Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (12): Hari-hari Yang Sunyi

Semenjak umi dibawa pergi dan tak pernah kembali, kehidupan kami dirumah gadang berubah. Tak kedengaran lagi bunyi alu beradu dengan lasuang. Menumbuk kopi untuk dijadikan sabuak. Karena tidak ada yang menggantikan umi untuk berdagang berkeliling kampung. Umi belum sempat melakukan regenerasi pada anak-anaknya yang masih gadis-gadis kecil yang baru berusia belasan tahun.

Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (11): Pergi Dibawah Todongan Senjata Api

  Kebiasaanku setiap hari sejak tak seorangpun diantara kami yang boleh menemani umi di bok, adalah menunggu kepulangan umi menjelang zuhur, siang hari. Kemudian melepas beliau ketika umi telah selesai shalat ashar. Tapi itu tak berlangsung lama. Hari terakhir pulang, umi bilang, umi tidak akan kembali ke bok, ketika diantara kakakku bertanya kenapa, umi bilang […]

Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (10): Menghitung Hari

Menghitung hari Sejak kejadian aku kehilangan umi, aku dan uda Des tidak diperbolehkan lagi ikut menemani umi di bok. Kami enam orang kakak beradik, kembali berkumpul lengkap di rumah setap hari. Kehidupan kami sejak umi ditahan sudah tidak karuan. Umi yang selama ini adalah tulang punggung keluarga, tidak lagi berada ditengah-tengah kami. Tidak ada lagi […]

Berkelana di Ranah Minang (3): Suatu Sore di Pantai Padang

Kita lupakan sejenak rasa was-was tentang gempa dan tsunami, kita nikmati sedikit suasana yang berbeda di Pantai Padang. Menunggu tenggelamnya matahari, melihat sekumpulan anak bermain di pantai tanpa terbebani isu-isu yang menerpa. Memanfaatkan sedikit waktu yang ada, sebelum perjalanan ini dilanjutkan….

Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (9): Umi Hilang

  Kembali giliranku menemani umi ke bok, setelah semalam kakakku Des yang usianya beda dua tahun dariku. Perjalanan dari rumah ke bok kami lalui aman-aman saja seperti hari-hari sebelumnya. Karena kami tidak mampir di pos tentara di Pintu Koto, kami tiba lebih cepat dari sebelumnya. Kami sampai di bok hari masih terang, tapi tentara yang […]