Ketika Mereka Bangga Memakai Batik, Kenapa Kita Tidak?

Sel;empang Batik Raksasa yang melingkari gedung Indosat

Saya tidak tahu, apakah peringatan Hari Batik Nasional 2012 ini dipublikasikan secara maksimal oleh pemerintah atau Kementerian terkait atau tidak. Tapi sepanjang saya naik bus Jakarta Transport dari Tomang ke jalan Merdeka Barat, saya tidak melihat adanya para penumpang bus yang memakai batik, kecuali para petugas pintu bus Transjakarta yang memakai kemeja batik berwarna dasar orange.

Namun saat saya memasuki pekarangan kantor pusat Indosat di sudut jalan Merdeka Barat, pemandangan itu mulai berubah. Orang-orang berpakaian batik bersileweran di hadapan saya, baik pria dengan kemeja batiknya, maupun wanita dengan gaun batik dengan aneka mode potongan maupun motif yang menakjubkan. Baik yang memakai rok kembang yang kelihatan feminin, maupun yang berbusana muslim terlihat anggun.

Parade batik yang indah

Suasana penuh batik ini diperkuat lagi dengan dihiasinya teras maupun beranda kantor pusat Indosat dengan untaian kain batik beraneka corak, sehingga suasana Hari Batik Nasional begitu terasa disini. Salah satu kegiatan yang cukup menarik dalam rangka mendukung Hari Batik Nasional adalah pemasangan “giant scarf” atau Selempang Raksasa di gedung Kantor Pusat Indosat ini, dengan ukuran 150m X 10m. Motif batik pada selempang raksasa ini menggunakan motif sekar nam bamboo, termasuk motif dasar batik yang memiliki filosofi saling bersatu, bekerjasama sehingga menghasilkan bunga sebagai suatu hasil yang menyenangkan. Pemasangan Selempang Raksasa tersebut bertujuan mengingatkan seluruh masyarakat untuk semakin peduli dan melestarikan batik dengan momen Hari Batik Nasional tanggal 2 Oktober 2012.

Para pimpinan puncak Indosat yang mayoritas asing itupun bangga dengan baju batik mereka.

Puncak keharuan ataupun kebanggaan saya adalah ketika rombongan pejabat top Indosat yang orang asing itu, datang dan menghadiri upacara Hari Batik Nasional ini dengan kemeja batik yang begitu pas dan sangat pantas menutupi tubuh mereka. Dari pancaran wajah mereka, para bule berwajah putih itu terlihat begitu bangga memakai busana tradisional Indonesia itu, yang telah di akui oleh UNESCO sebagai bagian dari peninggalan sejarah dan budaya maupun tradisi bangsa Indonesia sejak dulu kala.

Tidak hanya itu, sebagai langkah konkritnya Indosat mengajak para pelanggannya untuk melakukan donasi sebesar Rp 50, – dari setiap isi ulang yang mereka lakukan tepat pada Hari Batik Nasional 2 Oktober 2012. Uniknya donasi ini tidak akan memotong pulsa pelanggan. Hasil dari donasi ini akan disumbangkan ke Yayasan Batik Indonesia untuk mendukung berbagai kegiatan yayasan tersebut.  Untuk itu peran aktif pelanggan dalam melakukan isi ulang pulsa pada tanggal 2 Oktober 2012 akan semakin meningkatkan besarnya donasi yang akan digunakan untuk melestarikan batik Indonesia.

Pengguntingan tali untuk pelepasan balon Indosat oleh Erik Meijer bersama Fadzri Sentosa dan sumbangan Rp.50,- untuk Yayasan Batik Indonesia dari setiap isi ulang pulsa indosat khusus tanggal 2 Oktober 2012.

Sebagai puncak dari peringatan Hari Batik Nasional di lingkungan Indosat ini adalah pelepasan balon berwarna kuning dengan sebuah spanduk bertuliskan Hari Batik Nasional di halaman depan Kantor Pusat Indosat oleh  Erik Meijer, Director & Chief Commercial Officer Indosat, bersama Fadzri Sentosa, Director & Chief Wholesale and Infrastructure Officer, Hans Moritz, Director and Chief Technology Officer, dan Stefan Carlsson, Director and Chief Financial Officer  sebagai simbol dukungan Indosat dalam melestarikan batik Indonesia sebagai warisan budaya.

 

Join the Conversation

2 Comments

Leave a comment

Tinggalkan Balasan ke Dian Kelana Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.