Setelah beberapa lama tinggal bersama kakakku anduang Ipah dan anduang Pidan di Pasar Bawah, aku di jemput oleh kakak laki-lakiku tuan Salim, dan di ajak ketempat tinggal yang juga sekalian tempat dia bekerja di Sukajadi. Dengan menumpang oplet, kami berangkat dari pasar bawah menuju Sukajadi. Tidak sampai satu jam, kami tiba di Sukajadi. Turun dari oplet, sebelum […]
Author Archives: Dian Kelana
Merantau ke Pekan Baru (24)
Tinggal bersama kedua orang kakakku, merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan bagiku. Tinggal di kota dengan berbagai macam keadaan dan situasinya, tadinya hanyalah ada dalam bayangan dan angan-anganku, dari cerita-cerita orang-orang kampungku yang pulang dari rantau. Kini bersama kedua kakakku aku mengalaminya sendiri. Walau kami tinggal pada sebuah kamar yang ukurannya hanya sebesar rumah saruang, tempat […]
Merantau ke Pekan Baru (23)
Gara-gara bermain di panas terik setengah hari di sungai Siak, malamnya badanku meriang. Anduang Ipah maupun anduang Pidan kebingungan. Kepalaku di kompres pakai kain basah, akupun di belikan obat, aku tidak tahu namanya. Tapi diantara obat itu satu diantaranya selembar kertas kecil yang ada lemnya yang kemudian ditempelkan di pelipisku, aku mendengar kakakku menyebut kertas […]
Merantau ke Pekan Baru (22)
Setelah melewati sayap dermaga itu dengan perasaan gamang, kami sampai di dermaga induk tempat kapal yang tadi aku lihat bersandar. Si Pemancing belok kekanan menuju lapangan parkir, aku tetap mengikutinya dari belakang. Sampai di lapangan parkir luar dermaga, dia belok kekanan dan kekanan lagi, menuruni tebing tepi sungai disamping dermaga. Aku terus membuntuti si pemancing […]
Merantau ke Pekan Baru (21)
Bosan hanya bengong melihat kakakku dan temannya sibuk bekerja, aku lalu keluar dari loket penjualan karcis. Melihat aku keluar kakakku sudah wanti-wanti agar aku tidak bermain jauh-jauh. Aku hanya menjawab: “ya…!, yang dalam hanya sekejap hilang dalam ingatan, karena sesuatu yang dari tadi bermain dalam imajinasiku, menarik langkah kakiku kesana. Jembatan ponton… Hanya dalam beberapa […]
