Menjenguk Umi Tiga hari setelah ditahan, selepas shalat zuhur, aku diajak oleh anduang Ipah, kakakku yang nomor dua. Katanya pergi menjenguk umi yang lagi di tahan di bok tentara pusat di Magek, nagari tetangga kami. Aku sungguh tak bisa membayangkan, bagaimana senangnya hatiku saat itu. Aku akan bertemu umi lagi! Rasanya dunia ini terasa begitu lega, dan […]
Category Archives: Kisah Pengelana
Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI (2)
UMI DITAHAN Apa yang dicemaskan keluarga selama ini akhirnya terjadi juga. Ketenangan kehidupan keluarga kami mulai terganggu.
Seorang Balita di Tengah Pergolakan PRRI
1958. . Sumatera Barat bergolak dengan gerakan yang bernama Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau PRRI, dibawah komando Safrudin Prawiranegara. Rakyat yang mengerti politik maupun tidak, bangkit menggugat dan melawan pemerintah pusat dibawah pimpinan presiden Soekarno. PRRI menilai, Soekarno terlalu sibuk mengurus proyek mercu suarnya, Proyek Monumen Nasional, Masjid Istiqlal, hotel Indonesia dan pembangunan yang hanya […]
Buah Baurai
Rumah gadang tempat kami tinggal, dikelilingi oleh kebun yang ditumbuhi beraneka ragam tanaman pangan. Dikebun bagian depan rumah gadang, tumbuh tiga pohon kelapa yang tingginya melebihi tinggi gonjong rumah gadang. Pisang dan pepaya menjadi tumbuhan abadi disana disamping kelapa. Pisang berbuah secara estafet bahkan sering berbarengan beberapa batang sekaligus, setelah yang satu matang Team dan […]
Bila Musim Kesawah Tiba
BILA MUSIM KESAWAH TIBA 1958-1959 Keluarga kami juga memiliki beberapa petak sawah, yang hasilnya cukup untuk makan sekeluarga. Salah satu lokasinya diantaranya di Alahan, dipinggir jalan raya yang menuju Solok. Jorong atau desa yang terletak persis di kaki bukit Barisan. Dipuncak atau tepatnya didinding paling atas Bukit Barisan tersebut terdapat sebuah batu granit […]
