Dengan menahan perasaan galau dan diselimuti kecemasan akhirnya pelayangan yang aku tumpangi sampai juga di dermaga sungai seberang, aku bernafas lega, karena apa yang aku cemaskan dan takuti tidak terjadi. Karena tadi bus kami yang terakhir naik, sekarang bus kami pula yang pertama turun, karena jembatan penyeberangan antara pelayangan dan jalan yang terbentang di hadapan […]
Author Archives: Dian Kelana
Merantau ke Pekan Baru (12)
Panas matahari pagi membangunkan aku dari tidurku. Rupanya aku tertidur tidak lama sejak keluar dari lubang kalam. Kini kudapati bus berhenti, rupanya aku di baringkan di atas bangku tempat dudukku yang menyambung dengan bangku sopir. Aku lalu melihat ke belakang, semua bangku kosong, begitu juga familiku tak ada di sampingku. Tiba-tiba aku mendengar pintu bus […]
Merantau ke Pekan Baru (11)
Bus Sinar Riau yang kami tumpangi pelan-pelan meninggalkan daerah pelayangan, bus tidak bisa berjalan cepat karena jalanan sempit, disamping itu juga becek dan licin. Kendaraan yang parkir di sebelah kanan kami, yang menunggu antrian untuk naik pelayangan cukup banyak, tapi rasanya tak sebanyak di tempat kami antri tadi. Setelah kami lepas di ujung antrian, barulah […]
Merantau ke Pekan Baru (10)
Baru saja aku selesai makan, pak sopir naik keatas bus dan memberi tahu penumpang agar turun, karena sebentar lagi bus akan naik pelayangan dan penumpang di persilakan berjalan kaki naik pelayangan dan menunggu di ruang tunggu. Kami semua turun dari bus, lalu menuju ke pinggir sungai. Aku di tuntun oleh familiku, tanganku dipegangi agar aku […]
Merantau ke Pekan Baru (9)
Setelah muatannya penuh, cukup lama aku menunggu dan memperhatikan, bagaimana pelayangan itu menyeberangi sungai yang lebar dan airnya cukup deras itu. Dari tempat aku berdiri, kulihat pelayangan itu bergerak sangat lambat. Apalagi suasana malam yang gelap di tengah sungai, membuat pergerakan pelayangan itu terlihat begitu pelan. Aku tidak tahu berapa menit lamanya proses penyeberangan itu, […]
