 6 Maret lalu. Kebetulan saat itu juga ada sebuah acara yang berjudul Public Speaking. Materi acara ini disampaikan oleh Muchlis Anwar, yang nama dan orangnya baru saya kenal di sana.

Dalam penyajiannya, nampaknya Muchlis Anwar memang orang yang sudah pakar di bidangnya. Penampilannya dalam acara itu berhasil memukau semua hadirin yang ada. Lalu tanpa merasa terbebani dan penuh semangat, ikut dalam teori dan praktek yang di adakan dalam sesi itu. Termasuk saya, yang mungkin menjadi peserta tertua saat itu. Berdampingan dengan rombongan para pelajar Pondok Pesantren Modern Putri, Pangkep, Makasar.

Dengan tambahan ilmu dari Muchlis Anwar inilah, saya semakin termotivasi untuk menyanggupi sebagai pengisi acara Blog Detik Sunday Sharing, dengan tema Public Speaking ini. Suatu kehormatan juga, Muchlis Anwar yang baru saja berteman dengan saya di FB menawarkan diri untuk datang dan berkenan hadir di acara ini. Sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan, karena teman-teman pasti akan bisa mendapatkan pengalaman berharga di sana nantinya, melalui diskusi atau tanya jawab. Sebelumnya saya juga berniat untuk mengundang secara pribadi, tapi hal ini saya urungkan, karena takutnya Muchlis menganggap saya mengundang sebagai pembicara lalu minta bayaran sebagai seorang professional, mana mungkin saya sanggup membayar dia. Tapi Tuhan mendengarkan keinginan saya, justru Muchlis yang menawarkan diri untuk datang, alhamdulilah.

Acara Sunday Sharing dengan topik Public Speaking yang berlangsung Minggu kemarin ini, saya nilai sukses. Bukan karena presentasi saya, tapi dengan berbagi pengalamannya Bang Nur yang berpengelaman puluhan tahun sebagai wartawan, dan Elisa Koraag yang sepuluh tahun berpengalaman sebagai penyiar radio. Sharing pengalaman mereka begitu bermanfaat bagi para peserta. Hal ini semakin diperkuat lagi dengan hadirnya Psikolog Wita Haroen. Hadirnya Wita Haroen yang membantu memberikan masukan dari sisi psikologi dan fisiologi tampilan para peserta yang hadir, sehingga waktu berjalan tak terasa. Juga dengan adanya masukan dari Muchlis Anwar untuk para peserta. Diskusi pada pertemuan kemarin itu begitu hidup dan penuh warna. Karel Anderson pun tak kalah ciamik dalam memberikan kesempatan kepada para peserta, sehingga semua mendapat kesempatan yang sama.

Sayang hari semakin sore, sehingga diskusi sangat menarik itu terpaksa harus diakhiri dengan wajah puas para peserta yang hadir, dengan tambahan satu motivasi “berani tampil” bagi setiap peserta.

 


11 Comments

  1. Keren tulisan reportasenya, keren pula presentasinya….
    Semangat dan maju terus pak Dian, usia dan uban di kepala bukan rintangan, terobos terus sebab di depan banyak yang menunggu kehadiran pak Dian, selamat sukses pak…

  2. Tetap semangat om. Saya juga butuh ilmunya Om Dian

  3. haiyah, acaranya udah lewat. Bapak memang keren! 🙂

  4. Ayah, seorang pembelajar. Sosokmu menginspirasi saya.

  5. Lebih keren lagi prestasi Bang Nur sebagai wartawan dan membagikannya dengan kita-kita. Sukses juga buat Bang Nur

  6. Ayo Fera, kita sama-sama belajar dengan penuh semangat. Jangan pikirkan soal umur, pokoknya belajar hingga akhir hayat.

  7. Bulan depan ada lagi kok ananda Anazkia. Malah lebih menarik lagi yaitu Traveling. Ayo bergabung!

  8. Tak ada batasan usia untuk belajar ananda Elisa. Ananda juga menginspirasi ayah dengan pengalamannya sebagai penyiar radio itu

  9. Terima kasih untuk tulisannya. Saya juga mesti belajar nulis nih sama ayah Dian Kelana. Sukses terus dan tetap semangat menginspirasi kami.

  10. Saya juga harus belajar lebih banyak lagi sama Bung Muchlis, biar makin baik saat tampil di depan umum

  11. Waaaah saluuut skalu sama ayahanda Dian Kelana, teruuus belajar dan mengajar:) smoga jadi cintoh generasi muda, mampir di blogku ayah edpulungan.blogspot.com

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *