Ibu Kakiku telah letih Menapaki jalan-jalan yang telah kulewati saat mencarimu Sejak engkau pergi malam itu Masih begitu nyata dimataku Tentara yang memegang senjata itu menodong dan menggiringmu pergi Tanpa menghiraukan ratapan 6 anak-anak yang diantaranya masih balita Serta perempuan-perempuan lain yang sudah renta Sejak itu Lelah kami menunggu ibu kembali dengan airmata yang membasahi […]
Author Archives: Dian Kelana
Puisi Sunyi Seorang Ayah
anakku sejak kau diam hatiku tersiksa begitu banyak tanya begitu banyak kecemasan begitu banyak ketakutan begitu banyak kegelisahan
Fatamorgana…
“Uda, biko sore tolong antakan awak ka Subarang Padang, da! Srrr…, dadaku berdegup kencang. Gadis pemilik rumah yang disewa oleh bosku untuk studio reklame, yang kuincar diam-diam, minta tolong di antarkan kerumah kakaknya di Subarang Padang. Aku bagaikan kejatuhan bintang dari langit, mendengar permintaannya itu. Adakah selama ini dia juga memperhatikan aku, sebagaimana aku diam-diam […]
Hari ini, 57 tahun yang lalu
Hari ini, 57 tahun yang lalu suara tangisan memecah kesunyian penuh ketegangan di saat fajar menyingsing ketika subuh menjelang sebuah penantian selama sembilan bulan seorang bayi mungil lahir dari rahim sang ibu namun, tiada ayah yang mendampingi karena dia telah lebih dulu pergi dipanggil Tuhannya menghadap sang pemilik kehidupan mengiringi gugurnya sehelai daun penuh catatan […]
Tahajud
Tuhan…. begitu kelu lidahku memohon kepadamu karena aku tahu diriku bukanlah siap-siapa aku bukanlah hambamu yang suci dari noda aku bukanlah orang suci yang selalu dekat denganmu namun aku tahu Engkau maha pengasih maha penyayang aku tahu Engkau maha pengampun dan penerima taubat aku tahu Engkau maha adil lagi bijaksana karena itu aku tak akan […]
