Ke Pandeglang, ke Sekolah yang Asri dan Sarat Prestasi

Berbagi ilmu dengan guru di 6 kota.

Kota keempat yang saya kunjungi bersama rekan Yulef Dian dalam berbagi ilmu kepada guru ini adalah Pandeglang. Sehari sebelum. Sehari sebelum hari pelatihan saya d isms oleh Rian Sanjay dari Indosat Bekasi.

Pak Dian, Driver yang akan mengantar bapak ke Pandeglang besok namanya pak Dian.

Adalah suatu kebetulan bila bila nama saya ada Dian-nya dan rekan Yulef juga ada Dian-nya. Maka besok akan ada tiga Dian dalam satu mobil yang akan membawa kami ke Pandeglang. Saya jadi tersenyum dalam hati.

Berhubung awal perjalanan kami besoknya adalah dari Tangerang, maka untuk memudahkan keberangkatan rekan Yulef yang tinggal di Bekasi, menginap di rumah saya. Sehingga kami bisa berangkat bersamaan pagi hari esoknya. Sanjay dalam smsnya juga mengatakan bahwa kami ditunggu jam 6 pagi di Galeri Indosat Tangerang yang ada di  Lippo Karawaci. Karena saya sudah mengenal lokasinya karena pernah tinggal di daerah Karawaci selama setahun, maka saya tenang-tenang saja.

Pada hari H nya, setelah shalat subuh di masjid dekat rumah, kami bersiap termasuk sarapan. Jam setengah enam kami berangat dari rumah dan berjalan kaki menuju halte Telkom Divre Jakarta Barat, di jalan S. Parman. Tak lama menunggu bus kota jurusan Tangerang yang melewati Karawaci lewat, setelah naik kamipun meluncur menuju Karawaci.

 

Di depan Galeri Indosat Tangerang di Karawaci

Kami sampai di Karawaci jam 6 lebih beberapa menit, lalu berjalan kaki ke Galeri Indosat yang terletak tidak jauh dari jalan Karawaci – Cimone. Begitu sampai kami sudah melihat beberapa mobil parker di depan galeri Indosat, salah satu diantaranya sedang di bersihkan oleh pengemudinya. Saya lalu menanyakan mobil yang akan ke Pandeglang yang drivernya bernama Dian. Mereka lalu mengatakan bahwa Dian belum sampai. Saya lalu menelpon Dian dari nomor yang diberikan oleh Sanjay, untuk mengetahui posisinya.

Telepon yang saya hubungi tidak diangkat, yang menimbulkan sedikit tanda Tanya di hati saya. Tapi hanya beberapa menit kemudian mobil yang kami tunggu itu muncul di hadapan kami. Rupanya waktu saya menelpon tadi Dian sang pengemuid berikut mobilnya sudah berada di pintu tol yang terletak hanya beberapa puluh meter dari Galeri Indosat. Karena tidak ada lagi yang harus kami tunggu, maka kami langsung berangkat menuju Pandeglang. Maka 3 Dian pun berkumpul dalam satu mobil yang kami tumpangi, hehehe…

Dalam perjalanan menuju Pandeglang itu, sewaktu masih  di kawasan Tangerang, mobil yang kami tumpangi mulai merambat pelan. Mobil – mobil yang didepan kami pun begitu, sehingga deretan di belakang kami mulai memanjang. Ada apa gerangan? Kamera yang tadi diam tenang di dalam tas mulai saya keluarkan.  Jawabannya kami dapatkan beberapa saat kemudian.

Tangki raksasa yang memalangi jalan tol Jakarta - Merak

Dari jauh, masih sekitar satu kilometer, di median sebelah kiri jalan saya melihat benda berwarna biru. Semakin dekat kami, semakin jelas pula apa yang saya lihat itu, yaitu sebuah tanki silinder baja dengan garis tengah 2 meter dan panjang sekitar 15 meter membelintang di jalan tol. Satu ujung masing terikat di badan truk trailer yang membawanya, sementara ujung yang lain terlempar ke median di sebelah kiri jalan tol. Situasi truk yang masih berada di tengah jalan tol, menyisakan hanya satu jalur paling kanan untuk bisa dilewati kendaraan lain satu persatu.

Silakan bandingkan diameter tangki ini dengan truk dan petugas jalan tol ini.

Lepas dari lokasi kecelakaan, mobil kami meluncur dengan tenang tanpa hambatan menuju Serang dan selanjutnya belok kiri kearah selatan menuju Pandeglang. Mobil hanya melambat saat bertemu jalanan sempit sementara kendaraan cukup banyak dari kedua arah berlawanan.

Jam 8 lewat hanya beberapa menit kami sampai di lokasi pelatihan, yaitu SMA Negeri 1, Pandeglang. Sebuah sekolah favorite di kota Pandeglang. Hal ini tidak mengherankan, saat saya memasuki komplek sekolah tersebut. Sekolah yang bersih dan tertata rapi, di dinding ruang tunggunya begitu banyak salinan piagam penghargaan yang dipajang dengan rapi.

Masuk kepekarangan sekolah bagian dalam, aroma tumbuh-tumbuhan menyergap hidung dan mengalir ke paru-paru saya, menghadirkan kesegaran alam desa yang tak saya temukan di Jakarta, hal ini diperkuat lagi dengan terawat rapinya aneka tumbuhan yang berada disana.

Sementara rekan-rekan dari team Indosat Serang mempersiapkan tempat pelatihan, kami duduk di ruang tunggu. Satu persatu para peserta berdatangan, bersalaman dan berkenalan. Kami melihat semangat dan antusias di wajah mereka, sehingga juga menimbulkan semangat bagi saya dan Yulef untuk memberikan yang terbaik untuk para guru itu.

Jam Sembilan acara dimulai, beberapa kata sambutan membuka acara pagi itu. Diantaranya dari Indosat, serta dari kepala SMA Negeri 1, Pandegalang bapak E. Saefudin. Seperti biasa sesi pertama diisi oleh rekan Yulef Dian dengan materi pengenalan media social, blog dan internet.

Sementara rekan Yulef tampil di depan kelas, saya memanfaatkan waktu berkeliling di seputar pekarangan sekolah SMA Negeri 1, Pandeglang ini. Sekolah ini terletak dia atas kultur tanah yang bertingkat-tingkat. Dengan mempertahankan kultur tanah yang seperti itu, maka beberapa bangunan sekolah inipun berada pada ketinggian yang berbeda, yang menimbulkan keindahan sendiri. Banyaknya aneka tumbuhan yang ditanam di dalam pekarangan, membuat sekolah ini terlihat begitu asri dan sejuk.

Setelah cukup puas berkeliling, saya lalu bertandang ke kantor kepala sekolah bapak E.  Saefudin, mengobrol tentang banyak hal, namun tidakkeluar dari bidang pendidikan, remaja dan keluarga, serta prestasi sekolah ini yang sudah mencapai tinggkat nasional, dengan berbagai penghargaan. Sebuah pebicaraan yang hangat dan menarik, walau kami baru pertama kali bertemu.

Disaat kami ngpbrol, saya juga menyaksikan begitu banyak tanda penghargaan yang sengaja di bikinkan salinannya dengan ukuran yang lebih besar seukuran kertas A 3, lalu di pajang di dinding yang strategis, sehingga siapapun yang masuk ke pekarangan sekolah tersebut akan dengan jelas dapat melihatnya. Begitu juga dengan piala-piala yang bersusun rapi di lemari kaca bertingkat dua berukuran sekitar 4 X 2 meter, yang sebagian lain juga diantaranya terpaksa dipajang di luar karena sudah tidak muat.

Selesai shalat zuhur dan makan siang, saya memasuki sesi kedua dengan materi yang sama dengan pelatihan sebelumnya di kota-kota yang sudah kami kunjungi. Kembali di depan saya, saya lihat  banyak guru-guru muda mengkuti pelatihan ini, hal ini membuat saya selalu terpacu memberikan yang terbaik kepada mereka. Semangat yang tinggi dan kemauan yang juga tinggi dan saya membayangkan pendidikan Indonesia kedepannya semakin baik dan bermutu.

 

SMA Negeri 1 Pandeglang dengan moto Green Clean and Fresh-nya

 

 

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Pandeglang, E. Saefudin

 

Ruang Terbuka Hijau dan lubang resapan Biopori, dengan tumbuhan langka yang menyejukkan

 

Taman pekarangan sekolah yang menyejukkan

 

Yulef Dian ditengah para peserta training

 

Ditengah sebgian para peserta bersama rekan dari Indosat.

 

Berfoto bersama dengan sebagian peserta training

Join the Conversation

3 Comments

  1. hihiii, belum2 udh senyum sendiri krn ada tiga nama dian dlm satu mobil :Dwahhh, sekolahnya adem dan asri bgt ayah…psti betah deh belajar disana. tapi kejadian di jln tolnya pasti menegangkan ya.selamat menjalani hari ayah 🙂

  2. Thanks for the helpful content. It is also my opinion that mesothelioma has an very long latency interval, which means that signs of the disease won’t emerge right until 30 to 50 years after the primary exposure to asbestos fiber. Pleural mesothelioma, which can be the most common type and has an effect on the area across the lungs, could potentially cause shortness of breath, breasts pains, plus a persistent coughing, which may bring about coughing up maintain.
    [url=http://www.obpmilling.com/0327/611.html]http://www.obpmilling.com/0327/611.html[/url]
    http://www.obpmilling.com/0327/611.html

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.